Menu
Daftar Koperasi Layanan Online yang Dinormalisasi Tahap 1 - Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty: Seharusnya Koperasi yang Kembangkan Layanan Online Harus Didukung - Buntut Pengumuman Satgas Waspada Investasi OJK Tentang 50 Koperasi Pinjaman Online Ilegal: 35 di Rehabilitasi, 9 Tidak Ber BH, 1 Diblokir dan 5 di Review - Naik Kelas ke Bank BUKU III, BNI Syariah Kokohkan Inovasi Digital - Tumbuh 58,1 Persen, BNI Syariah Raih Laba Rp 214 Miliar di Kuartal 1 2020 - Akibat Wabah Covid dan Resesi Ekonomi , Penjualan Rokok dan Kesejahteraan Petani Tembakau Turun - DI TENGAH PANDEMI COVID-19, IMO GELAR SIDANG DEWAN LUAR BIASA SECARA VIRTUAL - Naik 50,56 Persen, ASDP Sukses Layani 45.131 Unit Truk Logistik di 9 Lintasan Penyeberangan Terpantau Nasional - Kemenkop dan UKM Perkuat Kolaborasi Memajukan KUMKM - Travel Ilegal Tak Terapkan Standar Protokol Covid -19, DPP Organda Dukung Langkah Polri dan Kemenhub

Kemenkop dan UKM Fasilitasi Kemitraan Koperasi Produsen dan Konsumen

Mei 1, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Kementerian Koperasi dan UKM sukses memfasilitasi kemitraan antara Koperasi Niaga Mukti Cianjur dengan Koperasi Karyawan Asabri, melalui kerjasama pembelian enam ton beras.

Jenis beras yang disupply Koperasi Niaga Mukti Cianjur adalah beras varietas Sinta Wangi kemasan Rp65 ribu per 5kg. Pengirimannya dilakukan pada Kamis, 30 April 2020 yang berlokasi di Kantor Koperasi Karyawan Asabri, di bilangan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur.

“Kemitraan ini sekaligus membantu Koperasi Karyawan Asabri dalam memenuhi kebutuhan pokok atau sembako untuk anggotanya, khususnya di tengah situasi pandemi Covid-19 dan bulan puasa Ramadan”, kata Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit, di Jakarta, kemarin.

Menurut Victoria, hal ini selaras dengan “Gerakan Ayo Beli Kebutuhan Pokok di Koperasi” yang telah dilakukan sebelumnya di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM untuk menjadikan para ASN dan pegawai BUMN untuk menjadi “brand ambassador” dari produk KUKM.

“Model kemitraan ini harus bisa diduplikasi oleh koperasi-koperasi lain, sehingga produk-produk koperasi menguasai pasar dalam negeri dan para petani anggota koperasi menjadi sejahtera”, tukas Victoria.

Yang pasti, lanjut Victoria, pihaknya akan terus mendorong kemitraan antar koperasi produsen dengan koperasi konsumen, khususnya koperasi karyawan. Hal ini bertujuan untuk memperluas akses pemasaran bagi koperasi produsen khususnya koperasi yang mengalami over supply.

“Tujuan lainnya, untuk mendapatkan best price berbagai komoditi untuk koperasi konsumen dan meningkatkan citra produk koperasi dan UKM”, pungkas Victoria.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM Fasilitasi Kemitraan Koperasi Produsen dan Konsumen