Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan - Barisan Prabowo Sandi: Melalui Pemilu Inginkan Perubahan, Kebijakan ke Depan Harus Berpihak pada Rakyat - Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Pada Upaya Reformasi Total Koperasi - Kemenkop dan UKM Berharap Kemitraan dengan India mampu perkuat eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Jadi Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah - Peroleh SMM ISO 9001:2015, Kini RTGS, Remitansi, dan Garansi Bank BNI Berstandar Dunia - 3,9 Juta Pelaku UMKM Nikmati KUR BRI Senilai Rp.80,2 Triliun di 2018 - Sukses Salurkan Rp 7,3 Triliun di 2018, BNI Kembali Salurkan Bansos PKH Non Tunai Tahun 2019 - Capai Pertumbuhan Remitansi Dua Digit Pada 2018, BNI Jadi Pioneer Go Live SWIFT GPI di Indonesia

Kemenkop Gelar Pelatihan Bagi Wirausaha Banyumas

Agustus 5, 2017 | koperasi dan ukm

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS

PURWOKERTO:(Globalnews.id)-Kementerian Koperasi dan UKM bersama  Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas menggelar program pelatihan kewirausahaan melalui Gerakan Kewirausahaa Nasional (GKN) bagi kalangan Wirausaha Pemula. “Tujuannya, untuk mendukung masyarakat dan pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya”, kata Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM Prakoso BS, dalam rilisnya, kemarin.

Prakoso menambahkan, acara pelatihan yang diadakan pada 3-5 Agustus 2017 di Java Heritage Purwokerto itu, diikuti masyarakat dan pelaku usaha yang  berasal dari unsur GP Ansor, Fatayat NU, dan Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat Harmoni, sebanyak 120 orang.

“Saya mengharapkan kegiatan pelatihan kewirausaan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan, khususnya bagi usaha yang selama ini sudah mereka jalankan sebagai pengrajin tempe dan tahu, gula kelapa, tanaman hias, dan sebagainya”, tandas Prakoso.

Menurut Prakoso, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah sentra pengrajin tempe dan tahu, dimana terdapat sekitar 645 pengrajin yang rata-rata menyerap delapan orang tenaga kerja. “Salah satu kendala yang dihadapi para pengrajin adalah kebutuhan kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat sebanyak 11 ton pertahun. Selain itu, masyarakat juga banyak terlibat dalam pembuatan gula kelapa atau gula semut yang bahan bakunya banyak tersedia di wilayah Kabupaten Banyumas”, papar Prakoso.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas Wisnu Hermawanto,  mengharapkan koperasi dapat memainkan perannya sebagai wadah ekonomi masyarakat, terutama bagi pengrajin, dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat dalam mengembangkan usahanya. “Dengan memperkuat koperasi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku dan memasarkan hasil usaha anggota dan masyaraka pengrajin di sekitarnya”, pungkas dia.(jef)

 

Related For Kemenkop Gelar Pelatihan Bagi Wirausaha Banyumas