Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Tingkatkan Kualitas Data Koperasi di Indonesia melalui ODS - Anggaran Kemenkop dan UKM Tahun 2018 Terealisasi 90,89 Persen - Kemenkop dan UKM Dorong Pemberdayaan UKM Perempuan - LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp332 M di Kaltim - Kemenkop dan UKM bersama Dekranas Lestarikan Kerajinan Menjawet dan Benang Bintik Kalteng - Kemenkop dan UKM Sosialisasi Perkoperasian ke 50 Kelompok UP2 PKK Palangka Raya - Kemenkop dan UKM - Dekranas Latih Ratusan Perajin Tradisional di Kalimantan Timur - Produktivitas dan Regenerasi Hambat Peningkatan Daya Saing Produk Sarung Tenun Samarinda - Pemilihan Peserta senam Terheboh dan Kuiz Meriahkan Peringatan Harkopnas ke-72 di CFD Jakarta - LPDB Dukung Pengembangan Bisnis Koperasi Berbasis IT

Kemenkop dan UKM Harap Program Pembiayaan Jadi Solusi Bagi UMKM

November 19, 2017 | koperasi dan ukm
MAGELANG:(Globalnews.id)-Kementerian Koperasi dan UKM berharap program pengembangan pembiayaan untuk skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing UMKM tanah air.
“Diharapkan menjadi solusi karena UMKM sendiri jumlahnya mendominasi struktur pelaku usaha nasional,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati dalam acara 1st Indonesia International Microfinance Forum 2017 (1st IIMF 2017) di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/2017).
1st IIMF 2017 merupakan forum berskala internasional yang mempertemukan lintas stakeholder dengan tujuan memformulasikan skema microfinance yang sesuai dengan kondisi usaha mikro kecil saat ini khususnya di era globalisasi dan digitalisasi pasar.
Disamping itu,  kegiatan ini juga sebagai sarana yang efektif untuk menggali informasi, ide atau gagasan, knowledge sharing, diseminasi hasil-hasil penelitian tentang microfinance di level regional, nasional, maupun internasional.
1st IIMF 2017 diselenggarakan pada 18-19 November 2017 di Gedung Akmil Magelang, dengan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Peserta berasal dari para bupati/walikota se-Provinsi Jateng,  direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari 34 Provinsi, serta pejabat pemprov Jateng.
Yuana mengungkapkan bahwa Kemenkop dan UKM berkomitmen untuk mendukung pengembangn pembiayaan skala mikro,  sebagaimana yang telah dilaksanakan melalui berbagai program strategis.
Program strategis dimaksud antara lain, perumusan kebijakan yang mendukung tumbuh dan berkembangnya sistem pembiayaan bagi usaha mikro. Koordinasi dan sinergi dengan K/L dan stakeholder terkait khususnya lembaga perbankan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pembiayaan usaha skala mikro.
Memantapkan kelembagaan KSP/USP sehingga dapat berperan untuk melayani anggotanya (akses finansial). KSP/USP sebagai lembaga keuangan alternatif untuk meningkatkan permodalan bagi UMKM yang menjadi anggotanya.
Meningkatkan kapasitas pengelola KSP/USP melalui pendidikan, pelatihan financial technology dan penerapan sertifikasi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) bagi pengelola KSP/USP.
Selain itu, ada skema pembiayaan untuk usaha mikro antara lain, bantuan modal awal/start up capital bagi wirausaha pemula (WP) berubah hibah, kredit dana bergulir dari LPDB-KUMKM, serta kredit usaha rakyat (KUR) dengan subsidi bunga menjadi 9 persen.
“Kami juga melakukan sosialisasi   dan pendampingan terhadap UMKM dan koperasi,” tandas Yuana.
Menurut Yuana, program strategis tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program pemberdayaan KUMKM sebagaimana yang diamanahkan dalam Nawa Cita dan RPJMN tahun 2014-2019 dari kabinet kerja.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM Harap Program Pembiayaan Jadi Solusi Bagi UMKM