Arsip Kategori: ekbis

Merdeka Punya Rumah Bersama KPR BTN Bebas Edisi Kemerdekaan

Jakarta:(Globalnews.id)- Aneka ragam cara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, mulai dari upacara bendera malam renungan, hingga perlombaan rakyat yang menghibur, seperti balap karung atau panjat pinang. Namun, berbeda dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Bank fokus pada properti ini memilih untuk “memerdekakan” masyarakat dalam melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi transaksi hunian impian. Adalah Program KPR BTN Bebas Edisi HUT Kemerdekaan RI ke-77.

Senior Vice President Nonsubsidize Mortgage and Personal Lending Bank BTN Iriska Dewayani mengungkapkan, dengan KPR BTN Bebas Edisi Kemerdekaan, masyarakat benar-benar “merdeka” dari biaya-biaya saat pengajuan kredit, seperti administrasi, appraisal, dan BPHTB. “Masyarakat cukup membayar down payment (DP) sudah bisa punya rumah impian yang selama ini diidam-idamkan,” ungkapnya, Selasa (16/8/2022).

Selain itu, lanjut dia, suku bunga KPR yang ditawarkan juga cukup ringan, mulai dari 2,22% fixed selama setahun, dengan jangka waktu kredit hingga 30 tahun seta angsuran berjenjang. Sehingga, masyarakat yang bertransaksi rumah dengan skema KPR dipastikan lebih mudah tanpa beban biaya tambahan.

“Dengan begitu, masyarakat benar-benar merasakan “kemerdekaan” dalam memiliki hunian impian,” cetus Riska, sapaan akrabnya.

Berdasarkan survei dari IPEX Loyalty Members (ILM) kepada 3.600 calon pembeli bahwa sebanyak 80% adalah milenial dan hampir 90% adalah calon pembeli rumah pertama yang tersebar baik di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek. Untuk itu, BTN sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan tentu akan memaksimalkan potensi yang ada. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan pembiayaan perumahan yang layak kepada seluruh masyarakat, termasuk melalui subsidi maupun non subsidi.

Perumahan begi milenial mengedepankan konsep transit oriented development (TOD) yang telah dimulai sejak 2021. Adapun kriteria model perumahan tersebut meliputi, pembangunan bersifat mix concept, high density occupancy, rumah terjangkau dalam area bisnis, kawasan bisnis terjangkau, jalan setapak dan alur bersepeda, fasilitas publik, tempat parkir minim, ketersediaan bus/LTR/kereta, dan green building.

Riska optimis pasar properti segera bangkit, setelah dua tahun mengalami pasang surut akibat Pandemi Covid-19. Pasca pelonggaran aturan social distancing oleh pemerintah, perlahan namun pasti kepercayaan masyarakat untuk membeli hunian mulai tumbuh. Terbukti, transaksi properti pada ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) bulan Mei lalu meningkat signifikan, bahkan jauh melampaui angka target yang ditentukan Bank BTN.

“Lantaran itu, kami kembali menggelar IPEX tanggal 13 – 21 Agustus 2022 di JCC Senayan, Jakarta. Saat pembukaan, akhir pekan lalu, disambut antusias oleh masyarakat. Di hari pertama, pengunjung membludak. Melihat respons yang cukup tinggi tersebut, kami yakin transaksi pengajuan kredit bisa mencapai Rp 2,5 triliun hingga akhir pameran,” pungkas Riska. (Jef)

Bank Berkapasitas Global Asal Nusantara, Ini Strategi BNI

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi nasabah dalam meningkatkan kapasitas bisnis hingga ke luar negeri. Peningkatan kapabilitas internal hingga penawaran solusi perbankan yang komprehensif menjadi strategi BNI untuk dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank berkapasitas global asal Nusantara.

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menyampaikan BNI memiliki DNA sebagai corporate banking yang aktif mendukung ekspansi nasabah korporasi hingga ke kancah dunia, maka Perseroan sejauh ini telah memiliki jaringan kantor di luar negeri hingga 8 jaringan kantor antara lain di Singapura, Hong Kong, Tokyo, Seoul, London, New York, dan sub branch Osaka serta representative office di Amsterdam.

“Tentunya kemampuan jaringan ini akan terus kami perkuat. Dengan kapasitas saat ini kami berharap dapat lebih baik dalam menyediakan layanan yang mampu menjawab kebutuhan bisnis nasabah korporasi yang semakin kompleks” katanya.

Silvano menekankan BNI tidak berpuas diri dengan sekadar menawarkan solusi konvensional. solusi yang lebih kompleks dapat diberikan dengan kapabilitas investment banking yang terus ditingkatkan, antara lain melalui pendirian operasional BNI sekuritas di Singapura serta bergabungnya talent-talent global yang menjadi specialist di bisnis sindikasi dan investment, di cabang-cabang luar negeri BNI.

Strategic value yang juga ditawarkan oleh jaringan global BNI adalah akses pendanaan dari capital market global yang efisien, serta fasilitas pembiayaan valas yang kompetitif untuk mendukung ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri, dan operasional bisnis Indonesia-related company di luar negeri melalui solusi komprehensif.

“Tentunya produk yang BNI miliki juga sangat variative dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah seperti payment dan collection, supply chain financing, trade finance, garansi bank, dan remittance. Itu semua juga dapat diakses dengan platform digital BNIDirect bagi nasabah korporasi beserta value chain-nya sehingga nasabah memperoleh economies of scale yang menguntungkan bagi usahanya,” katanya.

