Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan - Barisan Prabowo Sandi: Melalui Pemilu Inginkan Perubahan, Kebijakan ke Depan Harus Berpihak pada Rakyat - Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Pada Upaya Reformasi Total Koperasi - Kemenkop dan UKM Berharap Kemitraan dengan India mampu perkuat eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Jadi Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah - Peroleh SMM ISO 9001:2015, Kini RTGS, Remitansi, dan Garansi Bank BNI Berstandar Dunia - 3,9 Juta Pelaku UMKM Nikmati KUR BRI Senilai Rp.80,2 Triliun di 2018 - Sukses Salurkan Rp 7,3 Triliun di 2018, BNI Kembali Salurkan Bansos PKH Non Tunai Tahun 2019 - Capai Pertumbuhan Remitansi Dua Digit Pada 2018, BNI Jadi Pioneer Go Live SWIFT GPI di Indonesia

Catatkan Transaksi di IFW, KUKM Mampu Bersaing di Pasar Global

Februari 9, 2017 | koperasi dan ukm

ffsdfs_ratio-16x9

JAKARTA: Sebanyak  14 KUKM yang difasilitasi Kemenkop dan UKM di pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) yang berlangsung di JCC 1-5 Februari 2017 lalu, berhasil mencatatkan transaksi yang cukup menggembirakan.

Selain itu KUKM juga mendapatkan tawaran kerjasama untuk memasok produk KUKM dari peritel besar bahkan sampai keluar negeri.

“Ini menunjukkan produk  KUKM khususnya produk fesyen dan aksesories-nya mampu bersaing di pasar domestik maupun pasar global, terbukti dengan adanya pesanan dari Amerika Serikat yang diperoleh selama IFW berlangsung,” ujar Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, I Wayan Dipta di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Selama pameran berlangsung ke 14 KUKM ini mampu mencatatkan jumlah transaksi Rp 669.590.000, yang terdiri atas transaksi ritel sebesar Rp 233.690.000, dan transaksi order sebesar Rp 435.900.000.

Sedang penawaran kerjasama didapatkan Nahdi Jewelerry yang mendapatkan order dari Sarinah, Debenhams deparment store asal Inggris yang memiliki outlet bergengsi  di Indonesia dan pengusaha Bali. JF Bags, dimana sejumlah perusahaaan di Jakarta dan Pekanbaru  berminat menjadi reseller.

Selanjutnya Nazia Silk Painting yang mendapat pesanan aksesories sebanyak 600 pcs dari pengunjung asal Los Angeles AS.  Lalu Ayasins yang mendapatkan kerjasama dengan pengusaha Jakarta untuk memproduksi tas berbahan baku sabut kelapa. “seluruuh pemesanan tersebtu akan ditindaklanjuti oleh KUKM yang bersangkutan,” ujarnya.

Perhelatan IFW 2017 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), mengangkat tema Celebrations of Culture.

Dengan mengangkat tema ini diharapkan, IFW 2017 dapat menjadi baromater bagi para pelaku mode di Indonesia, dalam mengembangkan produk fesyen berkonten lokal dengan kualitas global.

Kegiatan yang tercatat untuk keenam kalinya ini, menampilkan 20 peragaan busana, 10 seminar, kompetisi, lokakarya, takswo dan memamerkan ratusan merek lokal.

Pada ajang itu Kemenkop dan UKM berpartisikasi dengan menfasilitasi stan kepada 14 KUKM yang bergerak di bidang fesyen dan aksesories dari Lampung, Jawa tengah, Jawa Timur, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat dan Bali. (jef)

 

 

 

Related For Catatkan Transaksi di IFW, KUKM Mampu Bersaing di Pasar Global