Menu
Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BNI Syariah Gelar ELSYA MES Goes To Campus - Per September 2020, Realisasi Program PEN Melalui LPDB-KUMKM Capai Rp1 Triliun - Akses Pasar Terbuka Luas, KemenkopUKM Latih Pengrajin Anyaman untuk Dorong Ekspor Produk - Bank DKI Raih Penghargaan Infobank Awards 2020 - *Masalah Likuiditas Koperasi Jadi Pemicu Rush Money* - BNI Syariah Komitmen Dukung Pengembangan Ekosistem Ekonomi Halal - Progress Proyek Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Capai 55,17% - Seskemenkop dan UKM Apresiasi LPDB dan Pemprov Sulsel - Kabar Gembira bagi Pemilik Kapal, Dokumen Bisa Jadi Agunan Kredit - Menkop dan UKM Teten Masduki: UMKM Harus Mampu Memahami Tren Market Dunia

Kemenkop dan UKM Minta ICSB Kembangkan Klaster UMKM

Maret 15, 2020 | koperasi dan ukm

KARANGANYAR:(GLOBALNEWS.ID)- Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof.DR. Rully Indrawan resmi menutup Rakernas ke- II Internasional Council for Small Business (ICSB) yang berlangsung di Kramat, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu, (14/3/2020) .

Rully mengatakan ICSB merupakan mitra strategis dalam membangun UMKM lebih sehat, lebih baik dan lebih berdaya saing. ICSB yang terdiri dari empat pilar yaitu pilar akademisi, peniliti, pelaku usaha dan pemerintah daerah dapat menghasilkan banyak role model bisnis yang di praktekan oleh para pelaku UMKM dan wirausaha baru.

Karena itu, para pengurus ICSB di daerah baik tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota yang terbentuk dapat menjadi sumber penyedia informasi tentang kebutuhan apa yang diperlukan dari pelaku UMKM.

Pihaknya juga meminta Internasional Council for Small Business (ICSB) untuk lebih fokus membuat action plan, para pelaku UMKM yang didata oleh pengurus ICSB daerah juga sebaiknya dibuat cluster, sehingga yang didampingi untuk dapat segera naik kelas.

“Clustering UMKM ini amat diperlukan sebagai sasaran UMKM yang akan dinaik kelaskan. Serta kemudahan akses permodalan yang lebih ramah dan kepastian dalam berusaha,” ujar Rully.

Pembangunan klaster ini dimaksudkan untuk mengumpulkan para pelaku usaha sejenis agar jika sewaktu-waktu ada permintaan produk tertentu dari luar kota atau luar negeri, Jawa Tengah tidak akan kesulitan untuk memenuhinya.

Lanjutnya,ICSB yang beranggotakan dibeberapa negara ini juga dapat menjadi referensi penting dan strategis pada saat anggota ICSB Indonesia akan menjalin kerjasama dengan anggota ICSB Indonesia akan menjalin kerja sama dengan anggota ICSB dari negara lain, karena informasi pasar (marketing intelegent ) dapat diperoleh dan dimanfaatkan oleh pelaku UKM untuk menembus pasar ekspor.

Rully mengatakan, pemerintah sudah memiliki enam program strategis pengembangan Koperasi dan UMKM untuk 2020-2024 antara lain pertama perluasan akses pasar produk dan jasa. Kedua, peningkatan daya saing produk dan jasa. Ketiga, pengembangan kewirausahaan. keempat, akselerasi pembiayaan dan investasi. Kelima, kemudahan dan kesempatan berusaha dan terakhir kordinasi lintas sektor.

“Mari kita bersatu, bergandengan tangan mari membuat agenda bersama supaya memiliki kekuatan meningkatkan kemampuan, kapasitas dan daya saing dari para pelaku pengusaha mikro,”sebutnya sambil memotivasi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah Karang Anyar.

Melalui organisasi ini pula pihaknya mengajak untuk memonitoring omnibus law pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja yang sudah masuk ke DPR Februari lalu.

“Kami mengajak seluruh jajaran organisasi ini, para pakar, para akademisi, peneliti, pengusaha dan pemerintah daerah memonitoring pembahasan di DPR hingga RUU ini disahkan jadi undang-undang, jangan sampai keluar dari niat semula untuk memudahkan, membantu pengembangan UMKM.

Jadi tolong kawal sama-sama, kita diskusikan dan jangan sekali-kali, kita beranggapan menduga-duga ini membunuh UMKM , ini keliru besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya mengatakan rakernas ke-II ICSB Karanganyar ICSB ini mengesankan dan ini menjadi contoh untuk ICSB dunia pasalnya belum pernah ada ICSB terselenggara hingga Kecamatan dan Kabupaten.

“Acara ini dahsyat dengan peserta yang hadir mencapai 850 orang di tengah kondisi merebaknya isu virus Covid-19. Tapi mereka tetap antusias. Kita harus jalan dalam keadaan apapun,” paparnya

Rakernas ICSB ke-II yang bertajuk “UMKM Unggul, Indonesia Maju” ini menyepakati tidak ada lagi menyebut pelaku UMKM tapi pengusaha. “Karena kalau pengusaha harus berani ambil resiko, bisa untung rugi, bisa pakai modal sendiri. Kalau pelaku mungkin ini minta bantuan terus,”sebutnya

Forum ICSB mempunyai tujuan untuk memberdayakan UKM, membagikan usaha terbaik UKM, ICSB juga mendorong terjadinya kolaborasi dengan stakeholdernya.

Pada penutupan rakernas ke-II ICSB dihadiri oleh Sesmenkop Rully Indrawan, Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto, Kadis KUKM Jateng Ema Rahmawati, Founder dan Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya, President ICSB Indonesia Jacky Mursy dan Korwil ICSB Karanganyar Joko Sutrisno.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM Minta ICSB Kembangkan Klaster UMKM