Dalam rangka mendukung setiap nasabah kami untuk Go Global, Silvano melanjukan, BNI pun ikut proaktif mendukung upaya pemasaran dan pengembangan bisnis nasabah di pasar internasional, dengan memfasilItasi Foreign Direct Investment perusahaan multinasional di Indonesia. Bahkan, BNI sering melibatkan jaringan global untuk melakukan business matching antara nasabah dalam negeri dengan beberapa potential buyer dan supplier dari luar negeri.

“Tentunya dari strategi ini kami berharap dapat mencetak pendapatan lebih kuat. Kami berharap posisi kami sebagai bank kebanggan nasional yang berkapasitas global bisa semakin kuat dalam 5-10 tahun mendatang dengan terbangunnya international client-based yang solid,” pungkasnya.(Jef)

Luar Biasa, BNIDirect catatkan volume Transaksi lebih dari Rp2.500 triliun

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID) — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus berinovasi untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dan menjadi pilihan dalam melakukan transaksi digital di tengah geliat bisnis yang meningkat dan industri yang semakin ekspansif. 

Sampai dengan semester pertama tahun 2022, Corporate digital service BNI, yaitu BNIDirect, mencatatkan penambahan user 17,5% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi 79.800 user, diikuti oleh pertumbuhan Volume transaksi sebesar 35,4% (YoY) atau mencapai Rp2.587 triliun, dengan jumlah transaksi yang juga meningkat 25,8% YoY atau 462 juta transaksi. 

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menyampaikan perseroan akan terus berinovasi untuk terus memberikan kenyamanan untuk nasabah. BNIDirect adalah channel terpercaya bagi nasabah bisnis untuk bertransaksi secara aman kapanpun dan dimanapun. 

Dia melanjutkan BNI gencar melakukan akuisisi dan mendorong nasabah agar bertransaksi melalui BNIDirect, baik dari kalangan nasabah korporasi, komersial dan usaha kecil. 

Disamping itu, BNI turut mendukung juga untuk pebisnis rintisan, baik pebisnis Indonesia yang jangkauan usahanya di luar negeri dan/atau memiliki group usaha di luar negeri, pebisnis luar negeri yang memiliki bisnis partner di Indonesia, hingga perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di luar negeri serta para Diaspora Indonesia. 

“Tentunya hal ini berkat upaya yang konsisten dalam melakukan inovasi terhadap fitur dan layanan sesuai kebutuhan nasabah, yang tentunya sejalan pula dengan Visi Kami untuk menjadi lembaga keuangan yang terunggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan serta memenuhi mandat Kementerian BUMN untuk BNI agar menjadi bank yang Go Global,” katanya. 

Adapun, Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi memaparkan fitur-fitur pada BNIDirect meliputi collection Management yang dapat membantu pengguna dalam aktivitas collection, seperti Autodebet, Virtual Account, Cash collection dan Autocollection 

Layanan payment management dapat membantu pengguna untuk lebih mudah melakukan seluruh jenis pembayaran. Mulai dari pembayaran Payroll, Pajak, PNBP, Bea cukai, BPJS, PLN, Asuransi dan Utilities lainnya, hingga ke proses transfer baik online antar bank, Kliring, RTGS, serta international transfer dan juga menyediakan fasilitas untuk transaksi jual beli valuta asing. 

Solusi digital bisnis BNI ini, juga memiliki fitur liquidity management yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengaturan keuangan/ cashflow perusahaan dengan menggunakan fitur Cash pooling, Range Balance, Cash distribution dan lainnya 

Untuk menunjang bisnis nasabah, fitur trade pada BNIDirect dapat mempercepat proses dokumen-dokumen terkait Trade, seperti LC impor dan ekspor. 

Kapabilitas online open account juga dapat mempermudah Pengguna BNIDirect agar dapat langsung membuka rekening Giro dan Deposito sehingga tidak perlu berkunjung ke cabang 

Perseroan menyematkan pula fitur information management yang memberikan informasi saldo, mutasi, rekening koran, kurs nilai tukar, suku bunga, serta laporan lainnya yang dapat di download dan dikirimkan melalui email. 

“Tentunya, seluruh otorisasi transaksi BNIDirect diamankan dengan PIN Dinamis yang dihasilkan oleh token fisik atau mobile token. Peran BNIDirect sebagai Corporate Digital Services selama ini sangat besar dalam membantu nasabah bisnis, baik dalam mempermudah transaksi maupun mendukung efisiensi aktivitas transaksi nasabah, sehingga BNIDirect terus dapat respons positif” pungkas Susi.(Jef)

Perkuat Ekosistem Cashless, BNI Gandeng Indomaret

JAKARTA :(Globalnews.id)– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus memperkuat ekosistem cashless society guna memaksimalkan potensi pemulihan ekonomi. BNI kali ini menggandeng Indomaret Group untuk mengembangkan layanan pembayaran nontunai dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam memberi kemudahan bagi masyarakat.

BNI dan Indomaret menghadirkan pembayaran nontunai dengan menggunakan QRIS BNI Mobile Banking. Super app BNI ini akan mampu melakukan pembayaran belanjaan di toko Indomaret dengan hanya menunjukkan QRIS yang tersedia pada aplikasi BNI Mobile Banking ke kasir Indomaret.

Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi menyampaikan Indomaret adalah jaringan minimarket terbesar di Indonesia yang memiliki basis pelanggan dan transaksi yang besar. Perusahaan ini memiliki jaringan lebih dari 20.000 gerai tersebar di Indonesia dan telah menjadi one top market yang menjual kebutuhan masyarakat di semua segmen.

BNI pun berharap dapat membantu masyarakat untuk dapat bertransaksi lebih cepat dan sederhana dengan berbagai channel digital khususnya QRIS.

“Kolaborasi bersama mitra bisnis kami ini merupakan salah satu strategi BNI dalam memperluas akseptasi transaksi nontunai dengan QRIS di Indonesia. Semoga kolaborasi ini mampu memberikan dampak lebih positif pada masyarakat serta BNI dan Indomaret sebagai penyedia layanan,” ujarnya

Susi menuturkan perseroan sangat mendukung gerakan nontunai dari Bank Indonesia. Oleh karena itu, BNI proaktif untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat Indonesia khususnya nasabah yang berada dari Sabang sampai Merauke.

“BNI sendiri telah memiliki fitur QRIS di BNI Mobile Banking yang ke depannya akan mampu meningkatkan kecepatan transaksi sehingga diharapkan memperbesar transaksi dan konsumsi masyarakat,” sebutnya.

Seiring dengan kemajuan teknologi, Marketing Director PT Indomarco Prismatama Darmawi Alie melanjutkan transaksi nontunai memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, di antaranya meminimalisir penularan virus melalui media fisik (uang tunai).

“Kami tentunya menyambut baik ajakan kerja sama BNI ini. Tentunya langkah ini juga sesuai dengan Indomaret memiliki tagline mudah dan hemat, kemudahan berbelanja di Indomaret terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu,” ujarnya.

*Banjir Promo BNI Mobile Banking di Indomaret*

Pelanggan Indomaret lebih hemat jika berbelanja menggunakan QRIS BNI Mobile Banking dengan potongan harga Rp5.000,- setiap weekend. Promo ini berlaku dari 12 Agustus – 2 Oktober 2022.

Adapun Program Spesial Edisi HUT BNI, pelanggan Indomaret memperoleh diskon Rp17.700,- pembelian produk groceries dan potongan Rp7.700,- all varian Kopi Baper Point Coffee yang berlaku hanya 4 hari sejak 15 – 18 Agustus 2022.

Hingga Juli 2022, sudah terdapat 20.500 merchant BNI yang menerima akseptasi transaksi QRIS. Selain itu, transaksi QRIS BNI Mobile Banking juga terus meningkat.

Dibandingkan Q1 tahun 2022, terdapat lebih dari 560.000 transaksi QRIS di BNI Mobile Banking, sedangkan di kuartal kedua 2022, transaksi QRIS meningkat 82% secara tahunan menjadi lebih dari 1.030.000 transaksi.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna BNI Mobile Banking yang terbiasa menggunakan QRIS untuk transaksi atau menerapkan transaksi nontunai.

*Tentang Indomaret*

Minimarket Indomaret menyediakan kebutuhan pokok dan sehari-hari. Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, toko pertama dibuka di Ancol, Jakarta Utara tahun 1988. Tahun 1997 perusahaan mengembangkan bisnis gerai waralaba pertama di Indonesia, setelah Indomaret teruji dengan lebih dari 230 gerai.

November 2016 Indomaret menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo sebagai “Perusahaan Waralaba Utama”. Sebelumnya, tahun 2003 penghargaan yang sama diterima dari Presiden Megawati Soekarnoputri.

Tahun 2017 keempat kalinya Indomaret meraih penghargaan tingkat Asia Pasifik. Dua penghargaan dinobatkan kepada Indomaret, “Gold Award” sebagai Peringkat 1 Top 10 Retailers di Indonesia & Best-of-the-Best Top Retailers Asia Pacific. Penghargaan dari Majalah Retail Asia ini berdasarkan riset dan analisa yang dilakukan oleh Euromonitor, lembaga riset pasar strategis terkemuka di dunia.

Hingga Juli 2022, Indomaret mencapai 20.365 toko, tersebar di Jawa, Bali, Lombok, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Batam, Sulawesi, Papua dan Kalimantan. Indomaret mudah ditemukan di daerah perumahan, gedung perkantoran dan fasilitas umum karena penempatan lokasi gerai didasarkan pada motto “mudah dan hemat”.

Indomaret melayani payment point berbagai merchant/ biller (transportasi, multi finance, e-commerce, PDAM, dan lain sebagainya). Untuk memudahkan dalam transaksi belanja dan pembayaran payment point, Indomaret memiliki alat pembayaran virtual yaitu i.saku yang memberikan promosi dan keuntungan yang menarik. Memberikan kemudahan pelanggan, Indomaret menyediakan program membership Indomaret Poinku yang dilengkapi dengan beragam fitur menarik. Tak hanya belanja secara langsung di toko, pelanggan dapat lebih mudah belanja melalui aplikasi online Klik Indomaret. Mengembangkan inovasi yang memudahkan pelanggan, Indomaret hadir sebagai minimarket pertama yang melayani sistem drive thru.

*Tentang BNI*

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI didirikan pada tanggal 5 Juli 1946 dan menjadi bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955.

