Global News Indonesia
Menu
Kawal Musim Tanam 2018/2019, BNI & Kementan Kini Garap Bumi Borneo - BNI Kembali Wujudkan Turnamen Pro-Am Indonesian Masters 2018 - LPDB Siap Dukung Lahirnya Wirausaha Pemula - HUT KPR KE-42 MOMENTUM BTN AJAK MILENIAL MENGAMBIL PERAN - Menteri Puspayoga Harapkan ICSB Lahirkan UKM Eksportir - Industri Asuransi Jiwa Tetap Miliki Prospek Pertumbuhan yang Meningkat di 2018 - Bintang Puspayoga Tinjau Palu dan Salurkan Bantuan Pasca-Bencana - Tumbuhkan Kecintaan pada Dunia Penerbangan, DitjenHubud Adakan Aviation Goes To School - Lanjutan Gerakan Kawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 BNI Garap Jember - Sambut Nataru 2018 Ada Mudik Gratis dan Kereta Api Tambahan

DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI

Februari 6, 2018 | news

dialog publik DPP Gema Mathlaul Anwar

JAKARTA: (Globalnews.id)-DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar menggelar  Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI, di Jakarta, Selasa (6/2/2018). Dialog itu menampilkan tiga pembicara , yaitu Prof.Dr Azyumardi Azra MA CBE (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah), Dr Ahmad Mukhlis Yusuf M Mgt (Pokja Revolusi Mentan  Kemenkp BPMK) dan K.H. Zaenal Abidin Syuza’i Lc (Wakil Kteua Umum PB Mathla’ul Anwar) .

Terkait digelarnya dialog ini, Ketua Umum DPP Gema Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawasi Ssi menjelaskan, semula istilah radikal merujuk pada karakter berfikir filsafat yang mendalam hingga menyentuh akar suatu masalah.

“Namun lamban lain, makna positif tersebut bergeser menjadi negatif ketika radikal menjadi sebuah radikalisme yang berarti paham atau aliran yang radikal dalam politik maupun paham atau aliran yang menginginkan perubahan  sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, maupun sikap ekstrem dalam aliran politik,” katanya.

Pada konteks beragama, sering dimaknakan, sikap ekstrem dalam beragama yang merupakan wujud dari cara berkipir ekslusif yang mengedepankan truth claim, sehinga berujung pad asikap intoleren. Sikap turunannya berupa meras amenjadi kelompok yang paling benar. “Sikap ekstrem dalam beragama tersebut ada dalam semua agama,” katanya.

Logika radikalisme menjaid bermaslah  jika merambah ke ruang publik yang serba heterogen  dengan begaram keyakinan, agam dan ras dan warna kulit, suku bangsa  dan bahsan.

“Diperlukan langkah penyeimbang yang responsif, relevan, dan kokoh ditengah kondisi agar  keutuhan NKRI tetap terjaga, itulah latar belakang digelarnya dialog publik ini,” tutupnya. (jef)

 

 

Related For DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI