Global News Indonesia
Menu
Menkop dan UKM Teten Dorong 3,5 Juta Warung Masuk dalam Wadah Ekosistem - Menkop dan UKM Teten Masduki Dorong Warung Tradisional untuk Bisa Survive dan Naik Kelas - Kemenkop dan UKM Dorong Pertumbuhan "One Pesantren One Product" - Menkop UKM Ajak ISMI Wujudkan UMKM Naik Kelas - Stafsus Presiden Siapkan Program Upskilling UMKM Anak Muda dan Kaum Ibu Meekar - Web Series 'Percaya Ini Rindu', Literasi Asuransi BRI Life di Medsos Sasar Generasi Milenial - Wujud Kepedulian Sosial, Mitratel Bangun Fasilitas Air Bersih di Sragen - Penilaian Juri dan Survei: BNI Perusahaan yang Sangat Dipercaya - Blibli Sinergi dengan Pemerintah Adakan Pelatihan UKM Naik Kelas - Lucu, Sudah Masuk Revolusi Industri 4.0 Masih Impor Cangkul

Anggaran UMKM 18 K/L Bakal Dikonsolidasikan ke Kemenkop dan UKM

November 11, 2019 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBLNEWS.ID) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan anggaran pembiayaan UMKM yang selama ini tersebar di 18 kementerian/lembaga akan diupayakan untuk dikonsolidasikan di kementerian yang dipimpinnya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Prasiden Joko Widodo dengan tema Pemberdayaan UMKM di Kantor Presiden Jakarta, Senin (11/11) mengatakan, Presiden telah meminta Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan seluruh kementerian terkait untuk mengkonsolidasikan anggaran pembiayaan UMKM.

“Presiden telah meminta ke Menkeu, Menteri BUMN, dan kepada seluruh menteru karena pembiayaan pemberdayaan UMKM selama ini nyebar di 18 kementerian,” katanya.

Teten pun secara khusus diminta untuk menyiapkan roadmap dan rencana strategi karena nantinya anggaran pemberdayaan tersebut akan dikonsolidasikan di Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kami sedang menyiapkan renstra dan roadmap pengembangan UMKM,” kata Teten.

Menurut dia, pembinaan UMKM menjadi sangat penting terutama karena Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar dilakukan perekrutan sebanyak-banyaknya tenaga ahli untuk disebar ke sentra-sentra UMKM di seluruh Indonesia.

Mereka nantinya akan ditugaskan untuk melakukan pendampingan secara end to end kepada UMKM dari mulai merencanakan usaha, pengemasan, hingga pemasaran produk.

“Model seperti ini banyak dilakukan di banyak negara,” katanya.

Presiden juga meminta agar UMKM fokus ke sektor produksi dan kemudian bisa naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi.

“Presiden meminta saya untuk mengembangkan bisnis model di berbagai sektor unggulan yang berorientasi ekspor dan produk substitusi impor sebagai akselerasi bagi pertumbuhan UMKM,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya berupaya untuk membangun kelembagaan UMKM yang sebagian besar merupakan usaha perorangan sehingga kemudian memiliki sistem produksi yang terintegrasi di sentra-sentra.

“Dengan begitu soal perizinan, pembiayaan bisa lebih mudah karena dilakukan kolektif, bisa juga factory sharing untuk permesinan modern sehingga daya saing UMKM meningkat,” kata Teten.(jef)

Related For Anggaran UMKM 18 K/L Bakal Dikonsolidasikan ke Kemenkop dan UKM