Hingga Juni 2022, BNI memiliki 2.188 outlet dalam negeri yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota serta 8 outlet luar negeri yang tersebar di berbagai negara. BNI memiliki 23 Commercial Business Center (SBK), 27 SME Business Center (SBE), serta 12 Consumer Loan Center (SKK). BNI juga memiliki jaringan Agen46 (Branchless Banking) di 161.074 lokasi.

BNI kini memiliki 16.374 ATM yang tersebar di 34 provinsi dan 521 kabupaten. Jaringan ATM tersebut juga dapat melayani transaksi kartu debit dengan logo antara lain GPN, Link, ATM Bersama, dan Prima. Selain di dalam negeri, BNI juga memiliki 10 ATM di luar negeri, yaitu 8 ATM di Hong Kong dan 2 ATM di Singapura.

BNI sebagai holding perusahaan telah memiliki 6 anak perusahaan yaitu BNI Multifinance (pembiayaan), BNI Life (perasuransian), BNI Remittance Ltd. (remitansi), dan BNI Sekuritas (pasar modal), BNI Ventures (modal ventura), dan Bank Mayora. BNI Asset Management (Manajer Investasi) dan BNI Securities Pte. Ltd. merupakan anak perusahaan dari BNI Sekuritas.(Jef)

Optimalkan Food Expo 2022, BNI Boyong Rempah ke Pasar Hong Kong


 
Hong Kong:(Globalnews.id)- Potensi produk rempah dan makanan Indonesia di pasar Hong Kong semakin terbuka seiring dengan banyaknya buyer potensial. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus mengoptimalkan potensi tersebut dengan mengikuti Food Expo 2022 yang digelar oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) pada tanggal 11-15 Agustus 2022. 

Melalui Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI Hong Kong dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), BNI membuat Indonesia Pavilion dan mengangkat tema “Indonesia – Spice Up the World”. 

Mengilhami semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 77 Republik Indonesia, untuk Indonesia Pavilion di Food Expo Hong Kong 2022 ini BNI memboyong produk rempah dan makanan unggulan hasil produksi UMKM Xpora seperti lada hitam, lada putih, kayu manis, cengkeh, kacang mede, kenari, kopi, mie godog instan dan banyak produk lainnya. 

Selain BNI, bank HIMBARA lainnya seperti BRI dan Bank Mandiri turut berpartisipasi dalam event ini. Tujuan diadakannya Indonesia Pavilion yaitu untuk mempromosikan rempah dan makanan khas Indonesia yang sekiranya cocok untuk dipasarkan di Hong Kong. 

General Manager BNI Hong Kong Endah Tjahyani menyampaikan produk olahan makanan merupakan salah satu komponen ekspor Indonesia terbesar yang diekspor ke Hong Kong. Hal ini dipengaruhi pula oleh ekosistem diaspora Hong Kong yang didominasi hingga 90% oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Melalui Indonesia Pavilion di ajang Food Expo 2022, Endah menyampaikan BNI menyasar target market diluar ekosistem diaspora yakni masyarakat lokal Hong Kong untuk lebih mengenal rempah dan makanan khas Indonesia yang pastinya tidak kalah bagus dengan produk dari negara lain yang saat ini telah beredar di Hong Kong. 

“BNI terus aktif mencari buyer potensial untuk dapat membawa produk UMKM untuk Go-Global ke Hong Kong. Kami juga bangga menjadi bagian dari Indonesia Pavilion pertama yang ada di Food Expo Hong Kong 2022 ini. Kami berharap, dengan berpartisipasi dalam acara ini bisa sekaligus mendorong transaksi trade dan membantu produk Indonesia bisa masuk dan diterima di pasar lokal Hong Kong,” ujarnya. 

Endah melanjutkan langkah optimalisasi pasar Hong Kong sejalan dengan penugasan dari Kementerian BUMN yang memberikan mandat kepada BNI sebagai bank global asal Indonesia. Perseroan sendiri telah memiliki program andalan BNI Xpora yang telah berjalan cukup progresif sepanjang pertengahan tahun ini.

“Dengan BNI Xpora, kami terus mencari pelaku UMKM potensial yang dapat menembus pasar global khususnya di Hong Kong yang memiliki komunitas diaspora sekaligus memiliki peran sebagai hub berbagai macam produk makanan yang nantinya bisa dikirim ke banyak negara,” imbuhnya.

Adapun, selain pameran rempah dan makanan, BNI dan KJRI juga mengundang potensial buyer untuk dapat langsung melihat dan mencicipi produk makanan Indonesia, dengan tujuan membuka potensi bisnis melalui business matching antara buyer dan seller. 

Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong, Ricky Suhendar mengatakan partisipasi dalam Food Expo 2022 ini adalah sebagai upaya untuk membawa produk Indonesia untuk lebih dikenal di masyarakat Hong Kong. 

“Kami harapkan dengan sinergi antara KJRI dengan BNI dan Himbara lainnya, akan mendorong peningkatan ekspor antara Indonesia dan Hong Kong.”

