Global News Indonesia
Menu
Survei : Irjen (Pol) Fakhrizal Sukses Pimpin Polda Sumatera Barat - Empat Tahun Reformasi Total, Koperasi Tumbuh Secara Berkualitas - KSU Karya Nugraha Jaya, Transformasi Pengolahan Susu Dari Tradisional ke Modern - Peringati Harkopnas ke -71, DWP Kemenkop dan UKM Lakukan Bakti Sosial ke Ponpes dan PA Anak Yatim Piatu di Kabupaten Bogor - 2019, Anggaran Pemberdayaan Koperasi dan UKM Ditambah Jadi Rp1,291 Triliun - Resmikan 3 Kantor Koperasi di Flores, Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM Ingatkan Waspadai Rentenir - Kiprah KSU Karya Ando, Dibalik Lahirnya Ribuan UKM Tenun NTT - Koperasi Berhasil Dorong Kemajuan Ekonomi di NTT - Mayoritas UMKM Belum Mendapatkan Manfaat dari Teknologi Digital - Rayakan HUT ke-72, Pegawai BNI Berdonasi Lewat yap!

Kemenkop Terus Dukung UKM di Bisnis e-Commerce

November 28, 2016 | koperasi dan ukm
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta ‎menjadi pembicara utama dalam workshop di a‎cara Digital Tools for SMEs hasil kerjasama Kementrian Koperasi dan UKM dengan.‎‎ US-Asean Business Council ‎di Jakarta Senin (28/11) Menurut Wayan, pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk memasuki bisnis e-commerce

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta ‎menjadi pembicara utama dalam workshop di a‎cara Digital Tools for SMEs hasil kerjasama Kementrian Koperasi dan UKM dengan.‎‎ US-Asean Business Council ‎di Jakarta Senin (28/11) Menurut Wayan, pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk memasuki bisnis e-commerce

JAKARTA:(Globalnews.id) – Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk memasuki bisnis e-commerce.

“Karena, bisnis e-commerce jauh lebih efisien dari sisi menekan biay‎a produksi. Melalui e-commerce ini juga produk UKM bisa berpromosi untuk meluaskan pasar hingga ke mancanegara. Sudah banyak kajian yang menyebutkan bahwa potensi pasar e-commerce sangat besar”, kata Wayan dalam sambutannya pada acara Digital Tools for SMEs hasil kerjasama Kementrian Koperasi dan UKM dengan US-Asean Business Council ‎di Jakarta, Senin (28/1).

Di acara yang diikuti oleh pelaku bisnis e-commerce kelas dunia seperti Hawlett Packard (Hp), Facebook, P&G, dan UPS itu, Wayan Dipta mengungkapk‎an, perilaku konsumen ke depan akan terus mengalami perubahan, diantaranya konsumen bisa menerima dan membeli produk berkualitas tanpa harus datang ke toko atau pusat perbelanjaan. “Oleh karena itu, para UKM Indonesia harus terus mencermati fenomena e-commerce yang sangat penting. Kalau tidak, maka kita akan ketinggalan”, imbuh dia.

Hanya saja, lanjut Wayan Dipta, masih ada beberapa kendala di bisnis e-commerce yang dihadapi para UKM di Indonesia. Yaitu, terkait pemahaman bahasa asing (Inggris) ‎dan masalah jaringan internet yang belum masuk ke seluruh wilayah di Indonesia. “Padahal, UKM Indonesia banyak memiliki produk berkualitas dan sudah export oriented. Oleh karena itu, Kemenkop dan UKM terus melakukan terobosan program untuk mendukung produk UKM Indonesia bisa masuk ke pasar global melalui bisnis e-commerce”, papar Wayan Dipta.

Wayan Dipta mencontohkan, di Bali ada semacam ‘trading house’ bernama Mitra Bali, yang sudah lama melakukan promosi produk UKM di dunia Maya. “Mitra Bali itu base on market demand, dengan menawarkan kepada UKM di Bali dan Lombok. Mitra Bali tugasnya mencari buyer di luar negeri. Ketika mendapat buyer untuk suatu produk, misalnya dengan harga US$10, maka Mitra Bali akan mencari produk itu ke para UKM dengan harga US$7. Itu bisnis yang lumrah dan sama-sama menguntungkan”, kata dia.

Menurut Wayan Dipta, banyak pelaku UKM mampu memproduksi produk berkualitas namun lemah dalam jaringan pemasarannya. Maka, Wayan berharap, untuk urusan pemasaran bisa melalui trading house seperti Mitra Bali itu, baik yang difasilitasi pemerintah maupun swasta. “Saya juga berharap pelaku UKM bisa memanfaatkan era digital ekonomi saat ini agar tidak ketinggalan, khususnya dalam kancah Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA”, jelas Wayan.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Kedubes AS di Jakarta Brian McFeeters berharap pelaku UKM di Indonesia bisa memanfaatkan ajang ini sebagai sarana pembelajaran agar eksis di bisnis e-commerce. “Hp, Facebook, UPS, dan P&G dikenal di AS sebagai pemimpin pasar di bidang e-commerce. Saya rasa, sangat tepat bila UKM Indonesia belajar dari pengalaman mereka dalam mengembangkan bisnis e-commerce di Indonesia”, kata Brian.

Brian menambahkan, potensi bisnis e-commerce di Indonesia terbilang sangat besar. Dalam catatannya, bisnis itu bisa memutar uang sangat besar antara US$25 miliar hingga US$130 miliar untuk beberapa tahun ke depan. “Pasar e-commerce di Indonesia sangat menarik, pasarnya terus tumbuh, ditambah dengan regulasi yang mendukung kemajuan e-commerce. ‎Tak heran bila Indonesia dijadikan pilihan untuk mengembangkan bisnis e-commerce”, pungkas dia. (jef)

 

Related For Kemenkop Terus Dukung UKM di Bisnis e-Commerce