Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Dukung Target Kunjungan 1 Juta Wisman ke Danau Toba - Menkop dan UKM Dorong Industri Jasa Boga Lestarikan Kuliner Tradisional - Hadapi Revolusi Industri 4.0 Menhub Dorong Revitalisasi Badan Litbang Perhubungan - Ajukan BNI Griya Kini Lewat Online, Ngak Pake Ribet - Kemenkop dan UKM Lakukan Sinergitas Kegiatan Pemulihan UMK Pasca Bencana di Provinsi NTB dan Sulteng - Lewat Reuni Akbar BNI Trisakti Festival Connect 2019, BNI Ajak Alumni Guyub & Melek Produk Bank - LPDB KUMKM Dorong Sentra Pengrajin Batik Pamekasan Membentuk Koperasi - Menkop dan UKM Puspayoga Dukung Desa Batik Podhek Jadi Destinasi Wisata Baru - Kemenkop dan UKM Gandeng Perbamida Jatim Sosialisasikan Aplikasi Lamikro - Wakuliner Bantu Anak dan Keluarga Dhuafa Lewat Waku-Peduli

Jiwa Social Enterpreneur Dalam Koperasi

Mei 2, 2018 | koperasi dan ukm

JAKARTA: (Globalnews.id)- Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional harus dibarengi dengan pemerataan agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. “Hal itu bisa diwujudkan melalui wadah koperasi. Pasalnya, jiwa social enterpreneur ada di dalam koperasi. Oleh karena itu, kami terus mendorong gerakan koperasi untuk tumbuh dan berkembang di seluruh Indonesia”, kata Meliadi pada acara seminar koperasi dan pelatihan OK OCE yang diselenggarakan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Jakarta, Rabu (2/5).

Di acara yang dihadiri Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno, anggota DPR RI Habib Aboebakar Al Habsyi, Presiden LIRA Olies Datau, dan Ketum Koperasi LIRA Sejahtera Andi Wijaya, Meliadi menegaskan, anggota koperasi merupakan captive market dan potensi besar bagi sebuah koperasi, termasuk Koperasi LIRA Sejahtera. “Oleh karena itu, saya berharap agar Koperasi LIRA Sejahtera bisa melakukan banyak inovasi dalam mengembangkan usahanya sehingga bisa bermanfaat bagi seluruh anggota koperasi”, kata Meliadi.

Terlebih lagi, lanjut Meliadi, Kemenkop dan UKM terus mendorong program Reformasi Total Koperasi untuk melahirkan koperasi-koperasi berkualitas di seluruh Indonesia. “Kita tidak mau lagi mengembangkan koperasi dari sisi kuantitas. Lebih baik sedikit jumlahnya, namun seluruhnya berkualitas. Saat ini, sudah banyak koperasi yang berkualitas yang beraset hingga triliunan rupiah, termasuk yang sudah masuk jajaran koperasi besar dunia”, tandas Meliadi.

Meliadi juga berharap agar LIRA bisa menyelenggarakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan di masing-masing provinsi di Indonesia. “Program pengembangan kewirausahaan melalui Klinik OK OCE saya pikir bisa diterapkan LIRA di seluruh Indonesia dimana ada LIRA di sana, tak hanya di Jakarta. Kemenkop dan UKM juga sudah melakukan sinergi pengembangan kewirausahaan dengan OK OCE”, tukas Meliadi lagi.

Meliadi akan terus mendorong jumlah kewirausahaan di Indonesia dengan melakukan sinergi dengan banyak pihak. “Rasio kewirausahaan kita saat ini sebesar 3,1%. Paling tidak, rasio itu harus sama dengan Malaysia di kisaran 5%. Itu bukan hal yang sulit, karena potensi kita sangat besar. Namun, untuk mewujudkan itu kita harus melakukan sinergi dengan seluruh stakeholder”, tegas Meliadi.

Sementara itu, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, koperasi dan UMKM memiliki peran penting dalam memajukan ekonomi Jakarta dan juga Indonesia. “Kondisi ekonomi saat ini stagnan, ditambah ketimpangan atau kesenjangan ekonomi semakin melebar. Oleh karena itu, menjadi tugas kita semua untuk terus membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Dengan membuka lapangan kerja, kita bisa menghapus kemiskinan dan mengurangi kesenjangan”, kata Sandiaga.

Sandiaga juga mengakui bahwa saat ini terjadi juga kesenjangan dalam berusaha, dimana hanya usaha besar dan asing saja yang memiliki peluang usaha yang besar di Indonesia. “Makanya, kita akan terus dorong koperasi untuk maju di Jakarta, termasuk mendorong gerakan kewirausahaan OK OKE. Dalam enam bulan, sudah ada sekitar 32 ribu orang yang terdaftar sebagai enterpreneur di OK OCE”, pungkas Sandiaga. (jef)

Related For Jiwa Social Enterpreneur Dalam Koperasi