Menu
KPBS Pengalengan Tetap Berjaya Kala Pandemi - BNI Dukung Kemudahan Bisnis 400 Investor Jepang di Indonesia - Harkopnas ke-73: MenkopUKM Susun Konsep Arsitektur Pengembangan Koperasi Indonesia - KemenkopUKM Perkuat Pendamping UMKM untuk Sertifikasi SKKNI - SeskemenkopUKM Nilai Perguruan Tinggi Penting Bagi Penguatan KUMKM - CAR Perbankan Stabil dan NPL Terkendali, Manajemen Risiko Bank Berjalan Baik - SeskemenkopUKM Minta Hentikan Stigmatisasi Negatif Terhadap Koperasi - MenkopUKM Siapkan Inisiatif untuk Modernisasi Koperasi - Manajemen Risiko dan Pengawasan Perbankan Indonesia Berjalan Baik - Ekonom CORE Indonesia: Likuiditas dan Modal Perbankan Masih Sangat Baik

Kemenkop dan UKM Siapkan Strategi Genjot Ekspor 

Oktober 28, 2019 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendorong UMKM agar bisa berperan dalam peningkatan ekspor maupun mampu berkompetisi di pasar dalam negeri.

“Dalam situasi ekonomi global yang diperkirakan menurun dalam beberapa tahun ke depan, Presiden mengharapkan UMKM bisa menjadi andalan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. UMKM diminta tidak stagnan, alias mampu naik kelas, bagaimana produk UMKM bisa diekspor dan bisa berkompetisi di pasar dalam negeri,” kata Teten Masduki, usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 di Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta, Senin (28/10/2018).

Menkop dan UKM mengakui untuk mewujudkan hal itu, tantangannya banyak, mulai dari standard produk, konsistensi, bagaimana pembiayaannya dan sebagainya. Untuk itulah pemerintah menyiapkan kebijakan strategis yang akan melibatkan banyak pihak. 

“Saya sudah berbicara dengan OJK, BI, Kemenkeu dan nanti dengan bank-bank pelaksana seperti Himbara untuk menyiapkan langkah implementatifnya, dimana tentunya akan ada skema khusus dalam pembiayaannya untuk UMKM,”  kata Teten. 

Upaya lain yang akan dilakukan pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas adalah, kemitraan dengan usaha besar, dimana usaha besar nantinya bisa menjadi avalis maupun off-taker dari produk-produk yang dihasilkan UMKM. Dengan terobosan ini maka akan ada kepastiaan pemasaran dari produk-produk yang dihasilkan UMKM.

Modernisasi Koperasi

Teten Masduki juga mengatakan, Presiden memberikan arahan agar modernisasi koperasi juga mendapat perhatian dimana koperasi sebagai kumpulan orang diharapkan tidak kalah dengan swasta yang merupakan kumpulan modal.

“Untuk itu modernisasi koperasi perlu dilakukan agar tidak kalah bersaing, misalnya dalam hal teknologi, efisiensi, konsistensi sampai pada produksi. SDM yang handal akan mampu mendorong koperasi menjadi modern,” kata Teten.

Menkop UKM membandingkan dengan koperasi di sejumlah negara seperti Singapura maupun AS dimana koperasi malah memiliki peran yang besar misalnya dalam usaha ritel.

“Pemerintah juga mengarahkan koperasi memiliki peran yang lebih besar lagi, untuk itu mennciptakan koperasi berskala dunia terus kita dorong,” kata Teten. 

Tantangan koperasi di Indonesia, menurut Teten, adalah sisi produksinya dimana jumlahnya relatif kalah jauh dibanding koperasi simpan pinjam. 

“Padahal potensi yang bisa diproduksi amatlah besar mulai dari produk berbasis laut, perikanan, pertanian, pakaian muslim sampai sektor pariwisata,” tambahnya. (jef)

Related For Kemenkop dan UKM Siapkan Strategi Genjot Ekspor