Indonesia Pavilion terletak di Public Hall Hong Kong Conventional Centre dengan menghadirkan 430 exhibitors dan juga perwakilan dari beberapa negara yang diwakili oleh Agricultural Trade Promotion Center, Ministry of Agriculture and Rural Affairs, Guangxi Zhuang Autonomous Region and Chongqing Municipality dari Mainland China, the Aomori Prefecture of Japan, Japan External Trade Organization. (Jef)

Kolaborasi dengan Bank Sumut, BNI Usung Orange Synergy

Jakarta:(Globalnews.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara atau Bank Sumut berkolaborasi dengan mengusung program Orange Synergy. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan produk, layanan, channel dan kapabilitas antara BNI dan Bank Sumut.

Langkah awal kerja sama ini diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati dan Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan di Menara BNI Pejompongan Jakarta, Rabu (10/8/2022) malam.

Kesepakatan yang telah dicapai adalah Pertama, MoU Pemanfaatan Bersama Produk, Layanan, Channel, dan Kapabilitas. Kedua, Perjanjian Kerja Sama (PKS) Co Branding, Top Up, dan Update Saldo Tapcash. Ketiga, PKS Program Peningkatan Kapabilitas Pegawai Bank Sumut. Keempat, PKS Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan (ATM, QRIS, EDC, Biller).

Melalui proyek kolaborasi Orange Synergy, Bank Sumut dan BNI berkomitmen untuk membangun kolaborasi strategis yang dituangkan dalam berbagai inisiatif pengembangan layanan perbankan yang menguntungkan kedua belah pihak dan memberikan manfaat bagi stakeholder.

Dengan kolaborasi ini, Bank Sumut dapat memperluas diversifikasi produk dan layanan perbankan. Demikian halnya dengan BNI yang dapat memperluas layanan terkait dengan pembayaran pajak dan retribusi daerah di Sumatera Utara melalui Channel ATM, Mobile Banking,  Keagenan, serta Outlet BNI.

Diharapkan kerja sama ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis baik bagi BNI maupun pada Bank Sumut.

Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi menyampaikan, perseroan akan membuka peluang kerja sama dan integrasi layanan agar dapat dimanfaatkan dalam memberi solusi perbankan lengkap kepada nasabah Bank Sumut.

“Tentunya kami menyambut baik kerja sama ini. Ini sangat sesuai dengan semangat BNI Go Produktif dimana BNI ingin berperan proaktif dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai jalinan sinergi. Kami pun harap Bank Sumut dapat memberi pelayanan lebih maksimal kepada nasabah,” katanya.

Adapun, potensi sinergi yang dapat tercipta kedepannya adalah kerja sama channel meliputi pemanfaatan channel ATM BNI termasuk yang berada di luar negeri, pemanfaatan bersama channel acquiring seperti pemanfaatan platform _Supply Chain Financing_ (FSCM) BNI, sekaligus kerja sama Bisnis Keagenan.

Kerja sama juga dapat dikembangkan pada produk kartu kredit pemerintah daerah untuk Pemerintah Daerah, hingga _Corporate Card_ untuk internal Bank Sumut, co-branding kartu kredit BNI Visa/Master untuk nasabah personal dan corporate Bank Sumut, penjualan produk investasi, asuransi, program car ownership, serta pengelolaan dana pensiun/pesangon pegawai Bank Sumut.

Ada juga peluang kerja sama layanan dalam hal billers API-based, pemanfaatan layanan remittance BNI dan Trade Finance oleh nasabah Bank Sumut, kelengkapan layanan pembayaran penerimaan daerah Sumatera Utara, kerja sama penyediaan solusi bagi pemerintah daerah, sekaligus kerja sama pemanfaatan kapabilitas dan produk BNI termasuk KUR dan BNI Xpora.

Terakhir, ada pula peluang kolaborasi di sisi peningkatan kapabilitas kerja sama pelatihan dan pengembangan kurikulum untuk peningkatan kapabilitas terkait sales, treasuri dan internasional banking, hingga teknologi informasi, serta kerja sama operasional terkait rekonsiliasi, dan _Call Center_ .  Serta pendampingan dalam hal membangun tata kelola sistem SDM dan HRIS.

“Peluang kerja sama BNI dan Bank Sumut ini sangat banyak. Kami pun akan memperluas peluang kerja sama seperti ini dengan beberapa bank daerah lainnya,” katanya.

Susi pun menambahkan bahwa BNI memiliki kapabilitas yang optimal dalam mengembangkan Smart City, yang berbasiskan layanan digital. Kolaborasi ini dapat membantu dalam tata kelola pemerintah daerah sehingga akan memberikan layanan publik yang optimal di era digital ini.

Smart City yang dikembangkan BNI salah satunya adalah membangun Smart Goverment, yang memungkinkan dukungan pengelolaan keuangan secara terintegrasi, sehingga penerimaan pajak daerah dapat dimaksimalkan. Selain itu, Smart City BNI juga mengembangkan layanan lainnya, mulai dari Smart Health Care, Smart Farming, Smart Education, Smart Ecosystem UMKM, hingga Smart Tourism.

“Dengan cara itu kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Semuanya terukur dan mudah, mulai dari penerimaan pelayanan pajak, pembayaran air, STNK, hingga BPKB,” ujar Susi.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat menyampaikan, BNI adalah bank milik pemerintah yang menduduki peringkat asset terbesar ke-4 nasional. BNI didukung oleh jaringan ATM, channel digital (internet dan mobile banking), Kantor Cabang di dalam dan luar negeri.

Sebagai salah satu pionir digital banking, BNI memiliki kapabilitas layanan digital yang didukung ketersediaan berbagai produk berbasis API yang lengkap.

