Menu
Komitmen KemenkopUKM Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Warteg untuk Tingkatkan Produktivitas Usaha - Tahun 2021, LPDB-KUMKM Juga Fokus Kembangkan Koperasi Syariah - MESKI PANDEMI, KINERJA 2020 PELINDO 1 TETAP POSITIF - SEMARAK HUT KE-71, BTN GELAR LOMBA KARYA TULIS DAN FOTO JURNALISTIK BTN siapkan hadiah total sebesar Rp171 juta - 2021, LPDB-KUMKM Dampingi Koperasi Potensial Melalui Inkubator Wirausaha - Sriwijaya Air Dampingi Keluarga Penumpang Tabur Bunga di Lokasi Musibah SJ-182 - LPDB-KUMKM Bantu Koperasi Bertahan di Masa Pandemi - MenKopUKM Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM agar Pasar Ekspor Meningkat - KemenKopUKM Fokus Kembangkan Enam Program pada 2021 - AKTIF DI PERGAULAN INTERNASIONAL, KEMENHUB HADIRI PORT STATE CONTROL COMMITTEE MEETING KE-31 SECARA VIRTUAL

BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Masjid secara Virtual

September 6, 2020 | ekbis

Jakarta:(Globalnews.id)- BNI Syariah bersama Yayasan Daarut Tauhiid Peduli kembali bersinergi menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) pada tahun 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pelatihan Manajemen Masjid tahun ini dilakukan secara virtual. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla; Kepala Kantor Eco Pesantren Daarut Tauhid, Agus Mubarok; Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Muhammad Jazir; dan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo.

Pelatihan Manajemen Masjid ini diselenggarakan untuk peserta di Wilayah Timur Indonesia mencakup Kalimantan, Sulawesi, Bali dan sekitarnya sebagai batch pertama. PMM berlangsung dalam empat kali pertemuan selama dua jam tiap pekan.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengungkapkan rasa syukur bahwa BNI Syariah dapat kembali melanjutkan program Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) yang telah sukses digelar sejak tahun 2018. “Melalui program ini, kami berharap masjid dapat menjadi sentra halal ecosystem. Masjid yang ada digunakan sebagai sarana mencerdaskan dan sebagai pusat kegiatan umat agar lebih produktif, terutama sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Firman.

Masjid merupakan basis terkecil yang paling dekat dengan masyarakat muslim. Sejarah mencatat, pada era kejayaan Islam, masjid memiliki peran yang sangat penting dalam peradaban umat Islam. Masjid merupakan pusat intelektualitas, pusat aktivitas sosial, politik dan ekonomi. Sementara itu, saat ini beberapa masjid Indonesia belum optimal dalam manajemen keuangan, fund rising, manajemen aset, dan manajemen pemberdayaan. Hal ini yang melatarbelakangi BNI Syariah menyelenggarakan program Pelatihan Manajemen Masjid.

Dalam kondisi pandemi COVID-19, menurut Abdullah Firman Wibowo masjid sebaiknya menjadi percontohan rumah ibadah dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerapkan teknis panduan ibadah di era New Normal.

Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla mengatakan ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan masjid yang baik. Pertama adalah memakmurkan masjid dan kedua memakmurkan masyarakat.

Masjid diharapkan tidak hanya dipakai untuk beribadah dan sholat tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Saat ini, Dewan Masjid sedang membuat pedoman bagaimana membangun dan mengelola masjid dengan baik.

Di Indonesia, menurut Jusuf Kalla ada sebanyak lebih dari 800 ribu masjid yang sebagian besar dibangun oleh masyarakat. Dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, masjid harus bisa menjadi solusi dalam masalah yang dihadapi masyarakat.

Pada Pelatihan Manajemen Masjid virtual 2020 disampaikan materi Manajemen Masjid di era New Normal, bedah masjid percontohan (Masjid Jogokariyan/Masjid Daarut Tauhid), bedah masjid teladan BNI Syariah (pemenang penghargaan masjid teladan), pelaporan keuangan masjid dasar, serta literasi keuangan syariah.

BNI Syariah juga memberikan kuota internet sebesar Rp150 ribu kepada 200 peserta Pelatihan Manajemen Masjid di setiap batchnya dan sedekah WiFi terbatas kepada 50 masjid yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Pelatihan Manajemen Masjid pada tahun 2018 dan 2019 diselenggaakan di 30 kota, diikuti oleh 6.162 peserta dan 3.724 masjid.

Pada pelaksanaan program pelatihan masjid di 2019, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program. Hal ini menjadi salah satu penopang penghimpunan DPK BNI Syariah secara keseluruhan, dimana hingga triwulan II tahun 2020 mencapai Rp43,64 triliun, tumbuh sebesar 20,15% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3,6 juta. (jef)

Related For BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Masjid secara Virtual