Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Fasilitasi KUKM Potensial Ekspor untuk Ikut TEI 2018 - Koperasi Miliki Peran Strategis untuk Pemerataan Ekonomi Daerah - Indonesia Siap Edukasi UMKM dengan Fintech - BNI ITB Ultra Marathon, Momentum Cintai Kampus dengan Olahraga & Reksadana - Berperan Untuk Ekonomi Dunia yang Lebih Baik - Kemenkop dan UKM Sebut Banyak Peluang Anak Muda di Era Revolusi Industri 4.0 - Kemenkop dan UKM Ingatkan Dekopin Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Rekomendasi Hasil Kongres Koperasi - Presiden Jokowi Bersama Para Menteri Kabinet Kerja Apresiasi Kopi Solidaritas - BNI Mendapat Dukungan dari Standard Chartered, DBS, UOB dan HSBC - Bantu Korban Bencana, BNI Ajak Psikolog Beri Pertolongan Pertama Psikologi Pascabencana

9 Pelaku UKM di Padang dapat Sertifikat HKI

September 26, 2017 | koperasi dan ukm
PADANG (Globalnews.id) -Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, menyerahkan sertifikat hak atas kekayaan intelektual (HKI), yakni hak cipta dan sertifikat halal untuk sembilan pelaku  UKM di Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (26/9).
Para pelaku UKM ini mendapatkan sertifikat hak cipta dan sertifikat halal secara gratis dari Kemkop dan UKM. “Ini semua gratis, sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk UKM,” kata Puspayoga.
Puspayoga dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bergerak cepat memberikan sertifikat hak cipta untuk sejumlah UKM agar tidak ada pihak lain yang mengklaim hak cipta tersebut. Dengan memiliki sertifikat hak cipta, kata dia, maka produk usaha tersebut bisa dijual ke mana saja tanpa khawatir termasuk ke luar negeri.  “Kita tahu ada saja negara lain yang mengklaim produk kita,” kata Puspayoga.
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, ia atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Padang mengucapkan terima kasih kepada Menteri   Puspayoga, yang telah memberikan sertifikat hak cipta dan sertifikat halal   secara gratis untuk sembilan pelaku UKM di Kota Padang.    Sertifikat HKI tersebut akan mendorong pertumbuhan   UKM di Kota Padang.
Gusri Wahyuni perajin bordir kerancang motif baluik patai-patai mengungkapkan rasa senangnya mendapatkan sertifikat hak cipta.  Dia mengatakan, selama ini informasi yang diperoleh bahwa motif bordir tidak bisa mendapat sertifikat hak cipta. “Ternyata selama ini saya dapat informasi yang salah. Fasilitas hak cipta gratis dari Kemenkop UKM ini sangat membahagiakan kami sebagai IKM bordir,” kata Gusri.
Gusri mengatakan setelah mendapat  sertifikat hak cipta, dia optimistis bordir kerancang bermotif baluik patai-patai tidak akan ada yang bisa meniru. Ini akan menguntungkan usahanya, karena dia merupakan satu-satunya yang memproduksi motif tersebut.  Dia juga yakin, produksi bordirnya juga akan meningkat yang saat ini masih memproduksi 2 kodi per bulan.  Gusri berencana memperluas pemasarannya sampai ke daerah lain di luar Sumbar.
Wirta Zanur pengusaha warung Rendang Umi Awak yang menerima sertifikat halal mengatakan sangat senang dapat bantuan sertifikat gratis. Sertifikat halal sangat dibutuhkan untuk menjamin kehalalan  produk makanan yang mereka sajikan.  Dia juga mengapresiasi  Kemenkop UKM karena mengurus mengurus sertifikat prosesnya cepat dan dibantu dari  Kementerian.
“Prosesnya cuma sekitar satu bulan, mulai dari isi formulir dan tim survey datang ke dapur kami, melihat bahan baku daging yang kami pakai,” kata Wirta.   (jef)

Related For 9 Pelaku UKM di Padang dapat Sertifikat HKI