Global News Indonesia
Menu
UMKM Perlu Branding yang Berkelanjutan dan Masif - BNI Tennis Open 2019 Siap Dimulai, Ajang Pemanasan Pemain Pelatnas Sebelum Sea Games Manila - KEJAR PSAK 71, BTN PERTEBAL PEMBENTUKAN CKPN - Menkop dan UKM Teten Masduki Ungkap Lima Masalah yng Sering Hambat Perkembangan UMKM - Kemenkop dan UKM Siap Dampingi Tasik Menjadi Kota Industri Kreatif UMKM - Ponpres Dinilai Strategis untuk Bangun ekonomi Umat - 2020 Suku Bunga KUR Turun Jadi 6 Persen, Plafon Kredit Naik Jadi Rp 190 Triliun - Koperasi Wadah Tepat Bentengi Perekonomian Nasional dari Kapitalisme - Anggaran UMKM 18 K/L Bakal Dikonsolidasikan ke Kemenkop dan UKM - Menkop dan UKM Sebut Sektor KUKM Diintegrasikan dalam Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja

Anti Ribet, Bank DKI Wujudkan Digital Island di Kepulauan Seribu

September 25, 2019 | ekbis

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI Babay Parid Wasdi menyaksikan pengguna KJP di Jakgrosir Kepulauan Seribu

KEPULAUAN SERIBU:(GLOBALNEWS.ID)-Masyarakat yang saat ini sudah mulai melek teknologi menjadikan gaya hidup juga bergeser, salah satunya melalui penggunaan layanan perbankan. Kehadiran digital banking juga menawarkan kelebihan lain sehingga membuat transaksi keuangan menjadi lebih cepat, aman, nyaman, dan mudah. Hal ini yang coba diwujudkan Bank DKI bersama Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan Digital Island pada ranah transaksi keuangan di Kepulauan Seribu.

Pada tanggal 22 September 2019, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Jakgrosir yang di dukung oleh Bank DKI dan Perumda Pasar Jaya di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu. Beliau mengatakan, “masalah yang selama ini dihadapi masyarakat Kepulauan Seribu adalah harga bahan kebutuhan pokok lebih mahal dibanding daratan Jakarta karena biaya transportasi yang tinggi.Dengan adanya Jakgrosir, ia berharap masalah disparitas harga dapat dituntaskan,

”Program Digital Island coba di wujudkan Bank DKI melalui penyediaan sistem pembayaran cashless di JakGrosir yang merupakan fasilitas perkulakan pertama di Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi mengatakan, “Untuk mewujudkan digital island di Pulau Seribu, Bank DKI menyediakan fasilitas Electronic Data Capture (EDC) sebagai solusi pembayaran non tunai menggunakan kartu ATM untuk berbelanja serta menikmati harga +/- 30% lebih murah di banding sebelum kehadiran JakGrosir dan Bank DKI. Para pemegang kartu KJP Bank DKI, Lansia, Kartu Pekerja, PHL/PPSU juga dapat menikmati barang kebutuhan pokok lebih murah”.

Dengan kehadiran JakGrosir dan Bank DKI, masyarakat Kepulauan Seribu akan lebih terlayani dan menikmati harga yang sama dengan harga di Jakarta. Lebih rendahnya harga suplai barang yang diterima oleh pedagang diharapkan diikuti dengan harga yang lebih murah dan stabil di tingkat konsumen.

Untuk mendukung transaksi keuangan para pedagang Perumda Pasar Jaya di JakGrosir, Bank DKI juga menyediakan produk Tabungan Monas Bisnis Perkulakan. Melalui Tabungan Monas Bisnis Perkulakan, para pedagang di lingkungan Perumda Pasar Jaya memiliki kemudahan untuk bertransaksi di Perumda Pasar Jaya seperti JakGrosir dan Mini DC Perumda Pasar Jaya. Selain itu, para pedagang juga memiliki kemudahan untuk mendapatkan pinjaman dari Bank DKI untuk modal usaha dalam bentuk fasilitas aflopend ataupun Pinjaman Rekening Koran.

Sebagai informasi, Bank DKI bersama dengan Pemprov DKI Jakarta telah memiliki program Digital Island di Kepulauan Seribu yaitu program inklusi keuangan untuk membudayakan cashless transaction masyarakat Kepulauan Seribu. Pada program ini, Bank DKI menyediakan 86 mesin EDC di 8 pulau, 300 merchant JakOne Mobile, 12 agen Laku Pandai serta 11 mesin ATM di 7 Pulau. Harapannya, masyarakat Kepulauan Seribu maupun pengunjung wisatawan di mudahkan dalam bertransaksi pada layanan perbankan.(jef)

tags:

Related For Anti Ribet, Bank DKI Wujudkan Digital Island di Kepulauan Seribu