Menu
Miliki Varian Beragam dengan Harga Terjangkau, Daging Merah Australia Sasar Pasar Menengah keatas - KemenKopUKM Siap Bawa Galendo, Makanan Khas Ciamis Perluas Pasar Hingga Mancanegara - Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Vokasional Usaha Mikro di Sektor Perikanan dan Peternakan - UNAIDS Dukung Kelompok Marjinal Indonesia Bangkit dari Dampak Pandemi - Gelar Sosialisasi PP No. 7 Tahun 2021, KemenKopUKM Ajak Pelaku UKM dan Koperasi di Ciamis Berdaya Saing - KemenKopUKM dan Komisi VI DPR RI Sinergi Gelar Temu Bisnis Pedagang Pasar Kabupaten Sukoharjo - Kominfo dan MUI Ajak Masyarakat Papua Bangkit dari Pandemi - Karpet Merah bagi Pelaku UMKM untuk Ikut Pengadaan Barang Jasa Pemerintah - Menko Perekonomian Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Lombok Jelang Perhelatan WSBK 2021 - Lewat Kelas Mengajar Online Sesi III, Kemkominfo dan Kemendikbud Ristek Ajak Pendidik Menjadi Content Creator

BNI Fokus Pemberdayaan UMKM GoDigital

Oktober 29, 2020 | ekbis

Jakarta:(Globalnews.id)- Siapapun yang berniat memulai sebuah bisnis dari awal, sepertinya layak memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terhadap para pelaku usaha kecil. BNI tengah menjalankan serangkaian program terintegrasi yang diharapkan dapat membawa pelaku usaha kecil, yang sedang merintis bisnisnya dari embrio, hingga kemudian berkembang menjadi pelaku usaha sukses yang berorientasi ekspor.

BNI membagi dua kelompok Program Pemberdayaan UMKM nya. Pertama, Program Pendampingan bagi UMKM dalam pengembangan usahanya. Kedua, Program Pembiayaan. Pada Program Pendampingan, BNI selalu menyertai pelaku usaha kecil sejak tahapan Peningkatan Kapasitas Produksi, berlanjut pada tahap pengembangan Nilai Tambah pada Produk dan Jasa UMKM, hingga akhirnya sanggup Menjangkau pasar Ekspor.

Adapun pada Program Pembiayaan, BNI siap dengan bantuan berskema CSR dan Program Kemitraan (ketika mereka masih Unfeasible dan Unbankable), lalu naik kelas menjadi Kredit Usaha Rakyat atau KUR (saat sudah feasible namun Unbankable), hingga akhirnya layak menjadi penerima kredit komersial (ketika pengusaha sudah feasible dan bankable). Tidak berhenti di pembiayaan, BNI juga fokus dalam mempertemukan UMKM binaan BNI dengan potential buyer baik dari Nasabah Menengah maupun Korporasi BNI sehingga tercipta value chain yang saling menguntungkan.

BNI mengajak pihak lain yang memiliki misi yang sama untuk membangun sebuah ekosistem pendukung UMKM agar mampu berkembang, baik start up, e-commerce, maupun fintech. Langkah ini dilakukan untuk mempertajam upaya digitalisasi UMKM sehingga mereka mampu mengakses pasar lebih luas lagi. Selain itu, di sektor produksi, BNI juga menggandeng mitra strategis dari kalangan start up untuk membentuk klaster-klaster spesifik berdasarkan produk yang dikembangkan, seperti program smartfarming dan klaster pertanian uggulan bekerjasama dengan RiTx, Agrosolutions, Agree serta klaster perikanan bekerjasama dengan Aruna, FishON, dan FisTX.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan BNI siap mendampingi UMKM untuk melalui masa sulit ini,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto di Jakarta, awal pekan ini.

Setelah membawa UMKM menjadi Go Digital, tahap selanjutnya adalah membawa UMKM tersebut menjadi layak untuk GoEkspor. Para UMKM terpilih akan melalui rangkaian seleksi, mulai dari kurasi produk, kemudian masuk ke tahapan inkubasi dimana pelaku usaha diberi kesempatan untuk menjelaskan keunggulan produknya dan menyempurnakan konsep produknya. Kemudian, jika memungkinkan akan masuk ke tahap Scalling Up antara lain untuk memberikan modal kerja dari BNI agar UMKM dapat memperluas pasar, meningkatkan produksi, dan melakukan diversifikasi produk. Setelah itu, pelaku UMKM yang layak ekspor akan diajak memanfaatkan kantor-kantor cabang BNI di luar negeri untuk memperkenalkan produk-produk unggulannya kepada calon pembeli asing.

BNI memiliki pengalaman dalam membantu ekspor pelaku usaha asal dalam negeri. Saat ini, BNI mengangkat 250.000 UMKM untuk melek digital. BNI juga telah turut membantu 21,38% dari volume ekspor Indonesia. Selain itu BNI juga aktif menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR juga menjadi salah satu kredit yang diprioritaskan dalam program penempatan dana pemerintah.

Hingga akhir September 2020, BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp 15,05 triliun dan tersebar untuk 170.569 debitur. KUR BNI ini tersalurkan pada berbagai sektor, antara lain ke sektor pertanian sebesar maksimal Rp 3,95 triliun; sektor perdagangan Rp 7,37 triliun; sektor jasa-jasa Rp 2,44 triliun; serta untuk sektor industri pengolahan senilai Rp 1,08 triliun.(Jef)

tags:

Related For BNI Fokus Pemberdayaan UMKM GoDigital