Rahmat menyampaikan, seiring dengan perkembangan digitalisasi yang cukup masif di berbagai industri termasuk jasa keuangan, sebagai Bank Daerah terbesar di Sumatera dan di luar Jawa, Bank Sumut telah mencanangkan transformasi digital yang menjadi fokus strategi Bank Sumut sejak tahun 2020, untuk mampu bersaing menyediakan berbagai fitur layanan perbankan dan memperluas jangkauan di berbagai kanal layanan.

Untuk percepatan pengembangan digitalisasi di Bank Sumut, diperlukan langkah yang tepat untuk berkolaborasi dengan pelaku industri lainnya, seperti fintech, e-commerce, dan juga sesama perbankan.

“Kami tentunya mengapresiasi BNI yang membuka peluang kerja sama dengan kami. Tentunya ini akan menjadi sebuah value prepositition baru bagi kami dan akan menguntungkan lebih banyak nasabah kami,” katanya.

Bagi Bank Sumut, Rahmat menyampaikan kerja sama ini akan memperkuat digital kapabilitas, menambahan layanan dan produk baru, serta memperkuat pengembangan bisnis Bank Sumut. Tentunya, ada pula potensi peningkatan pendapatan, serta peluang investasi dengan ongkos yang lebih terjangkau.

Bagi nasabah Bank Sumut, kerja sama ini akan memberi beragam pilihan layanan baru, layanan semakin baik, fee yang lebih kompetitif, serta channel transaksi yang semakin luas dan mudah. (Jef)

Bawa Puluhan Ribu UMKM Go Export, BNI diapresiasi BI

Jakarta:(Globalnews.id)-Bank Indonesia (BI) mencermati tren pemulihan ekonomi semakin solid pada pemulihan ekonomi tahun ini. Pelaku UMKM selaku tulang punggung ekonomi nasional tak sekadar bangkit, tetapi semakin kuat memanfaatkan ceruk pasar luar global.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI sebagai bank global asal Indonesia telah berhasil mendorong 40 ribu UMKM Go Export. Bank Indonesia pun mengapresiasi langkah BNI ini karena membantu dalam hal peningkatan cadangan devisa negara.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari menyampaikan konsistensi BNI dalam menaikkelaskan sekaligus mendorong Go Export UMKM perlu diikuti oleh lebih banyak pelaku industri perbankan lainnya.

Terlebih, hal ini seiring dengan langkah bank sentral untuk memasarkan produk UMKM ke manca negara. Langkah BNI tersebut juga membantu BI dalam meningkatkan cadangan devisa untuk mendukung kestabilan ekonomi dalam negeri.

“Pengembangan UMKM tidak terlepas dari sinergi antara otoritas dan lembaga termasuk lembaga perbankan. Salah satu program pengembangan UMKM yang dilakukan adalah melalui fasilitasi UMKM hingga tembus ke pasar luar negeri. Dalam hal ini Bank Indonesia mengapresiasi langkah BNI melalui BNI Xpora untuk mendorong UMKM Lokal Indonesia dapat tembus ke pasar luar negeri,” katanya.

Yunita menyampaikan segmen usaha mikro dan kecil terus menunjukkan geliat pertumbuhan yang positif. Berdasarkan survei BI, sebanyak 63,6% dari jumlah UMKM sudah mengalami peningkatan omzet dibandingkan tahun lalu. Bahkan, 43% dari total tersebut mengalami peningkatan omzet untuk ekspor.

“Menariknya, kredit ekspor kita meningkat 107% dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhannya hampir US$100 juta. Bila kredit meningkat, maka terjadi peningkatan permintaan, kinerja dan peningkatan kapasitas UMKM,” tambahnya.

Guna mendorong UMKM melakukan ekspor, dia menjelaskan bank sentral menggunakan strategi pulls and push. Dari sisi pull, BI memanfaatkan tujuh kantor perwakilan luar negeri untuk bertugas identifikasi pasar, persyaratan, dan kualifikasi yang dibutuhkan. Sebab, setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda satu sama lain.

“Sisi push-nya, kita siapkan UKM untuk kita persiapkan untuk bisa masuk ke pasar dengan memenuhi apa saja yang dibutuhkan oleh pasar, tingkatkan kapasitas, dan persyaratan. Sehingga bisa penuhi 3K yakni kualitas, kuantitas, dan kapasitas,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menyatakan jumlah nasabah UMKM yang telah melakukan ekspor tercatat 40 ribu nasabah per Juni 2022. Jumlah itu melesat 60% secara tahunan atau year on year (YoY) dari 25 ribu pada Juni 2021.

“Secara value, ekspor UMKM yang kami alami naik dari Rp 14 triliun jadi Rp 22 triliun. Artinya, barang yang diproduksi oleh UMKM binaan BNI jauh lebih dihargai pasar. Orientasinya pada produk olahan makanan dan minuman, kerajinan tangan, dan olahan makanan laut,” ujar Iqbal pada kesempatan yang sama.

Pencapaian gemilang ini berkat program unggulan BNI Xpora yang memberikan pendampingan berkelanjutan agar para pelaku UMKM terbiasa melakukan ekspor. Prosesnya, dimulai dengan melakukan kurasi terhadap produk UMKM melalui 200 kantor cabang terpilih yang tersebar di Indonesia, sesuai potensi ekspor di masing-masing daerah.

