Global News Indonesia
Menu
Pemerintah Dorong Milenial Berkoperasi dan Manfaatkan Teknologi - Kuartal III Tahun 2018, BNI Cetak Laba Bersih Rp 11,4 Triliun, Didorong Pertumbuhan Kredit 15,6% - Insurance Day 2018, Rekor MURI Literasi Kampus Terbanyak Sasar Generasi Millenial Cerdas, Sejahtera & Mandiri - Kemenkop dan UKM Fasilitasi KUKM Potensial Ekspor untuk Ikut TEI 2018 - Koperasi Miliki Peran Strategis untuk Pemerataan Ekonomi Daerah - Indonesia Siap Edukasi UMKM dengan Fintech - BNI ITB Ultra Marathon, Momentum Cintai Kampus dengan Olahraga & Reksadana - Berperan Untuk Ekonomi Dunia yang Lebih Baik - Kemenkop dan UKM Sebut Banyak Peluang Anak Muda di Era Revolusi Industri 4.0 - Kemenkop dan UKM Ingatkan Dekopin Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Rekomendasi Hasil Kongres Koperasi

DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI

Februari 6, 2018 | news

dialog publik DPP Gema Mathlaul Anwar

JAKARTA: (Globalnews.id)-DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar menggelar  Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI, di Jakarta, Selasa (6/2/2018). Dialog itu menampilkan tiga pembicara , yaitu Prof.Dr Azyumardi Azra MA CBE (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah), Dr Ahmad Mukhlis Yusuf M Mgt (Pokja Revolusi Mentan  Kemenkp BPMK) dan K.H. Zaenal Abidin Syuza’i Lc (Wakil Kteua Umum PB Mathla’ul Anwar) .

Terkait digelarnya dialog ini, Ketua Umum DPP Gema Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawasi Ssi menjelaskan, semula istilah radikal merujuk pada karakter berfikir filsafat yang mendalam hingga menyentuh akar suatu masalah.

“Namun lamban lain, makna positif tersebut bergeser menjadi negatif ketika radikal menjadi sebuah radikalisme yang berarti paham atau aliran yang radikal dalam politik maupun paham atau aliran yang menginginkan perubahan  sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, maupun sikap ekstrem dalam aliran politik,” katanya.

Pada konteks beragama, sering dimaknakan, sikap ekstrem dalam beragama yang merupakan wujud dari cara berkipir ekslusif yang mengedepankan truth claim, sehinga berujung pad asikap intoleren. Sikap turunannya berupa meras amenjadi kelompok yang paling benar. “Sikap ekstrem dalam beragama tersebut ada dalam semua agama,” katanya.

Logika radikalisme menjaid bermaslah  jika merambah ke ruang publik yang serba heterogen  dengan begaram keyakinan, agam dan ras dan warna kulit, suku bangsa  dan bahsan.

“Diperlukan langkah penyeimbang yang responsif, relevan, dan kokoh ditengah kondisi agar  keutuhan NKRI tetap terjaga, itulah latar belakang digelarnya dialog publik ini,” tutupnya. (jef)

 

 

Related For DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI