Global News Indonesia
Menu
Dua Tahun, Kerugian Ekonomi Akibat Pengendalian Impor Jagung Capai Rp52,16 Triliun - Peringati Hari Sampah, BNI Jadi Pionir Sustainable Financing - Produk Hasil Koperasi dan UKM Akan Berkembang Bila Pariwisata Maju - Impor Jagung Memang Turun, Namun Impor Gandum Naik - Kemenkop dan UKM Dukung Target Kunjungan 1 Juta Wisman ke Danau Toba - Menkop dan UKM Dorong Industri Jasa Boga Lestarikan Kuliner Tradisional - Hadapi Revolusi Industri 4.0 Menhub Dorong Revitalisasi Badan Litbang Perhubungan - Ajukan BNI Griya Kini Lewat Online, Ngak Pake Ribet - Kemenkop dan UKM Lakukan Sinergitas Kegiatan Pemulihan UMK Pasca Bencana di Provinsi NTB dan Sulteng - Lewat Reuni Akbar BNI Trisakti Festival Connect 2019, BNI Ajak Alumni Guyub & Melek Produk Bank

Aset Tumbuh 11,56%, NPL Bank DKI Terus Membaik

April 30, 2018 | ekbis

JAKARTA:(Globalnews.id)- Kinerja keuangan Bank DKI di kuartal I 2018 tercatat meningkat positif. Hal itu ditandai dengan total aset Bank DKI yang tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 11,56% dari Rp45,92 triliun per Maret 2017 menjadi sebesar Rp51,22 triliun per Maret 2018. Pertumbuhan total aset tersebut didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank DKI yang tumbuh 17,17% dari Rp33,33 triliun per Maret 2017 menjadi Rp39,05 triliun per Maret 2018.

Adapun komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut terdiri dari simpanan Giro dan Tabungan per Maret 2018 yang tercatat masing-masing sebesar Rp8,06 triliun dan Rp6,38 triliun, sedangkan simpanan dana pada Deposito tercatat sebesar Rp24,60 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (30/04).

Selain Aset dan Dana Pihak Ketiga, Bank DKI juga terus memperbaiki rasio NPL dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Per Maret 2018, NPL Gross Bank DKI tercatat 4,08%, jauh membaik dari periode Maret 2017 sebesar 5,37%. NPL Nett Bank DKI per Maret 2018 menjadi 2,58% dari 2,86% per Maret 2017.

Membaiknya rasio NPL tersebut didorong dengan upaya perbaikan proses kredit untuk memastikan penyaluran kredit dilakukan secara prudent. Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakan SOP, penataan kewenangan memutus kredit sesuai dengan prinsip four eyes principles, sentralisasi proses analisa dan administrasi kredit, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang perkreditan. Selain itu, Bank DKI juga melakukan penagihan kredit secara intensif, lelang eksekusi, pengambilalihan agunan dan restrukturisasi kredit.

Penyaluran kredit juga menunjukkan pertumbuhan dari Rp24,27 triliun per Maret 2017 menjadi 25,41 triliun per Maret 2018 atau tumbuh sebesar 4,70%. Pertumbuhan kredit yang signifikan terjadi pada sektor mikro dan korporasi, dimana penyaluran kredit mikro tumbuh signifikan sebesar 58,76% dari Rp325,16 miliar per Maret 2017 menjadi Rp516,24 miliar per Maret 2018.

Sedangkan  penyaluran kredit korporasi mengalami pertumbuhan sebesar 36,34% dari Rp2,95 triliun per Maret 2017 menjadi Rp4,02 triliun per Maret 2018. Berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan tersebut telah berhasil mendorong pencapaian laba per Maret 2018 yang tercatat sebesar Rp167,42 milyar.

Inovasi Menuju Digital Banking

Untuk menjawab tuntutan masyarakat akan transaksi keuangan yang cepat dan modern, Bank DKI melakukan berbagai inovasi menuju digital banking, salah satu diantaranya melalui produk JakOne Mobile. JakOne Mobile merupakan aplikasi layanan keuangan digital yang terdiri mobile banking dan mobile wallet dan dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari.

Dalam penyaluran kredit UMKM, Bank DKI juga memberikan layanan cash pick up dengan mobile collection yang bertujuan untuk memberikan kemudahan karena setiap angsuran yang disetorkan akan memiliki struk tanda terima yang sah dan tercatat pada sistem Bank DKI.(jef)

tags:

Related For Aset Tumbuh 11,56%, NPL Bank DKI Terus Membaik