Menu
Perlu Sinergi antar Pelaku Usaha dengan Regulator Agar Industri Jasa Logistik Bisa Survive - Angkasa Pura I Tetap Lakukan Investasi Namun Selektif Sesuai Kebutuhan - MenkopUKM Fokus Siapkan Koperasi Percontohan di Sektor Pangan - Agar Mampu Jadi Kekuatan Ekonomi, Koperasi Diarahkan Dikelola Secara Modern - MenkopUKM Siapkan Model Bisnis Koperasi Pangan Mirip Korporasi - Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BNI Syariah Gelar ELSYA MES Goes To Campus - Per September 2020, Realisasi Program PEN Melalui LPDB-KUMKM Capai Rp1 Triliun - Akses Pasar Terbuka Luas, KemenkopUKM Latih Pengrajin Anyaman untuk Dorong Ekspor Produk - Bank DKI Raih Penghargaan Infobank Awards 2020 - *Masalah Likuiditas Koperasi Jadi Pemicu Rush Money*

2019 Raih Laba USD 4,22 Juta , PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk Kembangkan Produk Baru

Juni 25, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-Pemegang saham PT lndopoly Swakarsa Industry (IPOL) menyetujui usulan yang diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan di Jakarta, Rabu (24/6).
Wakil Presiden Direktur IPOL Jeffrey Halim mengatakan, keputusan yang disetujui dalam rapat diantaranya adalah persetujuan Laporun Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan dari Dewan Komisaris Perseroan serta Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2019.

Jeffrey mengatakan, parseroan melaporkan bahwa laba bersih tahun 2019 adalah sebesar USD 4.222.588. Para pemegang saham telah menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 beserta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2019.

Rapat telah menyetujui pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan selama lima tahun. Berikut adalah nama Dewan Komisaris dan Direksi lPOL yang terhitung efektif mulai tanggal 24 Juni 2020.

President Direktur Henry Halim, Wakil Prasiden Direktur Jeffrey Halim, Direktur Gordon Zhao-Yu Giang, Direktur Leo Firdaus, Direktur Yenni Meilina Lie, Direktur Alexander Bustami, Direktur Sugianto Effendi, Direktur Kho Tiat Hong.

Sementara Presiden Komisaris Felielyne Halim, Komisaris Pancha Chandra, Komisaris lndependen lrawan Sasrotanojo, Komisaris lndependen Agnes Goretti.

Jeffrey menambahkan, rapat menyetujui usulan perseroan untuk merubah, menyesuaikan serta menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan ketentuan POJK Nomor 14 POJK.04/2019 tentang Parubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/ POJK.04/20I6 tantang Penambahan Modal Parusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

POJK Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Parusahan Tarbuka. POJK Nomor 6/POJK.04 2020 tantang Pelaksnaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.

Pengembangan Produk Baru

Sementara Alexander Bustami mengungkapkan produk baru perusahaan berupa Ultra High Barrier White Opaque Metalized BOPP Film. Produk ini, kata Alexander, merupakan salah satu alternatif pangganti aluminium foil. Film ini memiliki satu sisi yang berwarna putih, namun memiliki sisi metaIize yang berfungsi sebagal barrier.

Ia mengatakan, kemampuan ketahanan gas dan uap air yang sangat tinggi sehingga cocok digunakan untuk berbagai aplikasi kemasan fleksibel yang lebih sustainable. Produk ini juga bisa dlgunakan untuk mengurangi jumlah lapisan dalam kemasan flexible dalam rangka pengurangan carbon footprint.

Warna putihnya akan menghilangkan pengunaan tinta putih pada kemasan sehingga bisa mengurangi penggunaan pelarut organik pada saat proses printing.

Selain itu, kata Alexander, perusahaan menggunakan produk baru berupa BOPP Base Film for Alox Metalizing. Produk ini, kata dia, merupakan bahan dasar yang sangat cocok untuk aplikasi metaIize oksida aluminum (AIOx). Film ini didesain menggunakan material dan teknologl yang sangat unik, sehingga memungkinkan film BOPP dapat dimetalisasi dengan Alox dengan tingkat barrier yang sangat tinggi terhadap oksigen dan uap air, namun tetap mempunyai tingkat transparansi yang baik.

Dengan demikian, jelas Alexanxer, isi produk yang menggunakan kemasan dari bahan ini bisa terlihat jelas dari Iuar. Salah satu tujuan dari pengembangan produk ini adalah untuk memenuhi permintaan pasar terhadap kemasan yang Iebih sustainable, yang mana produk ini bisa didaur ulang dengan mudah bila digunakan bersamaan dengan produk lain berbahan dasar poliolefin. (jef)

Related For 2019 Raih Laba USD 4,22 Juta , PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk Kembangkan Produk Baru