Setelah itu, BNI melakukan pendampingan dengan menggandeng berbagai pihak seperti Bea Cukai, Lembaga Pembiayaan Ekspor dan Impor (LPEI), dan pihak lainnya. Tujuannya, agar para pelaku UMKM memahami kebutuhan pasar, persyaratan, hingga peningkatan kapasitas.

Ketika para pelaku UMKM siap melakukan ekspor, BNI melakukan business matching dengan diaspora yang tersebar di berbagai negara dengan mengandalkan kantor cabang luar negeri. Iqbal menilai jumlah diaspora yang mencapai 8 juta orang memiliki potensi yang besar lantaran bisa dijadikan ambassador dan pintu masuk produk UMKM Indonesia di luar negeri.

Lewat program BNI Xpora yang baru diluncurkan pada tahun lalu ini, BNI sudah berhasil memboyong berbagai produk UMKM ke berbagai pasar global melalui diaspora. Ia mencontohkan salah satu UMKM pembudidaya tanaman hias, berhasil mendapatkan kontrak ekspor senilai Rp 1 triliun per tahun untuk tujuan Eropa.

Ada juga kelompok ibu-ibu asal Jawa Barat yang memproduksi kerupuk berhasil menarik perhatian salah seorang Diaspora di Hong Kong. Meski masih dalam kapasitas kecil, produk ini telah di pasarkan di pasar Hong Kong hingga China.(Jef)

BNI Perkuat Kerjasama dengan Ditjen Diktiristek melalui program Financial Ecosystem

Jakarta: (globalnews.id) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) terus memperkuat program Financial Ecosystem Campus dalam upaya penyediaan pelayanan lengkap berbasis digital bagi ekosistem kelembagaan dan Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan pula dapat mendorong literasi keuangan digital yang berkorelasi positif pada kualitas sumber daya manusia di lingkungan universitas.

BNI dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti Ristek) melakukan Kick Off Dikti Ristek Financial Ecosystem dengan melakukan penandatanganan kerjasama Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Penyelenggaraan Ekosistem Keuangan.

Kerja sama ini dihadiri langsung oleh Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto dengan Plt. Direktur Jendral Dikti Ristek Prof. Nizam, Plt. Sekertaris Direktorat Jenderal Diktiristek Prof. TjitTjik Sri Tjahjandarie, Direktur Sumber Daya Dr. Mohammad Sofwan Effendi di Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Selain Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), BNI dan Ditjen Dikti Ristek melakukan integrasi sistem keuangan melalui Cash Management Ditjen Dikti & Dit Sumberdaya, Restrukturisasi Virtual Account (VA), Penyaluran Tunjangan Kinerja Pegawai, Kredit Konsumer Pegawai, Program Magang Mahasiswa Bersertifikat Kampus Merdeka, Praktisi Mengajar dan BNI Edupreneur Program Kewirausahaan.

Sis Apik mengatakan perseroan terus membuka peluang kerja sama dengan banyak lembaga pendidikan. Selain karena ingin memberikan layanan keuangan yang lebih solutif, BNI memiliki obligasi yang besar pula dalam berperan aktif dalam peningkatan literasi keuangan digital generasi muda di perguruan tinggi.

“Dengan sinergi ini, kami harap dapat ikut dapat aktif dalam peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka. BNI akan terus berupaya meningkatkan layanandalam penyediaan solusi keuangan yang terintegrasi berbasis digital yang sesuai dengan kebutuhan ekosistem keuangan kelembagaan dan Perguruan Tinggi,” katanya.

Sis Apik menuturkan sinergi dengan Kemdikbud Ristek sejauh ini telah meliputi beberapa layanan transaksional baik bagi pegawai, maupun civitas akademika. BNI telah menjadi salah satu bank paling kuat dalam pengelolaan rekening operasional, produk giro, cash management, Penyaluran Tunjangan Guru serta penyaluran beasiswa Program Indonesi Pinter Pendidikan Dasar & Menengah serta Program Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah)

“Tentunya dengan adanya Program Financial Ecosystem Diktiristek yang dilakukan penandatanganannya pada hari ini menjadi pelengkap bagi solusi & program yang telah diberikan BNI selama ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sis Apik mengutarakan bahwa sinergi kelembagaan ini juga merupakan salah satu semangat BNI untuk menjadi transaction banking dan meningkatkan rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang pada menunjang pembiayaan kompetitif di masa pemulihan ekonomi nasional.

“Terlebih, perguruan tinggi juga tentunya membutuhkan berbagai jenis produk pembiayaan kompetitif yang mana kami yakin mampu memfasilitasi kebutuhan tersebut guna terus meningkatkan kualitas dari sektor Pendidikan di Tanah Air,” imbuhnya. (jef)

BNI Kelola Jasa Penyaluran Gaji Bagi Karyawan Pelindo Terminal Petikemas

Jakarta:(Globalnews id)-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (kode saham: BBNI) terus memperluas kerja sama antar lembaga bisnis guna meningkatkan kinerja penghimpunan dana dan penyaluran kredit di masa pemulihan ekonomi tahun ini.
 
BNI kali ini menjalin sinergi dengan PT Pelindo Terminal Petikemas dalam hal penyediaan jasa penyaluran gaji (payroll) bagi karyawan Pelindo III.
 
