Menu
Nikmati Petang di KM Dorolonda, PELNI Gelar Virtual Tour - Banpres Produktif Membuat Pedagang Jamu Keliling Mampu Ganti Sepeda - PEDULI KESEHATAN MASYARAKAT, KEMENHUB BAGIKAN SATU JUTA MASKER DAN HAND SANITIZER GRATIS - FOOD STATION BORONG 6 PENGHARGAAN BUMD MARKETEERS AWARDS 2020 - UMKM MUDA Virtual Week, BNI Perkenalkan Rumah BUMN Untuk Milenial - Sebanyak 30 Inovator Muda Terpilih Ikut "Bootcamp" Pahlawan Digital UMKM - Gelar 9.9 9reat Sale, JD.ID Catat Peningkatan Jumlah Penjualan Lebih Dari 200% - Setelah Bantu Penderita Kanker, Kini Pegasus Bantu Korban Kebakaran Di Maccini Kidul Makassar - SeskemenkopUKM Tekankan Pentingnya Kreatifitas, Digitalisasi, dan Kolaboratif Bagi UMKM - Koperasi Sumbang 1,4 Ton Nanas untuk Tenaga Kesehatan dan Relawan COVID-19 di Wisma Atlet

Genjot Rasio Kewirausahaan, Kemenkop dan UKM Rangkul K/L dan Swasta

Januari 30, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Kementerian Koperasi dan UKM mempertemukan pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga dan sektor swasta untuk  memperkuat pengembangan kewirausahaan secara nasional. Seluruh K/L dan swasta akan bersinergi dan berkolaborasi untuk mempercepat tumbuhnya rasio wirausaha. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pengembangan Kewirausahaan & SDM, Rabu (29/1) di Gedung Kemenkop dan UKM. 

Hadir antara lain perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Sosial, Kemenko PMK, LIPI, BNPB, Google Indonesia, Gojek, Bukalapak dan lainnya. 

Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan, Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun Siagian  memaparkan strategi pengembangan kewirausahaan nasional mencakup tiga aspek yakni kapasitas usaha dan kompetensi KUMKM, lembaga keuangan yang ramah bagi KUMKM, koordinasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem KUMKM.

“Untuk itu, Kemenkop dan UKM sebagai leading sector kewirausahaan berdasarkan Perpres No 61 Tahun 2019 melakukan koordinasi lintas sektor agar terjadi sinergi untuk memperkuat kewirausahaan di Indonesia,” kata Nasrun.

Dikatakan, rasio kewirausahaan di Indonesia masih tertinggal bahkan untuk kawasan Asean.  Karena itu butuh percepatan melalui kolaborasi semua pihak agar dapat saling mengisi dari berbagai segi sesuai dengan kompetensinya. 

Saat ini rasio kewirausahaan baru mencapai 3,6 persen yang sebenarnya berpotensi naik hingga mencapai 10 persen. 

Arah strategi pengembangan kewirausahaan antara lain rebranding koperasi, pelatihan, magang, klinik konsultasi, pendampingan dan lainnya.
  
Implementasi strategi ini, kata Nasrun, akan bersinergi lintas sektoral. Menurutnya akan ada pembaruan terhadap implementasinya.

“Untuk pelatihan misalnya, pendaftaran akan dilakukan secara online, sehingga peserta mencari pelatihan berdasarkan kebutuhannya. Peserta yang ikut yang benar-benar serius dan hasilnya juga akan bagus,” kata Nasrun. 

Begitu juga modul atau kurikulum pelatihan akan disinergikan sehingga diperoleh modul-modul pelatihan terbaik sesuai dengan perkembangan terkini. 

Dari Kemensos mengatakan kewirausahaan merupakan program prioritas yang sedang dijalankan melalui kewirausahaan sosial. Peserta yang dilatih adalah penerima PKH yang sudah mulai berpotensi keluar dari sasaran penerima. Mereka diberdayakan dan diperkuat melalui kewirausahaan dalam bentuk bantuan sosial atau lewat pembiayaan. 

Google Indonesia dalam pemaparannya mengatakan pihaknya aktif melakukan pembinaan bagi UMKM berbasis digital. Google telah menjangkau hingga 1,3 juta UMKM lewat pelatihan secara online maupun offline.(jef)

Related For Genjot Rasio Kewirausahaan, Kemenkop dan UKM Rangkul K/L dan Swasta