Global News Indonesia
Menu
Standardisasi dan Sertifikasi Produk KUMKM Diperlukan Agar Jadi Usaha yang Berkelanjutan dengan Skala yang Lebih Besar - RA Suhardani Bustanil Arifin Raih Mahakarya Budaya dari MURI - Di Hadapan Mahasiswa UIN Walisongo, Rano Karno Bicara Strategi Bisnis Millenial - Perkuat Ekspor Indonesia, BNI Rangkul Mitra Bisnis di Singapura - Kemenkop dan UKM Perkuat Pengawasan Koperasi Melalui Peningkatan IT - OASE Bersama Kemenkop dan UKM Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat di Malaka - BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance - Marketing Bagian Penting Pemasaran Produk KUKM - Kepedulian Pemda diharapkan untuk Majukan Koperasi - Menteri Puspayoga Launching Desa Terang 2018 di Lampung

BRI Raih Laba Rp 20,5 Triliun, Porsi Kredit UMKM Naik Jadi 75,8%

Oktober 26, 2017 | ekbis

JAKARTA:(Globalnews.id) -PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meningkatkan prosi kredit untuk UMKM sebesar 75,8% dari total keseluruhan kredit yang disalurkan.

Hal ini ditegaskan Direktur Utama  BRI Suprajarto dalam paparan kinerja keuangan BRI kuartal III 2017, di Jakarta Kamis (26/10).

Dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 694,2 triliun hingga kuratal III 2017, sektor UMKM mendominasi penyaluran dengan Rp 526,5 triliun atau 75,8%. “Khusus penyaluran kredit ke sektor UMKM ini tumbuh 14,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya.

Apabila dirinci kredit ke sektor UMKM sebesar Rp 526,5 triliun itu terdiri dari kredit Mikro sebesar Rp 229,3 triliun, kredit konsumer Rp 108,2 triliun, kredit ritel dan menengah Rp 176,4 triliun dan kredit pangan Rp 12,6 triliun

“Pencapaian diatas ejalan dengan komitmen Bank BRI untuk tetap fokus pada pemberdayaan UMKM di Indonesia.Ke depan kami berupaya menyalurkan sampai 80 persen ke sektor UMKM ini sehingga secara tak langsung mamapu memberikan multiplier effect pada perekonomian Indonesia,” katanya.

Laba Rp 20,5 Triliun

Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo, menambahkan, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20,5 triliun di kuartal-III 2017 atau naik 8,2% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 18,9 triliun.

Ia mengatakan kinerja laba bersih konsolidasi ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga atau net interest income sebesar 11%.”Kita lihat pertumbuhan pendapatan bunga itu 11%, asalnya dari situ,” kata Haru dalam paparan kinerja perseroan di Kantor Pusat Bank BRI, Jakarta, Kamis (26/10).

Selain itu, pertumbuhan laba ditopang oleh dana murah atau fee based income. BRI mencatatkan dana murah sebesar Rp 7,4 triliun atau tumbuh 14,79% dibandingkan periode yang sama tahun Ialu.

Namun, laba bersih masih di bawah pertumbuhan net interest income dan fee based lantaran BRI menaikkan pencadangan dana. BRI meningkatkan cadangan kerugian atau NPL coverage menjadi 198,2% dari sebelumnya sebesar 156,9% di akhir kuartal III-2016. “Pertumbuhan laba memang di bawah net income dan fee based karena kita naikkan cadangan,” ujarnya.

Pencapaian laba perseroan ditopang pertumbuhan penyaluran kredit di kuartal-III 2017. BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 694,2 triliun atau tumbuh 10,03% dibandingkan penyaluran kredit di tahun sebelumnya. “Sektor UMKM mendominasi portofolio penyaluran kredit ke sektor UMKM tercapai sebesar Rp 526,5 triliun atau sebesar 75,8%,” ucapnya.

Sementara untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) jingga kuartal-III 2017, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 53,8 triliun kepada 2,9 juta debitur baru atau setara 75,8% dari target penyaluran KUR di tahun 2017 sebesar Rp 71 triliun. (jef)

 

Related For BRI Raih Laba Rp 20,5 Triliun, Porsi Kredit UMKM Naik Jadi 75,8%