Global News Indonesia
Menu
Djakarta Lloyd Berangkatkan 500 Pemudik Gratis - Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran Railink - Berangkatkan 12 Ribu Nasabah, BRI Life Beri Ketenangan Perjalanan Mudik - 12.200 Orang Ikut Dalam Program Mudik Bareng BRI - Direksi BNI Kunjungi Karyawan di Outlet yang Buka Saat Libur Lebaran - Sambut Lebaran 2018 dan Tahun Ajaran Baru, BNI Bagikan 7.200 Paket Santunan Anak Yatim - Mudik Gratis Bareng BUMN 2018, BNI Bersinergi dengan Garuda dan KAI Angkut 1.250 Pemudik - BRI Jalin Kerjasama Pembiayaan Rumah Bagi Anggota POLRI - Bank DKI Raih Penghargaan The 1st Trendsetter e-Money dari Infobank - Jiwasraya Berangkatkan 1000 Pemudik Gratis

Belilah Batik sebagai Wujud Komitmen Lestarikan Budaya Leluhur

Oktober 2, 2017 | koperasi dan ukm
BEKASI(Globalnews.id)-Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram menghimbau masyarakat untuk membeli batik sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab melestarikan  warisan budaya yang diakui UNESCO pada 2 Oktober 2009 itu, sekaligus memajukan industri batik.
“Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober ini, tak cukup dengan hanya mencintai produk dalam negeri saja khususnya batik, namun belilah sebagai wujud komitmen dan tangungjawab melestarikan budaya leluhur sekaligus memajukan industri batik khususnya yang diproduksi UKM,” kata Agus Muharram, usai membuka pameran Batik & Crafts yang digelar ISMEA (Indonesian Small Medium Enterprises Association), di Grand Galaxy Park, Bekasi, Senin (2/10).
Agus menjelaskan, batik (tulis dan cap) sebagai warisan leluhur, awalnya berkembang dari pesisir utara Jawa, lalu menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, yang motifnya disesuaikan dengan budaya setempat.
Kemenkop dan UKM sendiri berupaya melestarikan warisan leluhur itu dengan cara antara lain menyediakan galeri batik di SMESCO dimana ragam batik dari seluruh Nusantara, ada dan dijual ke masyarakat.
“Untuk industri batiknya, Kemenkop dan UKM siap memfasilitasi hak cipta, merek, sampai akta koperasi secara gratis bagi kelompok usaha batik yang mau mendirikan koperasi,” tambahnya.
Agus juga menghimbau kepada Mall / pusat perbelanjaan untuk menyediakan pojok UKM, agar para pengrajin batik dan produk UKM lainnya bisa memasarkan produknya. ” Tak harus tiap hari, namun dalam saat-saat tertentu dan sifatnya tematik,” tambahnya.
Bangga Batik
Ketua Umum ISMEA Endang Rudiatin mengatakan event ini merupakan ajang pertemuan produsen dan konsumen batik untuk lebih mengenal batik. Tujuannya agar muncul kebanggaan akan batik sebagai warisan seni dan budaya.
“Sekarang ini masyarakat baru memiliki kesenangan, dan kebiasaan, belum sampai pada tahap kebanggaan dalam mengenakan busana batik,” katanya.
Pameran produk batik & crafts ini diikuti 24 peserta yang menyajikan berbagai ragam dan motif batik dari Ngawi, Lasem, Cirebon Lamongan, Bekasi, Tangerang dan Yogyakarta.
Sementara itu Junaidi, staf ahli Walikota Bekasi mengatakan, pemkot Bekasi sudah mengeluarkan peraturan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun pelajar di Bekasi, untuk menggunakan batik pada saat tertentu.
“Di Bekasi, batik yang dikembangkan ada lima kategori yaitu batik flora, fauna, sejarah, budaya dan batik terang. Pemkot sudah menyiapkan 12 motif untuk keperluan itu,” katanya.
Pihaknya juga menyiapkan sentra-sentra batik Bekasi, yang nantinya menjadi pusat industri dan penjualan batik di Bekasi. (jef)

Related For Belilah Batik sebagai Wujud Komitmen Lestarikan Budaya Leluhur