Global News Indonesia
Menu
Dua Tahun, Kerugian Ekonomi Akibat Pengendalian Impor Jagung Capai Rp52,16 Triliun - Peringati Hari Sampah, BNI Jadi Pionir Sustainable Financing - Produk Hasil Koperasi dan UKM Akan Berkembang Bila Pariwisata Maju - Impor Jagung Memang Turun, Namun Impor Gandum Naik - Kemenkop dan UKM Dukung Target Kunjungan 1 Juta Wisman ke Danau Toba - Menkop dan UKM Dorong Industri Jasa Boga Lestarikan Kuliner Tradisional - Hadapi Revolusi Industri 4.0 Menhub Dorong Revitalisasi Badan Litbang Perhubungan - Ajukan BNI Griya Kini Lewat Online, Ngak Pake Ribet - Kemenkop dan UKM Lakukan Sinergitas Kegiatan Pemulihan UMK Pasca Bencana di Provinsi NTB dan Sulteng - Lewat Reuni Akbar BNI Trisakti Festival Connect 2019, BNI Ajak Alumni Guyub & Melek Produk Bank

DPR Minta BPK Audit CSR Telkom

April 24, 2018 | news

JAKARTA: (Globalnews.id)- Anggota DPR menegaskan BPK(badan pemeriksa keuangan) harus mengaudit kegiatan CSR PT Telkom  yang dikelola serta disalurkan secara tidak proporsional.

“Saya kira ini memang harus diaudit oleh BPK. GCG ini harusnya proprosional sesuai yang diperuntukkan untuk masyarakat secara adil”  Kata Azam Azman, Wakil Ketua Komisi VI DPR pada diskusi “menyoal kinerja PT Telkom” di Warung daun cikini(24/4).

Turut hadir ekonom Indef bhima yudhistira,Ismed Hasan Putro (Pemerhati BUMN); serta Marwan Batubara (Indonesian Resources Studies).

Sebelumnya Koordinator Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK)  Jamal saat menggelar demo di Gedung PT Telkom, Senin (16/4/2018) mendesak Direktur Utama (Dirut) PT Telkom mundur dari jabatannya terutama dana CSR  untuk rumah ibadah yang  dibagikan tidak secara adil dan proporsional. 

Menurut Azam, Gejala ketidakadilan ini jika dibiarkan, akan berdampak buruk karena PT Telkom terkesan pilih kasih dalam memberikan bantuan kepada rumah ibadah.

“Untuk menghindari perbedaan besaran terkait penyaluran CSR PT Telkom yang sudah marak di medsos apalagi sudah menyangkut pernyataan petinggi ormas keagamaan, maka sebaiknya ada audit khusus oleh BPK” kata politikus Partai demokrat tersebut. 

 Marwan Batubara  dari Indonesian Resources Studies menegaskan, harus ada permintaan secara resmi kepada BPK bisa melalui anggota dewan atau Presiden langsung yang menyampaikan kepada Menneg BUMN sebagai pemegang komando tertinggi di perusahaan pelat merah demi memperbaiki kinerjanya. 

Sementara jika dilihat dari sisi kinerja PT Telkom, Azam azman menyoroti, kendati perseroan mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp22,1 triliun pada 2017, atau tumbuh 14,43 persen dibanding laba 2016 yang senilai Rp19,35 triliun. Namun pertumbuhan laba 2017 lebih lambat dibandingkan laba 2016 yang mampu menanjak 24,94 persen (year-on-year/yoy).

“Ini menjadi sangat penting bahwa keberadaan Telkom ini harus lebih cepat pertumbuhan kinerjanya, kalau enggak akan tertinggal jauh, dan kalau saya lihat, perlu didukung oleh manajemen yang lebih baik, perlu didukung manajemen puncak yang lebih agresif”tegas Azam. (jef)

Related For DPR Minta BPK Audit CSR Telkom