Global News Indonesia
Menu
BRI Kerja Sama Srategis dengan UGM dan UNAIR, Sediakan Layanan Perbankan, Corporate Card dan Student Loan Briguna Pendidikan - Meski Sudah ada 2 Capres, Konvensi Capres SOLUSI UI Berlanjut Hingga Agustus 2018 - Kagum Proyek Padat Karya Tunai, Ini Pesan Jokowi ke Mendes - Kemenkop dan UKM Apresiasi Perusahaan yang Dirikan Koperasi - Kualitas SDM Satgas Pengawas Jadi Tolak Ukur Peningkatan Kinerja Koperasi - Triwulan I 2018, DPK BTN Melesat 23,54% - Koperasi diminta Terapkan Prinsip Keuangan Bertanggung Jawab - Menkop dan UKM Ajak Masyarakat Berkunjung ke Smesco sebagai Miniatur Produk UKM Indonesia - Pemerintah Siap Beri Kemudahan Pada Koperasi Syariah - Ditjen Pajak Gandeng BRI Optimalisasi Penerimaan Negara

50 Persen dari Target KUR 2018 sebesar Rp 120 Triliun dialokasikan ke Sektor Produktif

Desember 6, 2017 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(Globalnews.id)- Pemerintah menargetkan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 120 triliun dengan bunga diturunkan menjadi 7 persen pada 2018.

Dari target sebesar itu, 50 persen diantaranya atau Rp 60 triliun dialokasikan ke sektor produktif.” Ini sudah diputuskan di KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan-red),  adanya subsidi bunga  ini harus memberikan added value bagi UMKM,” ujar Yuana Sutyowati, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, usai membuka Gebyar Akhir Tahun KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) dengan UMKM, di Jakarta, Selasa (5/12).

Yuana mengatakan dengan menitik beratkan pada sektor produktif seperti misalnya manufaktur, agribisnis maupun pertanian, maka dampak terhadap kontribusi PDB (Produk Domestik Bruto) akan semakin besar sekaligus memberikan nilai tambah, dan penyerapan tenaga kerja.

Yuana menguraikan, segmen UMKM yang jumlahnya mencapai 59 juta, masih sangat luas untuk digarap.  “Apalagi data BI menunjukkan dari jumlah itu baru 19,1 persen yang tersentuh oleh bank, artinya masih  80,9 persen yang belum diakses perbankan,” katanya.

Deputi Pembiayaan mengapresiasi  kontrobusi yang sudah diberikan KKMB dalam membimbing dan membuat UMKM bisa bankable.”Apalagi saya dengar untuk usaha mikro, pendampingannya gratis, itu sangat saya hargai,” katanya.

Yuana berpesan, KKMB yang memiliki 14 wilayah di Indonesia, bisa bersinergi dengan para konsultan PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) yang tersebar di 51 daerah.

Lebih lanjut Yuana mengatakan, adalah penting bagi UMKM untuk melakukan penguatan kelembagaan melalui badan hukum,  baik berbentuk koperasi maupun PT. “Ini agar bargaining position bisa lebih kuat karena  memliki aspek legal,” tambahnya.

Berdayakan UMKM

Ketua DPP KKMB Nasional Bambang Suharto mengatakangebyar akhir tahun dengan UMKM ini digelar sebagai komitmen KKMB dalam memberdayakan UMKM sekalligus memperluas jaringan pemasaran UMKM.

” Perhimpunan KKMB saat ini sudah ada di 14 propinsi dengan jumlah anggota 300 orang dan akan terus bertambah baik wilayah maupun anggotanya,” jelasnya. Ke 14 propinsi itu adalah Riau, Kep Riau, Sumbar, Lampung, Banten, DKI, Jabar, DIY, Sulbar, Gorontalo dan Papua.

Mengenai kiprah KKMB, Bambang menjelaskan tahun 2016/2017, KKMB membantu menfasilitasi 2.500 IUMK (ijin usaha mikro kecil), membantu menfasilitasi sertifikat halal bagi 150 UMKM, penjualan online bagi 575 pengusaha, akses KUR bagi 470 UMKM.

Pihaknya juga akan meluncurkan pasar terintegrasi pada awal 2018 yang membantu masalah pemasaran online, pembiayaan dan konsultasi bisnis. (jef)

Related For 50 Persen dari Target KUR 2018 sebesar Rp 120 Triliun dialokasikan ke Sektor Produktif