Menu
MenkopUKM Dorong Bengkel Otomotif Binaan YDBA Dirikan Koperasi - Menkop Resmikan Koperasi Semedo Manise Banyumas Beranggotakan 1000 Penyadap Nira - MenKopUKM: Jangan Lagi Impor Alat Kesehatan dan Pertanian - Sinergi KemenKopUKM, Kospin Jasa, dan HIPPINDO Gelar Vaksinasi Massal di Brebes - Menko Perekonomian Airlangga Puji Program Millennial Smartfarming BNI - Terkait Deposito, Nasabah Harus Sangat Teliti - KemenkopUKM Siap Dampingi UMKM Desa Bakung Kidul Cirebon Go Internasional - Terpilih Jadi Ketum Iskindo, Ini Misi Riza Damanik - KemenKopUKM dan Komisi VI DPR RI Tinjau Ruang Promosi UMKM di ASDP Merak - Berkat BNI & Berkah Kelapa,Kopwan Srikandi Sukses Ekspor Gula Semut dan VCO

Kemenkop dan UKM Optimis Target Rasio Kewirausahaan 2017 Tercapai

Oktober 4, 2017 | koperasi dan ukm

JAKARTA-(Globalnews.id)-Dengan dukungan stakeholder, Kemenkop dan UKM optimis target rasio Wirausaha 4 % di 2017 Tercapai.

” Peran serta stakeholder seperti Perguruan Tinggi atau  swasta, akan sangat membantu pencapaian rasio wirausaha 4 %  pada tahun ini,” kata Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, dalam sambutannya yang dibacakan Asdep Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Budi Mustopo, di grand launching Uber ENTREPRENEUR, di Jakarta, Selasa (3/10).

Turut hadir dalam acara ituJohnson Tampubolon, Asdep Pengembangan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian,  Senior Public policy Associate Uber Indonesia Pandu Adiloras dan John Colombo, Head of Public Policy and Government Affairs, Indonesia.

Prakoso mengatakan, sejak diluncurkan 3 tahun lalu Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) mampu meningkatkan rasio wirausaha dari 1,65% menjadi 3,10% atau sebanyak 7,8 juta wirausaha pada 2016, artinya ada kenaikan sebesar 1,45%.

Prakoso mengapresiasi langkah Uber Indonesia dalam menumbuhkembangkan jiwa wirausaha dikalangan mitra/pengemudi Uber.

“Inisiatif yang dilakukan Uber Indonesia ini sesuai dengan tema GKN 2017, yaitu wirausaha yang tangguh inovatif dan peduli,” tambahnya.

Dengan naiknya rasio wirausaha, Prakoso juga optimis data-data ketenagakerjaan khususnya angkatan kerja juga tumbuh.

Pasalnya tiap  wirausaha juga bakal menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sebagai multiplier effect (dampak lanjutan).

Penghasilan Tambahan

Sementara itu John Colombo, Head of Public Policy and Government Affairs Uber Indonesia, mengatakan, dari kuisioner yang dilakukan Uber kepada 8.000 mitra pengemudi di 34 kota di Indonesia, terlihat  sebagian dari mereka adalah pemilik usaha yang menggunakan aplikasi Uber sebagai tambahan penghasilan.

” Karena itu, kami sangat senang bisa meluncurkan Uber ENTREPRENEUR untuk mengapresiasi, mendukung dan menghubungkan para mitra pengemudi Uber dengan pelanggan Uber,” katanya.

Para mitra pengemudi Uber itu sebagian besar berlokasi di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Bandung dan Medan.

Usahanya pun beragam mulai dari penyedia jasa (binatu, konstruksi bangunan, tour and travel, guru les, salon), kuliner, teknologi, hiburan dll. (jef)

 

Related For Kemenkop dan UKM Optimis Target Rasio Kewirausahaan 2017 Tercapai