Global News Indonesia
Menu
Djakarta Lloyd Berangkatkan 500 Pemudik Gratis - Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran Railink - Berangkatkan 12 Ribu Nasabah, BRI Life Beri Ketenangan Perjalanan Mudik - 12.200 Orang Ikut Dalam Program Mudik Bareng BRI - Direksi BNI Kunjungi Karyawan di Outlet yang Buka Saat Libur Lebaran - Sambut Lebaran 2018 dan Tahun Ajaran Baru, BNI Bagikan 7.200 Paket Santunan Anak Yatim - Mudik Gratis Bareng BUMN 2018, BNI Bersinergi dengan Garuda dan KAI Angkut 1.250 Pemudik - BRI Jalin Kerjasama Pembiayaan Rumah Bagi Anggota POLRI - Bank DKI Raih Penghargaan The 1st Trendsetter e-Money dari Infobank - Jiwasraya Berangkatkan 1000 Pemudik Gratis

Kemenkop dan UKM Ajak Menwa Berwirausaha dan Berkoperasi

Februari 25, 2018 | koperasi dan ukm

JAKARTA: (Globalnews.id)- Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengajak para anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) mulai belajar berwirausaha dan berkoperasi. Tujuannya agar saat lulus kuliah nanti tidak dipusingkan dengan urusan mencari pekerjaan. Justru sebaliknya, dengan berwirausaha maka akan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

“Pemerintah saat ini tengah gencar mendorong Gerakan Kewirausahaan Nasional. Bahkan, tak lama lagi, akan digulirkan program strategis lainnya, yaitu Gerakan Mahasiswa Wirausaha (GMW)”, ungkap Agus saat mengisi kelas pada acara Kursus Kader Pimpinan Angkatan XXXVI Tahun 2018, Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia, di Seskoal, Jakarta Selatan, Jumat (23/2).

Agus menjelaskan, saat ini rasio kewirausahaan Indonesia sudah berada pada level 3,1% dari total jumlah penduduk Indonesia. Proyeksi tahun ini diupayakan untuk mencapai rasio 4-5%.

“Untuk mencapai itu, selain terus mendorong jiwa kewirausahaan melalui berbagai pelatihan dan vokasional, Kemenkop dan UKM juga memiliki program pembiayaan bagi wirausaha pemula. Bisa melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM, hingga kredit usaha rakyat atau KUR dengan bunga hanya 7% pertahun. Bagi yang sudah menghasilkan suatu produk, kita juga bisa membantu pengurusan hak cipta”, jelas Agus.

Agus juga meminta para mahasiswa yang sudah berwirausaha menghasilkan produk, agar memperhatikan mengenai kemasan. “Kemasan produk itu penting. Bisa saja kita menciptakan suatu produk yang sudah banyak di pasaran. Namun, yang bisa membedakan produk kita dengan lainnya adalah dari sisi kemasan. Kemasan juga bisa menunjukkan kelas produk kita ada dimana”, imbuh Agus.

Agus pun mendorong agar para Menwa mau mempelajari bisnis secara online atau e-Commerce. Pasalnya, sekarang merupakan era teknologi. Saat ini, dunia usaha tak lagi mengenal waktu, ruang, dan jarak. Dunia hanya sebatas dalam genggaman gadget. “Tanpa menguasai IT, jangan harap bisa menembus pasar”, ujar Agus.

Hanya saja, menurut Agus, untuk bisa menjadi sukses, seseorang harus mampu memiliki lima kunci sukses yang saling melengkapi. “Pertama, knowledge. Meski dia lulus dengan Cum Laude, namun belum tentu berhasil atau sukses dalam kehidupan bermasyarakat. Ada hal lain yang harus dimiliki, kunci sukses kedua yaitu memiliki skill atau ketrampilan. Keterampilan bisa karena dilatih atau bakat. Skill ini juga bisa menjadi ikon seseorang untuk dikenal luas banyak orang. Kita harus mampu menciptakan karakter khas diri kita sendiri”, kata Agus.

Kunci sukses ketiga adalah memiliki networking yang luas. Keempat, bisa memanfaatkan peluang yang ada. “Kelima, yang tak kalah penting adalah mampu menjaga sikap dan perilaku. Jangan sampai berjanji tapi ingkar, berkata suka bohong, dan sebagainya. Di samping lima kunci sukses itu, kita juga harus mampu bersikap cepat tapi tidak mendahului, tajam analisa tapi tidak melukai, dan menang tapi tidak mengalahkan. Dan yang tidak dilupakan adalah selalu berdoa”, papar Agus lagi.

Agus juga berharap agar para Menwa bila kelak menjadi pemimpin harus seperti Harimau yang kalem, gagah, wibawa, mata tajam, dan bila mendapat mangsa hanya mengambil isi dalamnya saja. Sisanya untuk dimakan hewan lainnya. “Intinya, seorang pemimpin itu harus mau berbagi dan mengayomi”, tegas Agus.

Selain itu, Agus juga mengajak 57 orang Menwa peserta kursus perwakilan dari seluruh Indonesia, untuk belajar berkoperasi. Prosesnya amat mudah dan sederhana, dan bisa dilakukan secara online.

“Kami akan memberikan penyuluhan berkoperasi yang baik dan benar. Para Menwa yang sudah tergabung dalam wadah koperasi tinggal mengadakan RAT menentukan iuran pokok, wajib, dan sukarela. Tentukan pula unit usaha yang akan dijalani oleh koperasi. Jangan lupa, koperasi itu merupakan salah satu kekuatan ekonomi Indonesia, selain sektor BUMN dan swasta”, pungkas Agus.(jef)

 

Related For Kemenkop dan UKM Ajak Menwa Berwirausaha dan Berkoperasi