Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Tingkatkan Kualitas Data Koperasi di Indonesia melalui ODS - Anggaran Kemenkop dan UKM Tahun 2018 Terealisasi 90,89 Persen - Kemenkop dan UKM Dorong Pemberdayaan UKM Perempuan - LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp332 M di Kaltim - Kemenkop dan UKM bersama Dekranas Lestarikan Kerajinan Menjawet dan Benang Bintik Kalteng - Kemenkop dan UKM Sosialisasi Perkoperasian ke 50 Kelompok UP2 PKK Palangka Raya - Kemenkop dan UKM - Dekranas Latih Ratusan Perajin Tradisional di Kalimantan Timur - Produktivitas dan Regenerasi Hambat Peningkatan Daya Saing Produk Sarung Tenun Samarinda - Pemilihan Peserta senam Terheboh dan Kuiz Meriahkan Peringatan Harkopnas ke-72 di CFD Jakarta - LPDB Dukung Pengembangan Bisnis Koperasi Berbasis IT

DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI

Februari 6, 2018 | news

dialog publik DPP Gema Mathlaul Anwar

JAKARTA: (Globalnews.id)-DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar menggelar  Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI, di Jakarta, Selasa (6/2/2018). Dialog itu menampilkan tiga pembicara , yaitu Prof.Dr Azyumardi Azra MA CBE (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah), Dr Ahmad Mukhlis Yusuf M Mgt (Pokja Revolusi Mentan  Kemenkp BPMK) dan K.H. Zaenal Abidin Syuza’i Lc (Wakil Kteua Umum PB Mathla’ul Anwar) .

Terkait digelarnya dialog ini, Ketua Umum DPP Gema Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawasi Ssi menjelaskan, semula istilah radikal merujuk pada karakter berfikir filsafat yang mendalam hingga menyentuh akar suatu masalah.

“Namun lamban lain, makna positif tersebut bergeser menjadi negatif ketika radikal menjadi sebuah radikalisme yang berarti paham atau aliran yang radikal dalam politik maupun paham atau aliran yang menginginkan perubahan  sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, maupun sikap ekstrem dalam aliran politik,” katanya.

Pada konteks beragama, sering dimaknakan, sikap ekstrem dalam beragama yang merupakan wujud dari cara berkipir ekslusif yang mengedepankan truth claim, sehinga berujung pad asikap intoleren. Sikap turunannya berupa meras amenjadi kelompok yang paling benar. “Sikap ekstrem dalam beragama tersebut ada dalam semua agama,” katanya.

Logika radikalisme menjaid bermaslah  jika merambah ke ruang publik yang serba heterogen  dengan begaram keyakinan, agam dan ras dan warna kulit, suku bangsa  dan bahsan.

“Diperlukan langkah penyeimbang yang responsif, relevan, dan kokoh ditengah kondisi agar  keutuhan NKRI tetap terjaga, itulah latar belakang digelarnya dialog publik ini,” tutupnya. (jef)

 

 

Related For DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI