Menu
KemenkopUKM Luncurkan Template Anggaran Dasar Pendirian Koperasi - Asosiasi Klub Logindo Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Komunitas Logistik di Tanjung Priok - Komunikasi yang Efektif bisa Tingkatkan Produktifitas dan Citra Profesional - MenkopUKM: Aceh Punya Koperasi Wanita Gayo yang Mendunia - KemenkopUKM Dukung Pembenahan Inkop Kartika TNI AD - Festival Teluk Jailolo (FTJ),Angkat Perekonomian Masyarakat Halmahera Barat - MenkopUKM: Pengembangan KUMKM Butuh Cara Baru yang Luar Biasa dengan Memanfaatkan Iptek - MenkopUKM Ungkapkan 3 Strategi Utama Tingkatkan Ekspor UMKM - KemenkopUKM Gelar FGD Pengembangan Usaha Mikro di Kawasan Wisata Mandalika - Indahnya Keberagaman pada Festival Teluk Jailolo

140 Ribu KSP Sulit Disatukan, Menteri Koperasi dan UKM Minta Askopindo Atasi Gagal Bayar

Februari 21, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA-(GLOBALNEWS.ID)-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan, koperasi simpan pinjam harus melakukan modernisasi. Caranya dengan penerapan teknologi dan transparansi, agar peningkatan pelayanan terhadap anggota semakin bagus.

“Modernisasi dan transparansi ini penting supaya koperasi bisa tumbuh kembang di era digital,” katanya seusai menerima pengurus Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo), di kantornya, Jumat (21/2).

Menurutnya, modernisasi juga sebagai langkah untuk menghadapi persaingan zaman dari financial technology. “Kalau kita tidak melakukan ini akan ditinggalkan anggota, karena koperasi untuk kegiatan usaha kalau tidak ada keuntungan di sana pasti akan ditinggalkan,” tutur Teten.

Selain itu, Menkop dan UKM minta Askopindo untuk turun tangan mengatasi koperasi gagal bayar dan mendorong agar Askopindo mengarahkan program koperasi naik kelas untuk sektor usaha skala besar masuk ke komoditi pangan, maritim dan teknologi.

Ketua Askopindo Sahala Panggabean menyatakan, selama ini ada kesan koperasi dipinggirkan. Seharusnya, kata dia, pemberdayaan koperasi bisa berjalan terus.

“Walaupun kejelekannya kita tahu. Ada koperasi yang dimainkan oknum. Misalnya Langit Biru, Cipaganti dan Indosurya yang gagal bayar. Itu karena uang anggota diinvestasikan ke jangka panjang. Tidak tepat itu,” tandas Sahala.

Ia mengakui, saat ini ada sekitar 140 ribu koperasi simpan pinjam, namun sulit untuk disatukan. “Harapan kita melalui kongres ini untuk kebulatan tekat mendorong KSP bersatu, supaya maju. Kami harus koreksi diri, agar koperasi menjadi bisnis yang bagus,” kata Sahala.
(jef)

Related For 140 Ribu KSP Sulit Disatukan, Menteri Koperasi dan UKM Minta Askopindo Atasi Gagal Bayar