Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Tingkatkan Kualitas Data Koperasi di Indonesia melalui ODS - Anggaran Kemenkop dan UKM Tahun 2018 Terealisasi 90,89 Persen - Kemenkop dan UKM Dorong Pemberdayaan UKM Perempuan - LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp332 M di Kaltim - Kemenkop dan UKM bersama Dekranas Lestarikan Kerajinan Menjawet dan Benang Bintik Kalteng - Kemenkop dan UKM Sosialisasi Perkoperasian ke 50 Kelompok UP2 PKK Palangka Raya - Kemenkop dan UKM - Dekranas Latih Ratusan Perajin Tradisional di Kalimantan Timur - Produktivitas dan Regenerasi Hambat Peningkatan Daya Saing Produk Sarung Tenun Samarinda - Pemilihan Peserta senam Terheboh dan Kuiz Meriahkan Peringatan Harkopnas ke-72 di CFD Jakarta - LPDB Dukung Pengembangan Bisnis Koperasi Berbasis IT

Hadapi Serbuan tenun Asing, Dekranas dan Kemenkop UKM Sinergi Perkuat Tenun Tradisional

Juli 10, 2017 | koperasi dan ukm

MAKASAR(Globalnews.id)- Pasar dalam negeri kini tengah digempur tenun dari negara ASEAN, khususnya dari Vietnam, Myanmar dan Filipina.  Ini menjadi tantangan bagi industri tenun tradisional agar tetap produktif dan terjaga kelestariannya sebagai warisan budaya.

“Tenun tradisional harus dipertahankan dari gempuran tenun asing yang mulai banyak masuk ke pasar dalam negeri. Ini sangat penting untuk mempertahankan warisana budaya lokal,” kata Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga, dalam pembukaan Pelatihan Manajemen bagi UMKM,  Senin (10/7) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Untuk itu,  Bintang menegaskan Dekranas dan Kementerian Koperasi dan UKM menjalin sinergi untuk melakukan pelatihan SDM kerajinan tenun tradisional.  Dekranas telah bergerak membina tenun tradisional khususnya di 6 sentra tenun.

Bintang juga meminta agar Dekranas daerah aktif mengembangkan potensi tenun daerah yang dapat bersaing di dalam negeri dan manca negara.   Dia mencontohkan, Sulawesi Selatan memiliki potensi tenun Sengkang yang sudah terkenal. Tenun Sengkang memiliki motif dan bahan baku yang sangat berkualitas sehingga berdaya saing tinggi menghadapi tenun impor dan prospektif untuk dikembangkan.

Bintang mengatakan Dekranas sebagai organisasi nirlaba tempat berhimpunnya penggiat industri kerajinan nasional dan menjadi elemen penggerak industri kerajinan menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah membina dan mengembangkan tradisi dan warisan budaya dalam menghasilkan kerajinan yang bermutu dan berdaya saing tinggi.

“Pengrajin umumnya memiliki keterbatasan modal dan pemasaran, maka diperlukan sinergi untuk melakukan pembinaan dan pengembangan usaha UMKM pengrajin dalam hal pemasaran, manajemen, permodalan,  peningkatan mutu dan pemanfaatan teknologi,” kata Bintang.

Dalam sinergi ini,  dilakukan dengan menata kembali manajemen usaha UMKM pengrajin untuk mengembangkan produk kerajinan sehingga berdaya saing dan laku di pasaran.  (jef)

 

Related For Hadapi Serbuan tenun Asing, Dekranas dan Kemenkop UKM Sinergi Perkuat Tenun Tradisional