Global News Indonesia
Menu
Dua Tahun, Kerugian Ekonomi Akibat Pengendalian Impor Jagung Capai Rp52,16 Triliun - Peringati Hari Sampah, BNI Jadi Pionir Sustainable Financing - Produk Hasil Koperasi dan UKM Akan Berkembang Bila Pariwisata Maju - Impor Jagung Memang Turun, Namun Impor Gandum Naik - Kemenkop dan UKM Dukung Target Kunjungan 1 Juta Wisman ke Danau Toba - Menkop dan UKM Dorong Industri Jasa Boga Lestarikan Kuliner Tradisional - Hadapi Revolusi Industri 4.0 Menhub Dorong Revitalisasi Badan Litbang Perhubungan - Ajukan BNI Griya Kini Lewat Online, Ngak Pake Ribet - Kemenkop dan UKM Lakukan Sinergitas Kegiatan Pemulihan UMK Pasca Bencana di Provinsi NTB dan Sulteng - Lewat Reuni Akbar BNI Trisakti Festival Connect 2019, BNI Ajak Alumni Guyub & Melek Produk Bank

Hadapi Serbuan tenun Asing, Dekranas dan Kemenkop UKM Sinergi Perkuat Tenun Tradisional

Juli 10, 2017 | koperasi dan ukm

MAKASAR(Globalnews.id)- Pasar dalam negeri kini tengah digempur tenun dari negara ASEAN, khususnya dari Vietnam, Myanmar dan Filipina.  Ini menjadi tantangan bagi industri tenun tradisional agar tetap produktif dan terjaga kelestariannya sebagai warisan budaya.

“Tenun tradisional harus dipertahankan dari gempuran tenun asing yang mulai banyak masuk ke pasar dalam negeri. Ini sangat penting untuk mempertahankan warisana budaya lokal,” kata Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga, dalam pembukaan Pelatihan Manajemen bagi UMKM,  Senin (10/7) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Untuk itu,  Bintang menegaskan Dekranas dan Kementerian Koperasi dan UKM menjalin sinergi untuk melakukan pelatihan SDM kerajinan tenun tradisional.  Dekranas telah bergerak membina tenun tradisional khususnya di 6 sentra tenun.

Bintang juga meminta agar Dekranas daerah aktif mengembangkan potensi tenun daerah yang dapat bersaing di dalam negeri dan manca negara.   Dia mencontohkan, Sulawesi Selatan memiliki potensi tenun Sengkang yang sudah terkenal. Tenun Sengkang memiliki motif dan bahan baku yang sangat berkualitas sehingga berdaya saing tinggi menghadapi tenun impor dan prospektif untuk dikembangkan.

Bintang mengatakan Dekranas sebagai organisasi nirlaba tempat berhimpunnya penggiat industri kerajinan nasional dan menjadi elemen penggerak industri kerajinan menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah membina dan mengembangkan tradisi dan warisan budaya dalam menghasilkan kerajinan yang bermutu dan berdaya saing tinggi.

“Pengrajin umumnya memiliki keterbatasan modal dan pemasaran, maka diperlukan sinergi untuk melakukan pembinaan dan pengembangan usaha UMKM pengrajin dalam hal pemasaran, manajemen, permodalan,  peningkatan mutu dan pemanfaatan teknologi,” kata Bintang.

Dalam sinergi ini,  dilakukan dengan menata kembali manajemen usaha UMKM pengrajin untuk mengembangkan produk kerajinan sehingga berdaya saing dan laku di pasaran.  (jef)

 

Related For Hadapi Serbuan tenun Asing, Dekranas dan Kemenkop UKM Sinergi Perkuat Tenun Tradisional