Menu
KemenKopUKM Tata Struktur Organisasi Baru Menuju Koperasi Modern Serta UMKM Berdaya Saing dan Naik Kelas - MenKopUKM Kebangkitan KUMKM Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi - Kelola Aset, Taspen Percayakan pada Kustodian BNI - SeskemenkopUKM Saksikan Kolaborasi Koperasi dan UMKM Ekspor Biji Mete ke Vietnam - Sinergi Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kadin Tingkatkan Peran UKM untuk Suplai Kebutuhan Haji dan Umrah - Kerjasama KemenkopUKM, Kemendag dan Kemenag, UKM Bakal Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah - MenkopUKM: Di Negara Besar, Sektor Pertanian Maju Karena Koperasi - Dinsos DKI Jakarta dan Bank DKI Mulai Salurkan Bantuan Sosial Tunai - MenkopUKM: Kita Harus Bangga dan Beli Produk Buatan Indonesia - BNI Tetap Penuhi Kebutuhan Transaksi Keuangan di Wilayah PPKM

Kemenkop Tetap Revitalisasi 51 Pasar Rakyat di 2017

Januari 6, 2017 | koperasi dan ukm

82327-jakarta-halal-food-festival-digelar-di-blok-m-square-wiz_highres

JAKARTA (Globalnews.id) -Kementerian Koperasi dan UKM akan tetap melanjutkan program revitalisasi pasar rakyat pada tahun 2017, meski anggaran yang dimiliki menurun dari tahun sebelumnya. Sebanyak 51 pasar rakyat yang tersebar di 24 provinsi masuk dalam rencana tersebut.

“Anggaran kecil bukan berarti kita tidur dan tidak berbuat apa-apa tetapi kita dituntut harus kreatif,” ujar Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharram dalam acara jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (6/1/2017).

Deputi bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop UKM, I Wayan Dipta merinci jumlah pasar rakyat yang akan direvitalisasi terdiri dari 11 di daerah tertinggal atau daerah perbatasan, dan 40 lainnya di daerah reguler. Untuk biaya revitalisasi masing-masing pasar dianggarkan Rp 950 juta. “Daerah perbatasan itu diantaranya misalnya di NTT, Papua, Kalimantan. Memang kami menyiapkan dana hibah untuk nanti dikelola oleh pemda,” jelas Wayan.

Ia menjelaskan revitalisasi pasar rakyat itu dengan memperbaiki pasar lama yang kondisi bangunannya sudah tidak bagus, kumuh, kemudian diperbaiki menjadi bangunan permanen. Di setiap pasar akan dilengkapi dengan fasilitas berupa WC, westafel, maupun tempat pembuangan sampah. “Selain kita bangun fisiknya, kita juga bantu dari segi pengelolaan, Monev, dan pengawasan,” kata Wayan.

Dari pengalaman meninjau pasar rakyat yang sudah direvitalisasi di sejumlah daerah, ternyata program tersebut memberikan dampak bagi kenaikan pendapatan pedagang. Daerah yang pernah dikunjungi diantaranya pasar di Bima, Gianyar, Bangli, Palembang dan Sukabumi. “Bahkan bukan hanya jumlah pengunjung yang banyak tapi pedagang banyak untung itu sebagai bukti. Kami pernah kaji jadi semakin bagus,” tandasnya.

Revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat merupakan agenda prioritas sebagaimana agenda Nawa Cita Presiden Jokowi. Pemerintah sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 menargetkan merevitalisasi 5.000 pasar rakyat di seluruh Indonesia.Dari jumlah itu, Kemenkop UKM menargetkan bisa berkontribusi sebanyak 1.075 pasar rakyat sampai dengan tahun 2019. Namun, pada tahun 2015 lalu baru berhasil direvitalisasi 64 pasar rakyat.

Sedangkan pada tahun 2016 terealisasi 84 pasar rakyat dari target 85 pasar rakyar, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 80,7 miliar. 1 pasar di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten tidak dapat dilaksanakan karena masalah lahan. (jef)

 

Related For Kemenkop Tetap Revitalisasi 51 Pasar Rakyat di 2017