Sinergi BNI dengan Pelindo Terminal Petikemas ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilakukan Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir, dan Direktur SDM Pelindo Terminal Petikemas Edi Priyanto di Kantor Wilayah 06 BNI, Selasa (02/08/2022).

Dalam kerja sama dengan Pelindo Terminal Petikemas, BNI menawarkan paket lengkap berupa payroll, kredit fleksi tanpa agunan, kredit kepemilikan rumah hingga kartu kredit. BNI juga memberikan program menarik yang menguntungkan dan cepat bagi pegawai Pelindo Terminal Petikemas.

Ronny Venir menyampaikan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan bisnis yang lebih luas antara BNI dengan Pelindo Terminal Petikemas, antara lain pengelolaan dana Pelindo Terminal Petikemas dan pemberian fasilitas kredit konsumer untuk karyawan Perusahaan. 

“Kami memiliki berbagai solusi serta kemudahan fasilitas untuk produk konsumer. Kami berharap, semua layanan perbankan yang kami berikan dapat membantu semua pegawai Pelindo Terminal Petikemas untuk Go Produktif. Terlebih, Pelindo memiliki semangat yang sama dengan BNI melalui Xpora, yakni membantu lebih banyak usaha lokal untuk Go Global,” katanya.

BNI memiliki 17 wilayah, 195 cabang, 2.188 Outlet, 16.384 ATM serta didukung 161.074 BNI Agen46 yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki BNI Mobile Banking sebagai super app yang mampu menjawab semua kebutuhan transaksi hingga pengajuan pembiayaan secara digital nasabah. 

Bagi nasabah yang tengah mencari rumah tinggal, BNI juga memiliki BNI DigiGriya, yakni platform yang membantu nasabah mencari informasi property yang terbaik dari para selected developer yang bekerjasama dengan BNI secara digital beserta program KPR BNI Griya.

“Kami pun memiliki program undian Loyalty Payroll yang merupakan pengundian hadiah untuk kepada karyawan Pelindo Terminal Petikemas yang memanfaatkan fasilitas payroll kepada BNI” katanya.

Edi pun mengapresiasi BNI yang selalu berupaya memberikan nilai tambah lebih tinggi dalam setiap solusi perbankannya. Dia meyakini kerja sama ini akan menjadi peluang untuk karyawan meningkatkan produktifitasnya di tengah bisnis layanan pelabuhan yang semakin meningkat.

“Posisi Pelindo sebagai perusahaan tidak hanya jadi perpanjangantangan pemerintah untuk melancarkan logistik. Akan tetapi, kami juga proaktif memperhatikan SDM dengan membantu memfasilitasi mereka dengan produk perbankan seperti tabungan dan pembiayaan yang tepat guna menjawab berbagai kebutuhannya,” sebut Edi.(Jef)

Kejagung dan Bareskrim Tangani KSP Indosurya: KemenKopUKM Berharap Aset Dapat Ditarik Untuk Memenuhi Kewajiban Kepada Anggota

Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengapresiasi langkah Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung yang telah memproses kasus gagal bayar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Saat ini, Kejagung menyatakan bahwa berkas perkara terkait kasus ini telah dinyatakan lengkap atau P21.

“Kita mengapresiasi atas kinerja Bareskrim dan Kejagung yang telah memproses kasus pidana hingga P21,” kata Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM Ahmad Zabadi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (1/8).

Tak lupa ia pun meminta untuk dilakukan pengejaran terhadap aset yang dimiliki KSP Indosurya. “Aset ini dapat ditarik dan digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada anggota sebagai implementasi tahapan homologasi yang telah ditetapkan oleh pengadilan,” ucapnya.

Sejalan dengan Ahmad Zabadi, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Koperasi Bermasalah, Agus Santoso, menyatakan tetap pada tupoksi sesuai arahan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) yaitu mengupayakan _asset based resolution_. Pemidanaan terhadap tersangka tidak menghalangi satgas untuk tetap berupaya mengurangi resiko kerugian pada anggota koperasi.

Sebelumnya, Satgas menerima pengaduan dari perwakilan anggota bahwa Kantor Pusat KSP Indosurya yang telah dipindahkan operasionalnya dari kawasan Kuningan ke Ciledug tutup dan tidak operasional. Untuk itu Satgas menurunkan Tim untuk melakukan sidak ke Ciledug, di mana telah ditemukan fakta bahwa kantor tidak buka dan tidak melayani operasional simpan pinjam dan transaksi pembayaran, kantor hanya melayani tanya jawab dengan mengarahkan kepada call center dan jumlah pegawai yang bertugas hanya 1 orang dengan sistem kerja WFH WFO.

Perlu diketahui, sebelumnya KemenKopUKM telah menerima aspirasi dari anggota KSP Indosurya Cipta untuk menunda pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara online terkait kasus gagal bayar koperasi tersebut. Penundaan ini dilakukan karena muncul kekhawatiran akan adanya indikasi manipulasi saat pelaksanaannya nanti.

Setelah mendengar aspirasi ini, Zabadi menyampaikan secara tegas, KemenKopUKM akan membentuk tim untuk melakukan pendampingan terhadap RAT KSP Indosurya Cipta, agar terwujud RAT yang akuntabel dan transparan.

KemenKopUKM juga terus aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar ini, di antaranya dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bareskrim Polri, dan lainnya.(Jef)