Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Berharap Koperasi Menjelma Jadi Konglomerasi - Kemenkop dan UKM Rilis Skema Baru Penyaluran KUR - Mahasiswa dan Alumni Magister Kenotariatan Universitas Jambi Dapat Pembekalan Perkoperasian - BNI Cetak Laba Bersih Rp 13,62 Triliun Tumbuh 20,1% - Ketua DK OJK Wimboh Santoso Jadi Ketum MES 2017-2020 - Menteri Puspayoga Minta Koperasi Bisa Profesional Kelola Pasar Rakyat - Perum Jamkrindo Berikan Penjaminan Kredit Nasabah Bank Sultra - NPAK yang Terdaftar di SISMINBHKOP Baru 25 Persen - Koordinasi dengan Tim OK OC, Bank DKI Siap Dukung Program Pembangunan UMKM - Menkop dan UKM Optimis, Bukalapak Ajang UKM Naik Kelas

BUMDes Siap Bentuk dan Libatkan Koperasi

January 16, 2017 | koperasi dan ukm
Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjodjo, di Jakarta Senin (16/1/2017) Dalam pertemuan tersebut Mendes menegaskan BUMDes siap mendukung dan melibatkan koperasi yang sudah ada (existing) dalam pembangunan desa dan mendirikan koperasi jika dalam satu desa belum ada koperasinya.

Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjodjo, di Jakarta Senin (16/1/2017) Dalam pertemuan tersebut Mendes menegaskan BUMDes siap mendukung dan melibatkan koperasi yang sudah ada (existing) dalam pembangunan desa dan mendirikan koperasi jika dalam satu desa belum ada koperasinya.

JAKARTA:(Globalnews.id)-Meski nantinya tidak berbentuk koperasi, namun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan mendukung koperasi desa yang sudah ada (existing), bahkan siap mendirikan koperasi jika di desa tersebut belum terbentuk koperasi.

“Nantinya sinergi antara BUMDes dengan koperasi  akan terus berjalan, misalnya suatu desa yang sudah maju dengan sejumlah unit usaha, maka perlu disinergikan dengan koperasi yang sudah ada. Kalau belum ada koperasi, kita akan bentuk koperasi,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, di Jakarta Senin (16/1).

Dalam hal ini BUMDes bisa memiliki unit usaha yang bekerjasama dengan koperasi. “Jadi misal nanti kalau desa sudah terintegrasi ada kebutuhan angkutan, lalu ada koperasi angkutan, sehingga sinergi koperasi dengan BUMDes,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi merencanakan tidak akan membentuk BUMDes dalam bentuk koperasi, melainkan dikelola dalam bentuk holding dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang memadai.

Nantinya sebanyak 75.000 BUMDes akan dikelola oleh masyarakat desa yang keuntungannya untuk membangun desa. Sementara itu, koperasi merupakan unit usaha yang dimiliki anggota, tetapi pembagian hasilnya hanya untuk kesejahteraan anggota.

Eko memberi contoh, BUMNDes yang berhasil yaitu BUMDes desa Ponggok, Kec Polanharjo Kab Klaten, dimana sudah berhasil mengembangkan wisata air umbul Ponggok.

Klaten, tempat yang sangat terkenal dan banyak diburu oleh para pecinta traveller. Umbul Ponggok Klaten adalah obyek wisata air berupa sumber mata air alami yang sangat jernih dengan dihiasai bebatuan karang serta  ikan hias di dalamnya. Tempat yang memiliki view sangat keren ini sangat cocok untuk kita senorkling, berenang, serta diving.

Dengan air yang sangat jernih dan dilengkapi keindahan yang tiada duanya kita bisa mengabadikan moment tersebut dalam subuah foto yang bakal kita kenang. “Nah disana pengelolaan unit unitnya dilakukan oleh koperasi, bahkan sudah didirikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) disana,” katanya..(jef)

Related For BUMDes Siap Bentuk dan Libatkan Koperasi