Global News Indonesia
Menu
Pelayaran Perdana Angkutan Jarak Jauh Lintas Jakarta-Surabaya diresmikan - UKM Manufaktur Indonesia Dapat Pendampingan dari Ahli Korea Lewat Program TASK - KIAT - Tingkatkan Faktor Keselamatan, Ditjen Hubdat Laksanakan Ramp Check Secara Periodik - Menkop dan UKM Puspayoga Beri Penghargaan pada 21 UKM Inspiratif - Ikut Pameran di Korea, Koperasi Kopi Indonesia Sukses Jaring Buyer Mancanegara dan Transaksi Awal Rp 1,9 Miliar - Opsi Revitalisasi Jalur KA Semicepat JKT-SBY diputus Maret 2018 - Dirjen KA Kemenhub Optimis Target Serapan Anggaran 2017 Tercapai - HP Bisa Jadi Sarana Tepat Bagi Pemasaran Produk Secara Online - Kemenkop dan UKM Arahkan Koperasi Ritel Bentuk Holding Distribusi Centre - Menteri Puspayoga: UMKM Kuliner Agar Miliki Hak Merek Hak Cipta

Berdayakan Warung, Distribusi Sembako Bisa Lebih Efisien

October 25, 2017 | koperasi dan ukm

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram memberikan sambutan dan membuka acara Gelar 1000 Agen Sembako yang digelar oleh Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) dan Sahabat Usaha Rakyat (Sahara), Jakarta, Rabu (25/10/2017). Turut hadir dalam acara tersebut Wagub DKI Sandiaga Uno, Ketua Umum Inkowapi, Sharmila dan Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Jakarta Utara, Arfian.

JAKARTA: Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram, menyambut baik dan memberikan apresiasi pada Inkowapi (Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia) yang melalui Sahara (Sahabat Usaha Rakyat) meluncurkan program “Gelar 1.000 Agen Sembako”.
“Kami menyambut baik dan mendukug sepenuhnya kegiatan Sahara dengan 1.000 agen sembako, dan berharap gerakan ini semakin luas, misalnya tahun depan bisa jadi 10 ribu agen sembako,” ujar Agus Muharram, usai meluncurkan Gelar 1.000 Agen Sembako, di Jakarta, Rabu (25/10).
Hadir dalam acara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Ketua Umum Inkowapi, Sharmila, Kasudin Koperasi UKM dan Perdagangan Jakarta Utara, Arfian, perwakilan Kadin, Puskowapi sejumlah provinsi, dan Asosiasi Usaha Menengah Indonesia (AUMI).
Agus berpesan, untuk bisa memperluas chanelling gerakan ini, mesti memanfaatkan teknologi online atau e-commerce.
“Pasalnya UKM tanpa IT akan tertinggal. Sekarang, tanpa ruang waktu, jarak, bisnis bisa dilakukan dengan menggunakan  e-commerce,” katanya.
Selain itu, kerjasama chanelling dengan pihak lain juga perlu diinisiasi. Misalnya melakukan penjajakan dengan Pertamina dimana  pojok SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) bisa dimanfaatkan sebagai pusat distribusi sembako. Berbagai pelatihan juga harus dilakukan agar pemilik warung sembako mulai kenal dengan manajemen dan pengeĺolaan arus kas dengan baik.
Lebih lanjut Agus Muharram mengatakan, dari sisi pembiayaan, Kemenkop dan UKM memiliki sejumlah program diantaranya dengan menfasilitasi Wirausaha Pemula (WP) pada 2018 dengan modal maksimum Rp 13 juta bagi 1.700 WP yang memenuhi persyaratan.
Selain itu, LPBD-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) juga akan menfasilitasi WP yang sudah berjalan minimal 2 tahun dengan plafon pinjaman maksimal Rp 50 juta dengan bunga 4,5 persen. Juga ada fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dimana suku bunganya direncanakan turun menjadi 7 persen pada tahun depan.
Gandeng Distributor Besar
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berharap program Gelar 1.000  Agen Sembako yang diinisiasi Inkowapi dan Sahara ini,  akan menjadi lembaran baru di setiap kecamatan di Jakarta.
“Kita akan berdayakan khususnya ibu-ibu. Pemprov akan bekerjasama dengan distributor besar untuk bisa mendapatkan alokasi harga barang-barang pokok yang bisa disalurkan melalui jaringan distribusi warung ini,” kata Sandiaga Uno.
Wagub mengatakan, jaringan yang kuat adalah modal untuk mendapatkan akses pasar yang baru.
“Dan hari ini kita lihat ada seribu lebih agen sembako yang saya optimis akan terus bertambah,” ujar Sandiaga.
Dalam hal pengendalian harga-harga sembako, Pemprov DKI akan bekerja bersama tim TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) untuk memastikan inflasinya khususnya dari faktor sembako ini, tetap  terjaga.
Lebih Murah
Ketua Umum Inkowapi, Sharmila mengatakan kegiatan Inkowapi selama ini membina para pengusaha perempuan baik mikro kecil dan menengah.
“Kami melihat potensi besar dari warung-warung sembako yang dikelola ibu-ibu, karena itu melalui Sahara (Sahabat Usaha Rakyat) kami tergerak melakukan sesuatu yang baru,” katanya.
Apa itu? selama ini warung-warung sembako itu jalan sendiri-sendiri, tanpa adanya kumpulan/organisasi atau koperasi. Akibatnya, pembelian barang yang mereka lakukan menjadi lebih mahal.
Ia memberi contoh, sebelum tergabung dalam koperasi, ibu-ibu membeli gula dari agen seharga Rp 13.000/kg, setelah menjadi anggota koperasi dan pembelian dilakukan kolektif, harganya pun lebih murah menjadi Rp 11.700 /kg.
“Selisihnya lumayan, dan itu menjadi daya tarik sehingga ibu-ibu banyak tertarik untuk bergabung,” katanya.
Sahara, selain mengakomodasi pembelian bahan sembako, juga menyediakan layanan penjualan bersama dan pembiayaan bersama. Sembako Sahara juga sudah bisa diakses melalui playstore.
(jef)

Related For Berdayakan Warung, Distribusi Sembako Bisa Lebih Efisien