Global News Indonesia
Menu
BRI Kerja Sama Srategis dengan UGM dan UNAIR, Sediakan Layanan Perbankan, Corporate Card dan Student Loan Briguna Pendidikan - Meski Sudah ada 2 Capres, Konvensi Capres SOLUSI UI Berlanjut Hingga Agustus 2018 - Kagum Proyek Padat Karya Tunai, Ini Pesan Jokowi ke Mendes - Kemenkop dan UKM Apresiasi Perusahaan yang Dirikan Koperasi - Kualitas SDM Satgas Pengawas Jadi Tolak Ukur Peningkatan Kinerja Koperasi - Triwulan I 2018, DPK BTN Melesat 23,54% - Koperasi diminta Terapkan Prinsip Keuangan Bertanggung Jawab - Menkop dan UKM Ajak Masyarakat Berkunjung ke Smesco sebagai Miniatur Produk UKM Indonesia - Pemerintah Siap Beri Kemudahan Pada Koperasi Syariah - Ditjen Pajak Gandeng BRI Optimalisasi Penerimaan Negara

Kemenkop Genjot Peran Koperasi dan UKM di Sektor Pariwisata

Februari 17, 2017 | koperasi dan ukm

mel

BELITUNG:(Globalnews.id)-Pemerintah kini terus berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur di 10 destinasi pariwisata di Indonesia. Hal tersebut sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden Jokowi agar kementerian dan lembaga mendukung pembangunan infrastruktur dan pariwisata khususnya di 10 destinasi prioritas.

Untuk mewujudkannya maka Kementerian Koperasi dan UKM menggelar bimbingan teknis dan sosialisasi terpadu di Tanjung Pandan Belitung.

Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring menjelaskan bimtek dilakukan dengan 4 agenda sekaligus untuk mengembangkan koperasi wisata, yaitu bimtek advokasi akuntabilitas, tata kelola koperasi yang baik, penerapan tata kelola umkm yang baik serta sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang koperasi.

Menurut Meliadi, peran koperasi dan ukm akan dilibatkan penuh untuk mendorong kunjungan wisatawan di daerah-daerah wisata prioritas, diantaranya di Bangka Belitung.

“Daerah wisata akan didorong agar koperasi dan ukm mengambil peran. Karena sektor ini sangat baik dikembangkan. Mulai dari kuliner, souvenir, trasportasi hingga penginapan.” tegas Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM, Meliadi Sembiring disela-sela acara bimbingan teknis dan sosialisasi terpadu di Tanjung Pandan Belitung, Kamis (16/2/2017).

Ia mengakui, pengembangan koperasi di daerah wisata dinilai sangat baik dan efisien dibandingkan jika koperasi dan ukm bergerak sendiri sendiri, akibat sulit bersaing.”Kenapa harus koperasi? Karena itu akan jauh lebih efisien dikelola oleh koperasi, jika dibandingkan dikelola sendiri sendiri,” katanya.

Meliadi mengatakan, nantinya para wisatawan baik domestik maupun mancanegara mulai dari kedatangan, menginap, makanan hingga oleh-oleh serta kepulangan, akan dipenuhi oleh koperasi dan ukm.”Koperasi yg dibutuhkan wisatawan. Mulai dari datang hingga kebutuhan wiisatawan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Erwandi A. Rani menjelaskan, saat ini koperasi di Belitung mencapai 171 koperasi, 36 diantaranya telah dibubarkan. Sehingga pihaknya berharap bimbingan teknis dan sosialisasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, akan memberi pemahaman tentang pentingnya koperasi.

Pemerintah Kabupaten Belitung akan terus mengembangkan sektor koperasi dan ukm untuk menunjang potensi pariwisata di daerah Laskar Pelangi ini.”UKM dan koperasi ini perlu dikembangkan untuk memberi kesejahteraan rakyat,” katanya

Ia mengakui, pariwisata di Belitung terus meningkat dari 260 ribu pengunjung di tahun 2015 meningkat 20 persen atau lebih dari 30 ribu pengunjung di tahun 2016.”Potensi pariwisata yang sangat bagus harus dimanfaatkan oleh koperasi dan UKM,” tegasnya.

Sebelumnya Pemerintah menargetkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara di Tanah Air pada 2019 sebanyak 20 juta orang. Untuk mengejar target jumlah wisatawan asing itu, pemerintah memprioritaskan 10 destinasi wisata yang disebut sebagai 10 Bali Baru. Destinasi tersebut adalah Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai. (jef)

Related For Kemenkop Genjot Peran Koperasi dan UKM di Sektor Pariwisata