Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan - Barisan Prabowo Sandi: Melalui Pemilu Inginkan Perubahan, Kebijakan ke Depan Harus Berpihak pada Rakyat - Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Pada Upaya Reformasi Total Koperasi - Kemenkop dan UKM Berharap Kemitraan dengan India mampu perkuat eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Jadi Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah - Peroleh SMM ISO 9001:2015, Kini RTGS, Remitansi, dan Garansi Bank BNI Berstandar Dunia - 3,9 Juta Pelaku UMKM Nikmati KUR BRI Senilai Rp.80,2 Triliun di 2018 - Sukses Salurkan Rp 7,3 Triliun di 2018, BNI Kembali Salurkan Bansos PKH Non Tunai Tahun 2019 - Capai Pertumbuhan Remitansi Dua Digit Pada 2018, BNI Jadi Pioneer Go Live SWIFT GPI di Indonesia

BTN Optimis Prospek Industri Properti 2018 Cerah

Desember 20, 2017 | ekbis
JAKARTA:(Globalnews.id)- – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) optimistis prospek industri properti pada 2018 seiring tumbuhnya perekonomian Indonesia tahun depan yang diperkirakan di atas 5%. Sejumlah sektor pendorong perekonomian akan menjadi perhatian utama pemerintah, termasuk sektor properti.

“Menghadapi 2018, Kami tetap konsisten menjadi integrator untuk industri properti di tanah air, tidak hanya dari sisi permintaan dengan pengucuran KPR, namun juga pasokan dengan mengalirkan kredit konstruksi ke pengembang,” kata Direktur Utama BBTN, Maryono, usai seminar bertajuk Rumah Layak untuk Rakyat, Dukungan Akses Perbankan Terhadap Program Sejuta Rumah, di Jakarta Selasa (19/12/2017)

Turut hadir dalam seminar tersebut Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementrian PUPR, Lana Winayanti, Associate Director Colliers International, Ferry Salanto, Perencana Keuangan, Agustina Fitria Aryani dan sebagai keynote speaker, Wamenkeu Mardiasmo.
Maryono menjelaskan, setidaknya ada empat tantangan dari sektor properti di 2018 yaitu kekurangan pasokan rumah (backlog) hingga 13,38 juta unit karena tingginya kebutuhan rumah, namun tidak tercukupi pasokan, tidak tersedianya lahan yang cukup untuk membangun properti, regulasi pertanahan yang belum terstandardisasi untuk di setiap daerah.

“Selain itu, sedikitnya masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yang masuk kategori bankable, sehingga sulit mengakses pembiayaan KPR,” imbuh Maryono.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bank BTN terus menjadi yang terdepan dalam membantu pemerintah merealisasikan Program Sejuta Rumah.

“Tercatat di era pemerintahan Presiden Joko Widodo selama 2015 hingga November 2017, pencapaian target kami selalu di atas 100%, BTN telah berkontribusi lebih dari 1,6 juta unit rumah baik berbentuk KPR ataupun kredit konstruksi perumahan dengan nilai lebih dari Rp177,24 triliun,” paparnya.

Dengan konstribusi tersebut, perseroan selalu meraih capaian di atas target dalam Program Sejuta Rumah dan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi. “Tahun 2018, kami siap mendukung skema baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang baru saja diluncurkan oleh Kementerian PUPR,” ujarnya.

BP2BT merupakan bantuan pembiayaan KPR ke golongan MBR yang berpenghasilan di bawah 3 juta per bulan. Caranya, dengan menabung secara rutin selama enam bulan dan menyiapkan uang muka sebesar 5% untuk membeli rumah.

Skema bantuan pembiayaan KPR dengan syarat menabung rutin sebenarnya telah diterapkan Bank BTN lewat tersebut lewat produk KPR Mikro dan KPR Subsidi dengan bermitra dengan salah satu perusahaan penyedia jasa ojek online bagi para ojek yang dikelolanya.

“BTN akan merangkul semua pihak, baik BUMN, instansi pemerintah, maupun swasta untuk mendorong percepatan pencapaian program sejuta rumah,” tegas Maryono.

(jef)

Related For BTN Optimis Prospek Industri Properti 2018 Cerah