Menu
Gandeng Ina Produk Indonesia, MenKopUKM Ingin Direktori Digital Perluas Pasar UMKM Tanah Air - Animo Berbisnis Tinggi, Aku Saudagar Muda 2021 Terima 2.510 Pendaftar - Sinergi LPDB-KUMKM dan Perbankan Percepat Rekonsiliasi Data Rekening Dana Bergulir Periode 2000-2007 - KemenKopUKM Temukan Koperasi Diduga Lakukan Praktik Pinjol Ilegal - Meski Merupakan Pelaku Mayoritas, Namun Kontribusi UMKM Terhadap Nilai Ekspor Masih Kecil - MenKopUKM: Sinergi Perkuat Daya Saing UMKM untuk Kembangkan Pasar Nasional dan Global - Sinergi KemenkopUKM dan Pemkab Gianyar Bangkitkan Usaha Mikro Sektor Pariwisata di Bali - GMF dan Angkasa Pura I Tandatangani Nota Kesepahaman Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Lahan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar - Banking & Property Outlook 2022: Sektor Properti Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascapandemi - Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Pemerintah Agar Serius Memperhatikan Keamanan Siber

e’Sambelin, UKM yang Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Mei 4, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Di tengah mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia, banyak pelaku UKM yang diuji kreatifitas pemasaran produknya. Salah satunya, melalui jalur dunia maya alias media sosial (medsos). Begitu juga yang dilakukan Darmono, UKM produsen sambel khas dengan merek e’Sambelin.

Darmono mengatakan, sejak maraknya virus Covid-19, dirinya memanfaatkan sarana medsos untuk mempromosikan dan memasarkan produk sambel khasnya. “Alhamdulillah, animo konsumen tetap tinggi”, tandas Darmono kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Awalnya, aku Darmono, pesanan sambel datang dari komunitas teman-teman sendiri. Setelah dari mulut ke mulut, pesanan sambel pun datang dari komunitas yang lain. “Kuncinya ya kreatifitas, baik pemasaran maupun kualitas produk”, ucap Darmono.

Soal rasa, sambel khas e’Sambelin Cak’Mono juga sudah memiliki variasi rasa. Dengan ukuran botol 150 milimeter, selain rasa sambel biasa, ada juga varian rasa teri, petai, dan tongkol.

Yang terbaru adalah varian rasa cumi. Harga yang dipatok berkisar Rp30 ribu sampai Rp35 ribu saja. Sedangkan untuk rasa cumi Rp45 ribu. “Bagi Reseller mendapat cashback atau diskon Rp5 ribu”, ungkap Darmono seraya menyebutkan dirinya mampu memproduksi sambel sebanyak ratusan botol dalam setiap pemesanannya.

Meski masih didominasi pemesanan di wilayah Jabodetabek, namun pesanan sambel dari beberapa daerah di Indonesia pun mulai meningkat. “Sudah mulai banyak juga pesanan dari luar Jakarta”, kata Darmono.

Soal kemasan, e’Sambelin juga kini tersedia dalam kemasan plastik yang simpel dan praktis. Namun, tetap mengutamakan unsur higinietasnya.

Ke depan, e’Sambelin akan tetap berinovasi untuk berkembang, baik dari sisi kualitas produk, varian rasa, hingga inovasi dalam pemasaran. “Wabah Corona ini sebagai ajang UMKM bisa naik kelas dengan kreatifitas, inovasi, keuletan, dan bagaimana bener-benar memanfaatkan media sosial”, pungkas Darmono.(jef)

Related For e’Sambelin, UKM yang Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19