Global News Indonesia
Menu
Embung Mampu Gairahkan Perekonomian Desa - Bank BTN Gelar 'Nobar' Final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool di Taras Cafe - Dorong BUMDes Perluas Usaha, Bank BRI Gandeng Lion Parcel - BNI dan Angkasa Pura Kargo Perluas Kerja Sama, Ragam Implementasi Transaksi Cashless Diperbanyak - Koperasi Gumarang Lombok dari NIK hingga Menjadi Nazhir Wakaf - 3.978 BUMDes Binaan BNI Dapat Layanan Lion Parcel - Kemenkop dan UKM Beri Pelatihan Manajemen Bisnis Bagi Koperasi dan UKM - Gelar BNI Digimudik 2018, BNI Buka Pendaftaran Peserta Secara Online - Koperasi Angkutan Laut di Lombok Rasakan Manfaat Kepemilikan NIK - Kemendes Resmi Luncurkan Akademi Desa 4.0

Kemenkop dan UKM Apresiasi Penyelenggaraan JPMI International Exhibition 2017

Desember 11, 2017 | koperasi dan ukm
DENPASAR: Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi  pelaksaaan pameran internasional yang diselenggarakan JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia), bertajuk “JPMI International Exhibition 2017, Innovative and Creative on Dealing with Bussiness Discruption” di  Inna grand Bali Beach, Sanur Denpasar, 10-12 Desember 2017.
        “Acara yang mencakup pameran, seminar,  business macthing ini, bisa sekaligus mengenalkan produk-produk dalam negeri ke pasar internasional khususnya di kawasan ASEAN,” kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, I Wayan Dipta, yang mewakili Menkop dan UKM, dalam pembukaan JPMI expo 2017 di Denpasar, Minggu (10/12/2017).
        Pameran dan seminar ini diikuti sekitar 450 peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Menurut Wayan, banyak produk-produk Indonesia yang memiliki daya saing di pasar internasional, misalnya produk busana muslim.
       ” Desain busana muslim Indonesia banyak diminati karena memiliki keunikan dan ciri khas misalnya payet dan bordiran sentuhan tangan berkualitas,” katanya.
       Keunggulan ini sudah selayaknya dipromosikan ke pasar global antara lain melalui pameran-pameran berskala internasional.
       Sementara itu Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengatakan event yang mempertemukan kalangan pengusaha muslim se-ASEAN ini, diharapkan bisa merangsang tumbuh kembangnya pengusaha Indonesia.
       “Selain memberi sumbangsih pada perekonomian nasional, event ini diharapkan bisa memunculkan pengusaha pengusaha baru,” katanya.
       Hal itu karena salah satu indikator suatu negara dapat dikatakan sebagai negara yang bisa sejahtera adalah kecukupan proporsi pengusaha minimal 2 persen dari jumlah penduduknya.
       ” Rasio wirausaha kita sudah naik dari 1,65 persen menjadi 3,1 persen. Namun dibanding negara lain kita masih tertinggal misalnya Malaysia yang sudah diatas 5 persen,” katanya.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM Apresiasi Penyelenggaraan JPMI International Exhibition 2017