Menu
LPDB KUMKM Berikan Kelonggaran Penundaan Pembayaran Sampai 12 Bulan bagi Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Cempaka Putih - KemenkopUKM beri Pembekalan Peserta Magang Bagi Pemuda Untuk Mencetak Wirausaha Baru - Dukung Qanun LKS Aceh, BNI Syariah Total Tambah 13 Outlet Baru - KemenkopUKM Gulirkan Program Magang Untuk Cetak Wirausaha Baru - KemenkopUKM Siapkan Bantuan Program Buat Pedagang yang Terdampak Kebakaran di Pasar Cempaka Putih - Realisasi Program PEN Sektor UMKM Mengalami Kemajuan dan Diperluas - KemenkopUKM Gelar Pelatihan e-Commerce Bagi Binaan ICCN Jabar - Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I 2020, Ada Perlambatan Namun Tetap Komitmem pada Nasabah - Menhub Saat Buka PSN : Ayo Kayuh Sepedamu - Program Padat Karya Ditjen Hubdat Sampai 23 September Serap 3.919 Orang

Kemenkop dan UKM: Saatnya UMKM Transformasi Bisnis dari Konvensional ke Online

April 29, 2020 | koperasi dan ukm

Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha mendorong pelaku UMKM agar secara serius melakukan transformasi berbisnis dari sistem konvensional ke online di tengah wabah pandemi Covid-19.  

“Saat ini terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat akibat adanya kebijakan stay at home, dari pola belanja konvensional  ke pola berbelanja secara online,  hal ini  menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya,” kata Plt. Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Herustiati saat melakukan webinar bersama Moka dan Sekolahseo.id dengan tema Brick To Click Tetap Eksis di Masa Krisis, Rabu (29/4/2020). 

Webinar ini menyasar kepada para pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19, agar mampu melakukan penyesuaian akses layanan jual secara online.

Dikemukakan Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendampingi para pelaku UMKM, agar dapat menyesuaikan transformasi proses bisnis dari konvesional menjadi digital bisnis ditengah pandemic covid-19 ini, dengan memanfaatkan berbagai platform e-comercial di Indonesia seperti marketplace, web-business, social media, dan point of sale serta financial technologi (Fintech) untuk mengembangkan akses jaringan usaha dan memudahkan melakukan pelayanan usaha yang dijalankannya. 

“Walaupun pelaku UMKM berusaha ditempat usahanya (From Brick) dapat melakukan penjualan secara online (to Click) kepada masyarakat sehingga pelaku UMKM tetap bertahan berusaha pada saat pandemic covid-19 ini,” kata Herustiati. 

VP Brand & Marketing Moka Bayu Ramadhan menjelaskan performa UMKM sebagai kontributor terbesar dalam PDB Indonesia akan memberi dampak signifikan pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini. 

“Upaya untuk menyokong UMKM di masa sulit ini perlu menggandeng seluruh pemangku kepentingan mulai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pendamping, komunitas, swasta, termasuk startup. Kami sangat mengapresiasi Kemenkop dan UKM yang turut berkolaborasi dengan Moka untuk membantu memberikan edukasi yang ditujukan bagi UMKM di Indonesia melalui webinar ini,” jelasnya.

Sementara itu tujuan dari terselenggaranya kegiatan ini yang ingin dicapai adalah tersampaikannya edukasi mengenai manfaat digitalisasi bisnis kepada UMKM ditengah pandemic covid-19, mendorong mereka tetap agar mampu bersaing dan berinovasi lewat teknologi dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kualitas produk yang baik sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam membeli produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM: Saatnya UMKM Transformasi Bisnis dari Konvensional ke Online