Global News Indonesia
Menu
Perkuat Bisnis di Pelabuhan, BNI Berikan Port Service Financing untuk Pengguna Jasa Pelindo III - Dorong Ekspor RI, BNI Salurkan Pinjaman Berdenominasi Yen - Dukungan Total BNI Terhadap Asian Games 2018, Awali Kirab Obor dari Titik Nol Yogyakarta - Koperasi Kultura Kalamansi Bengkulu Kembangkan Sirup Jeruk Jadi Produk Unggulan - SEMESTER I /2018 KREDIT BANK BTN TUMBUH 19,14% - Semester I Tahun 2018, Laba Bersih BNI Tumbuh 16,0% - KUD Koto Salak Dharmaraya,Tak Hanya Perekonomian Saja, Namun Juga Berkontribusi pada Sosial Budaya  - Koperasi Harus Sejahterakan Anggota - Rakortas Kemenkop dan UKM, Temanya Masih Seputar Koordinasi Pusat Daerah - Primkop Kartika Widya Sejahtera, Berikan Manfaat bagi Masyarakat di Banjarbaru Kalsel

Empat Tahun Reformasi Total, Koperasi Tumbuh Secara Berkualitas

Juli 12, 2018 | koperasi dan ukm


JAKARTA: (Globalnews.id)- Setiap tahun, pemerintah dan gerakan koperasi memperingati Hari Koperasi setiap tanggal 12 Juli. Tahun ini, peringatan Hari Koperasi ke-71 dilaksanakan di ICE BSD Tangerang, Banten yang dihadiri oleh Presiden Jokowi, para menteri Kabinet Kerja dan seluruh penggerak koperasi di tanah air.

Pemerintahan Presiden Jokowi mencanangkan program pertumbuhan ekonomi untuk memberikan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Untuk mencapai pemerataan itu koperasi memiliki peran strategis, karena bisa saja terjadi pertumbuhan ekonomi tapi hanya dinikmati sekelompok orang.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengatakan guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kementerian Koperasi dan UKM menjalankan Reformasi Total Koperasi melalui tiga langkah strategis, yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan. Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat.

“Dalam empat tahun berjalannya Reformasi Total Koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri. Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi,” kata Puspayoga, Kamis (12/7).

Pendataan koperasi dibenahi sehingga melahirkan data koperasi yang benar-benar aktif. Jumlah koperasi tahun 2014 sebanyak 212.570 unit telah berkurang menjadi 152.714 unit. Sebanyak 40.013 dibubarkan karena tidak aktif lagi.
Pembinaan yang terus menerus dilakukan pemerintah untuk pengembangan koperasi sehingga indikator-indikator pertumbuhan koperasi menunjukkan peningkatan, antara lain koperasi mencatatkan omzet hingga puluhan triliun, koperasi masuk bursa efek dan koperasi membeli saham Bank BRI Syariah.

Berdasarkan data yang diolah Kemenkop dan UKM dan BPS, kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional terus meningkat. Tahun 2014, PDB koperasi hanya 1,71 persen kemudian meningkat menjadi 3,99 persen tahun 2016 dan tahun 2018 naik lagi menjadi 4,48 persen.
“Ini menunjukkan koperasi tumbuh sehat dan terus berkembang secara berkualitas,” kata Puspayoga.

Kemenkop dan UKM konsisten melaksanakan Reformasi Total Koperasi dan mengajak semua gerakan koperasi, pemerintah terus menjaga sinergi positif yang sudah terjalin selama ini sehingga koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan peran dalam pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.(jef)

Related For Empat Tahun Reformasi Total, Koperasi Tumbuh Secara Berkualitas