Menu
BNI Syariah Bersama Universitas Padjajaran Gelar Talkshow Edukasi Pengelolaan Keuangan Syariah - Begini Cara Ikuti Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Jakarta - Sukses Gelar JD.ID Loyalty Festival 2020, JD.ID Berikan Apresiasi Kepada Seluruh Pelanggan - Bencana Sulut dan Jabar: Berlanjut, Bantuan BNI untuk Korban Banjir - MenKopUKM dan MenParekraf Optimalkan Kolaborasi di 5 Destinasi Super Prioritas - KemenKopUKM Dukung Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Kemitraan dengan Usaha Besar - Miliki kontak dengan Banyak Orang di Lingkungan Relatif Tertutup, DPP ORGANDA Himbau Pemerintah Berikan Priotas Vaksin Kepada Pengemudi Angkutan Umum - KemenKopUKM Tata Struktur Organisasi Baru Menuju Koperasi Modern Serta UMKM Berdaya Saing dan Naik Kelas - MenKopUKM Kebangkitan KUMKM Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi - Kelola Aset, Taspen Percayakan pada Kustodian BNI

Kemenkop dan UKM Subsidi Seribu Akta Perdirian Koperasi

Februari 4, 2017 | koperasi dan ukm
deputi bidang kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring

Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM melanjutkan program fasilitas pembuatan akta pendirian koperasi bagi pengusaha mikro di tanah air.

Deputi bidang Kelembagaan, Kemenkop UKM, Meliadi Sembiring mengatakan sebanyak 1000 akta ditargetkan akan diterbitkan pada tahun 2017 ini.

“Target kita 2017 kita bantu para UKM 1000 buah ini yang harus kita lakukan,” ujar Meliadi di kantornya, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mempercepat proses realisasi, yakni melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait yang memiliki kelompok masyarakat binaan di bidang usaha produktif, diantaranya KKP, Kementan, dan KLH.

“Dilakukan juga koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM daerah. Kita harapkan bisa berjalan baik,” katanya.

Program fasilitasi pembuatan akta pendirian koperasi bagi pengusaha mikro telah dilaksanakan pada tahun 2015. Berdasarkan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Menkop UKM dengan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia pada 21 November 2014.

Sedangkan dalam tahun 2017 telah dilakukan pengesahan akta pendirian koperasi baru sebanyak 308 koperasi, yang sedang dalam proses 73 koperasi. Untuk biaya pembuatan per akta Rp 2,5 juta yang merupakan dana subsidi dari pemerintah untuk dibayar kepada notaris.

“Khusus untuk bantuan pemerintah mekanismenya kita kasih ke koperasi dan koperasi bayar ke notaris,” jelas Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Koperasi, Niniek Agustini.

Tujuan program fasilitasi pembuatan akta pendirian koperasi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya pengusaha mikro dalam rangka pendirian koperasi dan memberikan bantuan bagi pengusaha mikro dalam pembuatan akta pendirian koperasi oleh Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK).

“Selain itu untuk membantu para pelaku usaha mikro agar mempunyai kepastian hukum dalam bentuk badan hukum koperasi,” kata Niniek.

Kemenkop UKM pada tahun 2016 juga telah meluncurkan layanan online Sistem Administrasi Badan Hukum Koperasi (Sisminbhkop). Dengan sistem ini maka layanan terhadap masyarakat dapat ditingkatkan karena dibuat cukup sederhana.

Hingga akhir Januari 2017 atau kurang dari 9 bulan setelah peluncuran telah dikeluarkan surat keputusan pengesahan akta pendirian sebanyak 1.992 koperasi, dengan rata-rata waktu pemrosesan kurang lebih 2 hari.(jef)

Related For Kemenkop dan UKM Subsidi Seribu Akta Perdirian Koperasi