Global News Indonesia
Menu
BNI Rintis “Aku Saudagar Muda” Cetak Siswa SMK Berjiwa Bisnis - Kemenkop dan UKM bersama TopKarir Atasi Masalah Pengangguran di Indonesia - BNI Berikan Solusi Keuangan Menyeluruh Bagi Semen Indonesia Group - Dua Ruas Tol yang Dibiayai BNI Diresmikan - Program Perhutanan Sosial, Dukungan BNI Sentuh 2.000 an Petani Jabar - Menteri Puspayoga Ajak Lulusan Unas Jadi Pengusaha - IPB : Koperasi Berperan Atasi Kemiskinan dan Kesenjangan - Menkop dan UKM : Jadilah Social Entrepreneur, Jangan Wirausaha Kapitalis - Perkuat Ekspor RI, BNI Rangkul Mitra Bisnis di Amerika Serikat - Dilatih Bisnis Out of The Box, UMKM Priangan Dipacu Untuk Naik Kelas

Indopoly Mulai Petik Hasil Investasi Mesin Penambah Nilai

Juni 7, 2017 | ekbis

-IMG_2367

JAKARTA (Globalnews.id)- PT lndopoly Swakarsa Industry (Indopoly), produsen plastik film yang berproduksi di Purwakarta, Jawa Barat, berhasil mencapai total kapasitas produk metalizing film  mencapai 43 ribu ton pertahun dan menguasai lebih dari 50 persen pasar nasional.

“Sejalan dengan orientasi bisnis kita untuk ekspor, kapasitas produksi kita juga akan terus bertumbuh,” demikian diugkapkan Presiden Direktur Indopoly Jefri Halim saat konferensi pers RUPST dan Paparan Publik di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Menurut Jefri, strategi perseroan dengan berinvestasi di mesin-mesin penambah nilai pada tahun-tahun sebelumnya telah terbukti berperan sangat besar dalam mendukung kemampuan lndopoly untuk memproduksi produk film bernilai tambah. “Investasi mesin vacum metalizing dimana mesin ini mampu meningkatkan barrier dari produk kami sehingga film lndopoly dikategorikan sebagai High End film,” tutur Jefri.

Jefri menjelaskan, untuk terus meningkatkan produksi dan kualitas produk-produknya, Indopoly melakukan investasi dan pengembangan produk-produk yang ramah lingkungan. Adapun total kapasitas produk metalizing film saat ini telah mencapai 43.000 ton per tahun.

Selain itu, lndopoly juga memiliki mesin extrusion coating unit untuk film laminasi thermal yang ramah lingkungan, dimana mesin ini memungkinkan proses laminasi kertas melalui aplikasi panas tanpa menggunakan lem dengan bahan kimia yang berbahaya. “Total kapasitas mesin film laminasi thermal saat ini adalah 11.400 ton per tahun,” jelas Jefri.

Selain berinvestasi atas mesin penambah nilai, lndopoly juga melakukan upgrading pada mesin utama di tahun 2015 dimana kontribusi positifnya mulai dapat dirasakan di tahun 2016. “Kesemua hal tersebut memampukan lndopoly untuk meraih profitabilitas yang baik di tahun 2016,” tegas Jefri.

PT Indopoly membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 6 juta dolar AS atau meningkat sebesar 163 %  dibanding laba periode yang sama di tahun lalu.

Realitas tersebut terutama didukung oleh kemampuan lndopoly memproduksi berbagai variasi produk film bernilai tambah dengan karakteristik khusus, contohnya Ultra High Barrier Film, High Surface Tension Film, High Yield Cavitated Film,Oxo-Biodegradable Film, serta Thermal Laminated Film.

Dalam rangka menjaga pertumbuhan usaha, Indopoly juga terus memperluas pangsa pasar khususnya di Amerika Serikat. Dengan dibukanya anak perusahaan llene lnc., yang berlokasi di Chicago, lllinois, Amerika Serikat, lndopoly optimis produk-produknya dapat diterima masyarakat dari Amerika Utara dan Selatan.

Lokasi anak perusahaan tersebut juga memungkinkan lndopoly untuk mempelajari perkembangan produk kemasan yang lebih inovatif dan ramah lingkungan dengan acuan standar yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar di Amerika Serikat. lndopoly terus konsisten berkomitmen pada riset dan pengembangan guna memberikan produk-produk berinovasi tinggi yang sesuai dengan permintaan pasar tersebut.(jef)

 

Related For Indopoly Mulai Petik Hasil Investasi Mesin Penambah Nilai