Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Targetkan Beri Bantuan Dana pada 2.500 WP di 2019 - 60 Persen dari Rp 140 Triliun Untuk Sektor Produktif, Tantangan Bagi Penyalur KUR 2019 - BNI Nikmati Peningkatan Transaksi e-Channel - Pekerja MInyak Asal Minang, Buka Warung Padang "Rendang and Co" di AS - Industri Kreatif Perfilman Kini MUlai Berbadan Hukum Koperasi - Presiden Pimpin Gerakan Kawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 di Garut, Jawa Barat - LPDB KUMKM Siap Menyalurkan Dana ke Lembaga Keuangan Desa - ​ Kemenkop dan UKM Masih Layani Pendaftaran Koperasi Baru Sampai 1 Maret 2019 - BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan

BNI dan Mandiri Fokus Percepat Pembangunan HUNTARA di Sigi

Oktober 20, 2018 | ekbis

BNI dan Bank Mandiri fokus pada percepatan pembangunan 400 Hunian Sementara (Huntara) di Desa Lolu dan Desa Sibalaya yang terletak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tidak hanya itu, BNI dan BUMN lain juga bersinergi untuk membangun fasilitas penunjang hidup lainnya seperti Ruang Kelas Sementara (RUKATARA), MCK, Fasilitas Air Bersih (Sumur Bor) di Sulawesi Tengah.

SIGI SULTENG:(Globalnews.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) fokus pada percepatan pembangunan 400 Hunian Sementara (Huntara) di Desa Lolu dan Desa Sibalaya yang terletak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Tidak hanya rumah berupa hunian sementara ini yang dilakukan untuk meringankan beban korban bencana di Sulawesi Tengah, BNI dan BUMN lain juga bersinergi untuk membangun fasilitas penunjang hidup lainnya seperti Ruang Kelas Sementara (RUKATARA), MCK, Fasilitas Air Bersih (Sumur Bor) di Sulawesi Tengah.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan hal tersebut di Jakarta, Jumat (19 Oktober 2018). Kiryanto menyebutkan, Sigi sempat menjadi kawasan terisolir sehingga aliran bantuan lebih sulit disampaikan ke kawasan tersebut. Untuk itu, BNI dan Mandiri bertindak cepat membawa bantuan yang mampu menjadi tempat tinggal sementara korban bencana gempa, tsunami, dan pergerakan tanah (liquifaksi) pada 28 September 2018 itu.

Pada saat bersamaan, BNI juga memastikan pelayanan perbankan terhadap masyarakat di kawasa bencana dapat diberikan secara maksimal. Hingga saat ini, sebanyak 17 kantor cabang dan kantor cabang pembantu di Palu, Parigi, dan Donggala telah kembali beroperasi. Untuk tetap memberikan layanan prima, BNI mengerahkan tenaga frontliners dari area Jakarta untuk melayani nasabah di daerah yang terkena bencana. Layanan tersebut juga didukung oleh 97 ATM yang telah kembali online dan 4 unit BNI Layanan Gerak (BLG) yang dikerahkan.

“Bekerja sama dengan BUMN, BNI berkomitmen untuk mempercepat pemulihan keadaan di daerah bencana, salah satunya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tidak hanya kebutuhan akan tempat berlindung, MCK, air minum, dan layanan perbankan, BNI mengirimkan relawan dari kaum milenial untuk membantu penyaluran bantuan ke daerah bencana,” ujar Kiryanto.

Melalui stafnya yang memiliki latar belakang psikologi, BNI juga menggelar Trauma Healing dan Mental Recovery untuk menghibur anak-anak para korban bencana. Selain itu, BNI telah mendirikan Posko Kesehatan Gratis dan Dapur Umum di Posko BNI, membagikan air bersih, menyediakan 1.000 nasi bungkus per hari, air mineral, dan makanan instan. (jef)

tags: ,

Related For BNI dan Mandiri Fokus Percepat Pembangunan HUNTARA di Sigi