Menu
MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi - Kemenhub Siap Antisipasi Pergerakan Saat Libur Panjang Agar Tak Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 - Libur Panjang Pekan Depan, Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20 Persen - Pentingnya Memperkuat Posisi UMKM dalam Rantai Pasok - Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU - MenkopUKM: Menjadi Wirausaha di Masa Pandemi Adalah Pilihan Tepat - BNI Syariah Gandeng Universitas Islam Bandung (UNISBA) terkait Layanan Perbankan

Bos Tokopedia Ungkap Kendala UMKM Susah Naik Kelas

November 4, 2019 | koperasi dan ukm


JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus memiliki brand yang kuat dan mampu menjadi brand masa depan sehingga dapat menguasai pasar domestik dan bersaing secara global. Untuk itu, hambatan-hambatan untuk menjadikan UMKM naik kelas harus dapat diatasi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya membahas hal tersebut saat berdiskusi di ruang kerja Menteri, Senin (4/11).

Menteri menilai memperkuat UMKM agar dapat menguasai pasar domestik dan global merupakan tujuan besar yang harus dicapai. Menteri menyambut baik segala kerjasama yang bisa mendorong UMKM naik kelas.

“Kami berdiskusi agar bagaimana UMKM tidak berhenti sebagai UMKM, bagaimana UMKM naik kelas dan menjadi brand masa depan Indonesia. Hampir semua perusahaan besar Indonesia yang melengenda sampai ke luar negeri awalnya juga UMKM,” kata William usai pertemuan tersebut.

Dikemukakan dalam pertemuan itu, dibahas masalah-masalah yang menghambat perkembangan UMKM. Bentuk kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk mempercepat UMKM naik kelas, seperti perizinan.

William menegaskan UMKM adalah pelaku bisnis pejuang dan tidak perlu dikasihani. Yang dibutuhkan adalah model-model program untuk UMKM perlu mendukung kemandirian mereka.

“Banyak UMKM yang sudah produksi sendiri, namun untuk naik kelas menghadapi banyak masalah, misalnya perizinan yang lama. Masalah ini membuat UMKM lama merambah pasarnya ke skala nasional bahkan ekspor,” kata William.

Ia menilai memperkuat daya saing UMKM harus dimulai dengan menguasai pasar dalam negeri. Caranya dengan memperkuat brand dan UMKM menjadi industri. Potensi ekspor akan tercapai bila memiliki daya saing secara kualitas dan memiliki pasar yang jelas di luar negeri.

Menurutnya jika ingin masuk ke pasar ekspor, brand UMKM juga harus menjadi brand global. Unutk ituperlu ada pelatihan yang tidak hanya berhenti bagaimana memproduksi barang berkualitas juga pada pelatihan manajemen dan memproduksi barang dalam produksi besar. Banyak produk kUMKM yang sebenarnya sudah berkualitas seperti fashion, kosmetik yang dapat menjadi brand masa depan dan berkembang menjadi industri.

Saat ini, Tokopedia memiliki 6,6 juta mitra penjual dengan 86,5 persen adalah pengusaha baru. Tokopedia menargetkan transaksi tahun 2019 hingga Rp 222 triliun yang akan berkontribusi sebesar 1,5 persen terhadap ekonomi Indonesia. Tahun depan targetnya 2 persen kontribusinya dari UMKM yang tergabung di tokopedia. (jef)

Related For Bos Tokopedia Ungkap Kendala UMKM Susah Naik Kelas