Global News Indonesia
Menu
Tingkatkan Kapasitas UMKM Pengrajin, Kemenkop & UKM dan Kemenperin Sinergi dengan Dekranas dan TP PKK - Kemajuan UKM Jadi Tanggung Jawab Bersama - E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi - Kejar Target Rasio Elektrifikasi, BNI Salurkan Kredit ke PLN Rp 1,1 Triliun - BNI Rintis “Aku Saudagar Muda” Cetak Siswa SMK Berjiwa Bisnis - Kemenkop dan UKM bersama TopKarir Atasi Masalah Pengangguran di Indonesia - BNI Berikan Solusi Keuangan Menyeluruh Bagi Semen Indonesia Group - Dua Ruas Tol yang Dibiayai BNI Diresmikan - Program Perhutanan Sosial, Dukungan BNI Sentuh 2.000 an Petani Jabar - Menteri Puspayoga Ajak Lulusan Unas Jadi Pengusaha

Kemenkop dan UKM Berharap Koperasi Menjelma Jadi Konglomerasi

Januari 18, 2018 | koperasi dan ukm
TANGERANG: (Globalnews.id)-Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menekankan bahwa sebuah koperasi bisa disebut berkualitas, salah satunya adalah karena jumlah anggota terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya.
       “Saya apresiasi Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia yang jumlah anggotanya meningkat luar biasa dari 121 ribu orang tahun 2016 menjadi 135 ribu orang di tahun 2017. Saat ini, kita akan mendorong koperasi secara kualitas, bukan lagi kuantitas”, kata Agus pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017 Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI), di Tangerang, Rabu (17/1).
       Agus pun mengapresiasi kinerja usaha Kopsyah BMI dengan mengemas aset sebesar Rp411,29 miliar dengan total volume pinjaman yang sudah mencapai Rp227 miliar lebih. “Saya berharap Kopsyah BMI mampu menerapkan 5S. Yaitu, sukses penyaluran sesuai prosedur, sukses pemanfaatan sesuai kebutuhan, dan sukses pengembalian. Itu sukses bagi koperasi. Ditambah lagi sukses lainnya, yaitu sukses bagi anggota dalam peningkatan usaha dan sukses anggota dalam mengembangkan usahanya”, papar Agus.
       Ke depan, Agus berharap koperasi mampu menjelma menjadi sebuah konglomerasi di Indonesia. Sehingga, mampu menciptakan keseimbangan usaha antara koperasi, BUMN, dan swasta. “Oleh karena itu, saya berharap RAT Kopsyah BMI bisa menghasilkan rencana kerja yang bisa diimplementasikan secara logis”, tegas Agus.
       Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara mengatakan bahwa RAT yang merupakan perintah UU bagi koperasi di seluruh Indonesia, bukan sekadar seremonial belaka. Melainkan menjadi ajang strategis sebuah koperasi untuk menetapkan arah kebijakan dan manajemen koperasi, rencana kerja, laporan keuangan, dan sebagainya. “Kita akan terus meningkatkan pelayanan keuangan dan pembiayaan usaha mikro dengan pola syariah”, tandas Kamaruddin.
       Dia mengaku, Kopsyah BMI merupakan koperasi yang sesuai dengan nilai, jati diri, dan fungsi koperasi untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar. “Dengan jumlah anggota sebanyak 135 ribu orang, kami hanya melayani anggota koperasi. Kami tidak melayani non anggota dan tidak ada istilah calon anggota. Tahun 2018 ini kami akan lebih fokus lagi meningkatkan pelayanan keuangan syariah, seperti sedekah, pembiayaan, hingga investasi”, imbuh Kamaruddin.
       Kamaruddin mengungkapkan, pada tahun ini Kopsyah BMI akan membentuk lima koperasi konsumen dengan mendirikan lima minimarket di lima cabang Kopsyah BMI. “Kita juga akan membentuk koperasi produsen dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota. Kita juga memiliki program baru, yaitu Wakaf Melalui Uang, yang akan membeli 100 hektar sawah yang akan diberikan untuk digarap anggota dengan pola bagi hasil”, kata dia.
       Kopsyah BMI juga akan membangun mesjid seluas 1000 meter persegi di atas tanah seluas 5000 meter persegi, dimana di atas mesjid akan dibangun sebuah rumah sakit yang akan dikelola koperasi jasa milik Kopsyah BMI.
Pesta Anggota Koperasi
       Sedangkan Pelaksana Harian Dekopin Agung Sudjatmoko menuturkan bahwa RAT merupakan ajang silaturahmi dan pesta para anggota koperasi atas keberhasilannya meningkatkan kinerja usaha koperasi. “Koperasi besar karena anggotanya, bukan karena ketuanya. Koperasi besar karena aktifnya anggota. Kalau anggota tidak aktif dan turut berpartisipasi, maka kegiatan koperasi akab berhenti”, jelas Agung.
      Agung berharap, Kopsyah BMI terus fokus membangun simpan pinjam pola syariah. Selain itu, Kopsyah BMI juga diharapkan melakukan konsolidasi unit usaha yang dibutuhkan anggota, di luar unit simpan pinjam. “Misalnya, BMI memiliki unit pelayanan umroh dan haji, unit usaha ritel, dan sebagainya sesuai kebutuhan anggota. Lebih dari itu, karena jumlah anggotanya besar maka Kopsyah BMI harus memodernisasi pelayanan dan manajemennya. Sehingga akses anggota ke koperasi semakin mudah. Caranya, dengan teknologi”, pungkas Agung.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM Berharap Koperasi Menjelma Jadi Konglomerasi