Global News Indonesia
Menu
UMKM Perlu Branding yang Berkelanjutan dan Masif - BNI Tennis Open 2019 Siap Dimulai, Ajang Pemanasan Pemain Pelatnas Sebelum Sea Games Manila - KEJAR PSAK 71, BTN PERTEBAL PEMBENTUKAN CKPN - Menkop dan UKM Teten Masduki Ungkap Lima Masalah yng Sering Hambat Perkembangan UMKM - Kemenkop dan UKM Siap Dampingi Tasik Menjadi Kota Industri Kreatif UMKM - Ponpres Dinilai Strategis untuk Bangun ekonomi Umat - 2020 Suku Bunga KUR Turun Jadi 6 Persen, Plafon Kredit Naik Jadi Rp 190 Triliun - Koperasi Wadah Tepat Bentengi Perekonomian Nasional dari Kapitalisme - Anggaran UMKM 18 K/L Bakal Dikonsolidasikan ke Kemenkop dan UKM - Menkop dan UKM Sebut Sektor KUKM Diintegrasikan dalam Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja

Kemenkop dan UKM Segera Terapkan 6 Kunci Sukses Pemberdayaan KUKM

Oktober 29, 2019 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Kementerian Koperasi dan UKM segera menerapkan enam kunci sukses pemberdayaan koperasi dan UKM yang menekankan pada pendekatan klaster sehingga skala ekonomi dalam usaha mudah untuk dicapai.

Hal itu menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dengan Ketua Pokja Koperasi dan UMKM (KUMKM) Sudhamek Agung Waspodo di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Sudhamek setelah pertemuan itu mengatakan pihaknya sejak beberapa waktu lalu melakukan kajian untuk merancang model bisnis pemberdayaan KUMKM di Indonesia.“Dalam pertemuan kami membahas tentang 6 Key Success Factors (KSF) Pemberdayaan UMKM,” katanya.

Enam KSF yang dimaksud meliputi perlunya dikeluarkan Affirmative Policies dalam bentuk Omnibus law. Usulan ini sendiri sudah langsung direspon positif oleh Presiden Jokowi di mana dalam pidato pelantikannya disebutkan dalam prioritas ketiga yaitu UU tentang Pemberdayaan UMKM dengan nature Omnibus law.

Kunci sukses kedua yakni perlunya dibentuk PMO (Project Management Office) karena ada 18 K/L (Kementerian/Lembaga) yang juga ikut menangani UMKM. Oleh sebab itu PMO diperlukan agar egosektoral dihilangkan melalui sistem kolaboratif tersebut.

Ketiga yakni perlunya dicetak local champions yang siap membangun komunitas di berbagai daerah. Local Champions ini bisa informal leaders, bisa juga formal leaders seperti Kepala Desa. Di Indonesia sesungguhnya terdapat ribuan kepala desa yang mempunyai keinginan kuat untuk memberdayakan masyarakatnya.

Keempat yakni perlu adanya pendampingan untuk mengembangkan UMKM.Kelima yakni perlu dibangunnya “Knowledge Hub” yang bisa diberi nama misalnya KUMK University dengan kurikulum yang terdiri dari 20% teori dan 80% praktik. Kurikulum tersebut akan dibuat dalam 5 jenjang yang bisa diambil permodul.

Keenam yakni perlu dibangun kemitraan antara Usaha Besar dan Usaha Kecil dalam bentuk Value chain-based Partnership.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada kesempatan itu menekankan akan menggunakan pendekatan klaster sehingga Scale of Economic pelaku KUMKM mudah tercapai.

“Kami akan mendorong startup dalam engineering dengan teknologi tinggi. OJK juga akan dilibatkan agar ada sistem pembiayaan yang integral dengan pemberdayaan UMKM ini,” katanya.

Teten juga menegaskan akan segera mengambil langkah-langkah terobosan agar program tersebut dapat diwujudkan sebagai langkah yang bersifat “quick wins”. (jef)

Related For Kemenkop dan UKM Segera Terapkan 6 Kunci Sukses Pemberdayaan KUKM