Global News Indonesia
Menu
UMKM Perlu Branding yang Berkelanjutan dan Masif - BNI Tennis Open 2019 Siap Dimulai, Ajang Pemanasan Pemain Pelatnas Sebelum Sea Games Manila - KEJAR PSAK 71, BTN PERTEBAL PEMBENTUKAN CKPN - Menkop dan UKM Teten Masduki Ungkap Lima Masalah yng Sering Hambat Perkembangan UMKM - Kemenkop dan UKM Siap Dampingi Tasik Menjadi Kota Industri Kreatif UMKM - Ponpres Dinilai Strategis untuk Bangun ekonomi Umat - 2020 Suku Bunga KUR Turun Jadi 6 Persen, Plafon Kredit Naik Jadi Rp 190 Triliun - Koperasi Wadah Tepat Bentengi Perekonomian Nasional dari Kapitalisme - Anggaran UMKM 18 K/L Bakal Dikonsolidasikan ke Kemenkop dan UKM - Menkop dan UKM Sebut Sektor KUKM Diintegrasikan dalam Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja

Kemenkop dan UKM Gandeng Agriterra Belanda Kembangkan Korporasi Koperasi untuk Hilirisasi Pertanian

November 6, 2019 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Kementerian Koperasi dan UKM mengembangkan korporasi petani model koperasi untuk hilirisasi pertanian. Inti konsep ini adalah koperasi petani dapat mengembangkan industrinya sendiri untuk memberikan nilai tambah bagi produksinya.

Dengan demikian koperasi dapat berperan sebagai buffer atau penyangga sehingga petani terlindungi dari permainan harga yang dapat menyebabkan kerugian bagi petani.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan mengatakan sangat yakin koperasi petani mampu mengembangkan konsep industrialisasi dalam menjalankan usahanya untuk kesejahteraan petani sebagai anggota koperasi. Presiden Jokowi juga memberikan arahan petani harus masuk ke industri karena di sanalah letaknya nilai tambah.

“Konsep dasarnya sederhana, petani melalui koperasi harus memiliki industrinya sendiri, dengan industri yang dimiliki oleh petani melalui koperasi maka koperasi akan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi produk petani. Dengan demikian koperasi akan mampu berperan menjadi buffer yang akan melindungi petani dari dampak langsung pasar bebas atau peluang kerugian usaha,” kata Prof Rully Indrawan pada acara Workshop Korporasi Petani Model Koperasi untuk Hilirisasi Pertanian, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dengan cara itu ia yakin dapat menjadikan petani sebagai penikmat terbesar dari nilai tambah yang tercipta dari proses pengolahan komoditi menjadi produk jadi atau bahan baku setengah jadi.

Rully menegaskan upaya mendorong petani ke arah industri sudah banyak dilakukan. Namun, keistimewaannya melalui koperasi sebagai entitas bisnis adalah kekuatan yang dapat yang mengikat petani dan koperasi. Itu sebabnya, korporasi petani model koperasi untuk hilirisasi pertanian adalah mendorong petani melalui koperasi untuk melakukan investasi pada industri yang dikembangkannya.

Kemenkop dan UKM telah bekerja sama dengan Agriterra dari Belanda untuk mendampingi koperasi mengimplementasikan konsep ini. Rully berharap kerja sama ini bisa menjadi pilot project untuk mengembangkan sektor pertanian di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki potensi sangat besar.

Mulai Dari Level Pedesaan
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit mengatakan, ini momen yang baik mengajak peran berbagai pihak untuk berkolaborasi. Ia ingin menegaskan paradigma bahwa koperasi adalah lembaga ekonomi yang berbadan hukum yang mampu mengangkat para petani untuk maju.

“Kita ingin mengembangkan industrialisasi mulai dari level pedesaan,” kata Vicky, demikian ia kerap disapa.

Ia juga berharap dengan konsep industrialisasi produk yang dihasilkan koperasi berstandar global. Produk beras juga bukan hanya sekedar beras, jagung bukan sekedar jagung.

“Kualitasnya harus global karena kita ingin menguasai pasar Indonesia yang penduduknya lebih dari 200 juta. Dengan korporasi pertanian ini produknya lebih banyak dan bisa melakukan ekspor sehingga neraca perdagangan baik. Produk-produk yang dihasilkan mampu masuk dalam global value chain,” harap Vikcy.

Sebelumnya Direktur Agriterra Belanda Ces van Riij, merasa senang bisa berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Ia berharap momen ini bisa menjadi langkah awal untuk berkolaborasi dan menjadi mitra di Indonesia.

“Bagi saya kolaborasi adalah esensi utama dalam koperasi. Oleh karena itu dengan kita berkumpul menjadi langkah kita untuk membuat lingkungan terutama lingkungan koperasi dalam hal pengembangan pertanian supaya pertani dapat berpikir dalam mengembangkan bisnisnya,” kata Ces van Riij.

Menurutnya, untuk membuat perekonomian yang kuat di suatu negara maka sektor agrikultur harus kuat. Ia sangat bangga menjadi seorang petani dan ayahnya juga seorang petani di Belanda. Dengan kuatnya agrikultur di Belanda maka perekonomian di Belanda saat ini sangat kuat. Begitupun jika Indonesia mengembangkan sektor agrikultur maka negara ini akan menjadi kuat.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM Gandeng Agriterra Belanda Kembangkan Korporasi Koperasi untuk Hilirisasi Pertanian