Global News Indonesia
Menu
Tingkatkan Kapasitas UMKM Pengrajin, Kemenkop & UKM dan Kemenperin Sinergi dengan Dekranas dan TP PKK - Kemajuan UKM Jadi Tanggung Jawab Bersama - E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi - Kejar Target Rasio Elektrifikasi, BNI Salurkan Kredit ke PLN Rp 1,1 Triliun - BNI Rintis “Aku Saudagar Muda” Cetak Siswa SMK Berjiwa Bisnis - Kemenkop dan UKM bersama TopKarir Atasi Masalah Pengangguran di Indonesia - BNI Berikan Solusi Keuangan Menyeluruh Bagi Semen Indonesia Group - Dua Ruas Tol yang Dibiayai BNI Diresmikan - Program Perhutanan Sosial, Dukungan BNI Sentuh 2.000 an Petani Jabar - Menteri Puspayoga Ajak Lulusan Unas Jadi Pengusaha

Ikut Pameran di Korea, Koperasi Kopi Indonesia Sukses Jaring Buyer Mancanegara dan Transaksi Awal Rp 1,9 Miliar

Desember 9, 2017 | koperasi dan ukm
SEOUL: Empat koperasi kopi Indonesia yang mengikuti pameran kopi internasional, Café Show pada 9-12 November 2017 di COEX Seoul Korea, berhasil menggaet potensial buyer mancanegara, dan meraih transaksi awal sekitar USD 140.000 (Rp 1,8 Miliar).
        “Keikutsertaan koperasi kopi Indonesia di Cafe Show ini, merupakan tindak lanjut dari MoU Menteri Koperasi dan UKM RI dengan SMBA (The Small and Medium Business Administration, Korea sejak 2017 menjadi Ministry of SMEs and Startups-red) yang ditandatangani Juni 2016 di New York, dimana salah satu bidang kerjasama adalah dukungan kemudahan akses pasar produk kopi Indonesia masuk Korea,” ujar Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM , I Wayan Dipta, di Jakarta Jum’at (8/12)
        Selanjutnya, Kementerian Koperasi dan UKM c.q Deputi bidang Produksi dan Pemasaran telah mengidentifikasi beberapa Koperasi yang telah melakukan ekspor kopi dan potensial masuk pasar Korea. Selama ini koperasi mengekspor green bean, dalam business matching ini diharapkan dapat juga mendapat partner dengan inovasi teknologi sehingga koperasi dapat menikmati nilai tambah.
        “Potensi kopi Indonesia sangat besar, selain itu koperasi petani kopi juga perlu terus ditingkatkan ketrampilan menjual dan mengenali buyer serta pasar potensial. Disamping menjual produk, business matching juga membuka berbagai peluang, seperti jaringan usaha antar peserta, teknologi dan inovasi,” ujarnya.
Manfaatkan Sinergi
              Lebih lanjut Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, mengharapkan dengan keterbatasan anggaran tidak membatasi upaya pembinaan dan pengembangan KUKM, sehingga dilakukan optimalisasi sinergi, peran sebagai Pembina KUKM yang dimunculkan. Business matching yang digagas SBC ini salah satunya.
           “Contohnya, keikutsertaan koperasi kopi Indonesia di Coffee Seoul kemarin merupakan hasil dari sinergitas Kemenkop dan UKM dengan instansi lain baik dalam dan luar negeri,” jelasnya
           Selain mengikuti  pameran, juga diagendakan business matching sekaligus promosi pada pameran Internasional Café Show. Untuk showcase, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM mendapatkan dukungan dari Kementerian Perdagangan yang menyediakan lahan.
          Ministry of SMEs and Startups Korea melalui SBC (Small and medium Business Corporation) memfasilitasi 4 Koperasi Kopi untuk mengikuti pameran internasional terbesar untuk Café dan produk terkait yaitu Café Show pada tanggal 9-12 November 2017 di COEX Seoul Korea.
      Disamping bertemu dengan buyer pada event tersebut, SBC juga telah menyebarluaskan informasi peserta Café Show dari Indonesia dan mengagendakan business matching pada tanggal 9-10 November 2017. Lahan Paviliun Indonesia pada Café Show merupakan kerjasama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, KBRI di Seoul serta KJRI di Busan.
      Selain 4 Koperasi Kopi dukungan Kementerian Koperasi dan UKM RI dan SBC, 8 pengusaha kopi serta produk pendukung seperti gula aren dan mesin pengolah kopi juga akan diikutsertakan dalam business matching oleh SBC.
      “Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa Kementerian Koperasi dan UKM dapat berperan mengembangkan usaha KUKM dengan memanfaatkan sinergitas antar Kementerian (dalam hal ini Kementerian Perdagangan), disamping itu juga melibatkan SBC Korea. Efisiensi dan efektivitas program ini tercipta karena dukungan dan keseriusan seluruh pihak. Kementerian KUKM dapat berperan nyata dalam internasionalisasi produk Koperasi dan UKM Indonesia.,” tutupnya. (jef)

Related For Ikut Pameran di Korea, Koperasi Kopi Indonesia Sukses Jaring Buyer Mancanegara dan Transaksi Awal Rp 1,9 Miliar