Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan - Barisan Prabowo Sandi: Melalui Pemilu Inginkan Perubahan, Kebijakan ke Depan Harus Berpihak pada Rakyat - Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Pada Upaya Reformasi Total Koperasi - Kemenkop dan UKM Berharap Kemitraan dengan India mampu perkuat eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Jadi Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah - Peroleh SMM ISO 9001:2015, Kini RTGS, Remitansi, dan Garansi Bank BNI Berstandar Dunia - 3,9 Juta Pelaku UMKM Nikmati KUR BRI Senilai Rp.80,2 Triliun di 2018 - Sukses Salurkan Rp 7,3 Triliun di 2018, BNI Kembali Salurkan Bansos PKH Non Tunai Tahun 2019 - Capai Pertumbuhan Remitansi Dua Digit Pada 2018, BNI Jadi Pioneer Go Live SWIFT GPI di Indonesia

Kemenkop dan UKM akan Kucurkan Bantuan WP kepada Pedagang Korban Kebakaran Pasar Gedebage

Juli 21, 2018 | koperasi dan ukm

BANDUNG:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM akan mengucurkan bantuan program Wirausaha Pemula (WP) guna membantu pedagang (UKM) korban kebakaran Pasar Gedebage, Kota Bandung. WP merupakan bantuan modal usaha dengan kisaran Rp 10-13 juta setiap UKM.

Kebakaran Pasar Gedebage itu terjadi pada Minggu (15/7/2018), sekitar pukul 00.45 Wib hingga dini hari. Selain kios, kebakaran juga menghanguskan satu unit mobil Mitshubishi Colt. Hingga kini tercatat sebanyak 320 pedagang yang terkena dampak akibat kebakaran tersebut.

“Tentunya tidak semua pedagang yang bisa kita bantuan. Kita prioritaskan yang tidak bankable, karena mereka kelas mikro,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati saat meninjau Pasar Gedebage, Jumat (20/7/2018).

Karena itu, pihaknya masih perlu mengkaji kelayakan pedagang yang bakal diberi bantuan WP. Yuana berharap dengan diberikan bantuan WP para pedagang bisa kembali memulai usaha seperti sediakala.

Sebelum meninjau Pasar Gedebage, Yuana terlebih dahulu memimpin rapat mediasi antara para pedagang korban kebakaran, dengan bank pelaksana kredit usaha rakyat (KUR) di kantor Dinaskop dan UKM Provinsi Jabar. Rapat ini untuk mendorong dilakukan restrukturisasi kredit.

Untuk diketahui para pedagang Pasar Gedebage sebagian besar mengakses pinjaman KUR melalui bank pemerintah, di antaranya BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Namun saat terjadi kebakaran para pedagang mengalami kesulitan membayar cicilan kredit kepada bank.

“Kita juga konsen untuk masalah restrukturisasi, semoga seluruh pihak bisa bersama-sama memberikan solusi terbaik. Nah kita akan kawal sesuai dengan kewenangan yang ada pada kita (Kemenkop dan UKM),” kata Yuana.

Kemenkop dan UKM akan mendorong para bank pelaksana KUR untuk memberikan kebijaksaan melalui restrukturisasi kredit, baik dalam bentuk perpanjangan masa kredit, atau penundaan pembayaran kewajiban pokok. Namun kementerian akan tetap menghormati apapun keputusannya nanti.

“Kita harus menghormati keputusan bank, karena mereka punya aturan. Tapi posisi kita tetap memberi suport,” tandas Yuana.

Agung Setiabudi, selaku Pempinan BRI Wilayah Bandung mengatakan terbuka kemungkinan pihaknya akan melakukan restrukturisasi kredit pedagang. Apalagi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bandung Bermartabat sebagai pengelola Pasar Gedebage sudah menyiapkan lapak sementara bagi pedagang.

“Walaupun masih darurat, sehingga kalau dengan itu berarti mereka sudah punya tempat untuk berusaha sehingga kita sekarang melakukan penjadwalan ulang, restrukturisasi disesuaikan dengan kemampuan mereka,” kata Agung.

Syaifuddin, salah seorang pedagang berharap kepada pemerintah ikut membantu mereka supaya bisa kembali menjalankan aktifitas usahanya. Sejak kebakaran Pasar Gedebage terjadi mereka kesulitan mencari nafkah bagi sanak keluarganya. “Kami mohon kepada kementerian supaya pasar ini dipercepat pembangunan biar kita bisa bangun lagi usaha,” tutur Syaifuddin yang juga penjual bumbu dapur itu.(dan)

Related For Kemenkop dan UKM akan Kucurkan Bantuan WP kepada Pedagang Korban Kebakaran Pasar Gedebage