Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Fasilitasi KUKM Potensial Ekspor untuk Ikut TEI 2018 - Koperasi Miliki Peran Strategis untuk Pemerataan Ekonomi Daerah - Indonesia Siap Edukasi UMKM dengan Fintech - BNI ITB Ultra Marathon, Momentum Cintai Kampus dengan Olahraga & Reksadana - Berperan Untuk Ekonomi Dunia yang Lebih Baik - Kemenkop dan UKM Sebut Banyak Peluang Anak Muda di Era Revolusi Industri 4.0 - Kemenkop dan UKM Ingatkan Dekopin Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Rekomendasi Hasil Kongres Koperasi - Presiden Jokowi Bersama Para Menteri Kabinet Kerja Apresiasi Kopi Solidaritas - BNI Mendapat Dukungan dari Standard Chartered, DBS, UOB dan HSBC - Bantu Korban Bencana, BNI Ajak Psikolog Beri Pertolongan Pertama Psikologi Pascabencana

Bisnis Koperasi Disarankan Adopsi Strategi Pengembangan Kewirausahaan

April 17, 2018 | koperasi dan ukm
JAKARTA: (Globalnews.id) – Bisnis koperasi disarankan mengadopsi strategi pengembangan kewirausahaan dalam konteks internal dan eksternalnya dengan melibatkan pendekatan ACT yakni “Affordable, Creativity, Technology”.
       Kepala Bagian Data Kementerian Koperasi dan UKM Catur Susanto di Jakarta, Senin, mengatakan perlunya menerapkan pola pendekatan strategi membangun bisnis koperasi di era modern dengan mengembalikan secara mendasar bahwa organisasi dan usaha koperasi merupakan dari, oleh, dan untuk anggota berdasar konsep kewirausahaan.
       “Sebagai entitas bisnis di tengah-tengah persaingan yang semakin kompetitif usaha koperasi harus secara cepat mengadaptasi berbagai perubahan lingkungan internal maupun ekternal global yang berkembang sangat dinamis,” katanya.
       Ia pun menyarankan dilakukannya reformulasi strategis bisnis koperasi yang mencoba mengkolaborasikan strategi pengembangan kewirausahaan dalam konteks internal dan eksternal koperasi melalui pendekatan ACT.
       Menurut dia, hal ini sangat relevan dengan bergulirnya Program Reformasi Total Koperasi Melalui Kewirausahaan melalui Reorientasi, Rehabilitasi, dan Pengembangan Koperasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.”Secara definisi operasional pendekatan tersebut dapat diuraikan dalam sisi keterjangkauan, kreativitas, dan teknologi,” katanya.
       Ia berpendapat, bisnis koperasi pada dasarnya sangat sederhana, dengan menitikberatkan dan fokus pada kebutuhan utama anggota merupakan pondasi dasar bagi kekuatan koperasi sehingga ada beberapa hal yang perlu menjadi prioritas sebagai pengelola koperasi dengan beberapa langkah.
       Langkah tersebut meliputi menyesuaian bisnis dengan potensi koperasi, keterjangkauan oleh anggota dan masyarakat sekitar, kemudahan mendapatkan bahan baku, dan mengembalikan sasaran pemasaran keanggotaan.
      Sementara dalam hal kreativitas, kata Catur, koperasi dapat memulai usaha dengan sesuatu yang diminati anggota, mengamati tren yang berkembang, berpikir “out of the box”, hingga mereview kegagalan koperasi lain.”Sedangkan dari sisi teknologi koperasi dapat memanfaatkan untuk hal pengembangan e-commerce, promosi melalui sosial media, dan berkomunikasi dengan anggota sebagai costumer,” katanya.
      Catur menekankan bahwa bisnis koperasi, setiap saat dan setiap waktu harus selalu mampu menyesuaiakan diri sehingga anggota sebagai “captive” market koperasi akan semakain kuat dan tangguh dalam mengelola segmen pasar utamanya yaitu anggota koperasi serta mampu menjaring anggota- anggota baru untuk bisa tertarik masuk menjadi koperasi. (jef)

Related For Bisnis Koperasi Disarankan Adopsi Strategi Pengembangan Kewirausahaan