Menu
Bangkitkan Ekonomi, KemenkopUKM Adakan Pelatihan Kapasitas SDM bagi KUMKM di Tasikmalaya - DPP INSA APRESIASI TERBITNYA INPRES NO 5 TAHUN 2020 - Di-PHK dengan Alasan Covid 19, Pekerja Hotel Gran Mahakam Tuntut Perundingan dengan Perusahaan - BNI Syariah Hadirkan Kartu Debit Co-Branding KTA NU Cilegon - LPDB-KUMKM Diharapkan Makin Cepat Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional - Realisasi Penyerapan Dana PEN Sektor KUMKM 6,82 Persen Senilai Rp8,42 Triliun - MenkopUKM Apresiasi Dapur Bersama GoFood Fasilitasi UMKM Naik Kelas - Perkuat Pengawasan Menuju Transformasi Koperasi Simpan Pinjam - SeskemenkopUKM Ajak Koperasi Menangkap Peluang Baru di Tengah Covid-19 - Seminar Online PWI Jaya: Spiritual Praying,Cara Kerja Jurnalistik di Era New Normal

Kemenkop UKM Akan Terapkan Aplikasi untuk Bantu Analisis Kinerja KUMKM

Januari 24, 2018 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(Globalnews.id)-Kementerian Koperasi dan UKM akan menerapkan Aplikasi Early Warning System (EWS) yang merupakan aplikasi berbasis web guna membantu KUMKM dalam menganalisis kondisi atau kinerjanya.

“Apakah Koperasi dan UMKM itu sehat, cukup sehat dan tidak sehat. Jika usahanya mengalami penurunan atau tidak sehat, maka bisa segera melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi aplikasi tersebut,” jelas Deputi Bidang Restrukturisaai Usaha Kemenkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik dalam konferensi pers, Rabu (24/1/2018) di Jakarta.

Rencananya, aplikasi akan segera diterapkan di tahun ini, dan akan dilengkapi dengan skema penyelesaiannya sesuai dengan rekomendasi hasil diagnose dan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk membantu KUMKM menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

Selain itu, Kemenkop dan UKM juga menyediakan fasilitas pendampingan tenaga ahli dan menjalin kerjasama dengan konsultan PLUT, guna mengoptimalisasi penerapan EWS. Dengan demikian, KUMKM bisa meningkatkan daya saing di tengah kondisi persaingan yang semakin kompetitif di era pasar bebas.

Dalam pemaparannya, Abdul Kadir Damanik juga menyampaikan bahwq SKKNI Pendamping UMKM telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor: 181 Tahun 2017 tanggal 19 Juni 2017 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen Bidang Pendamping Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Disamping adanya fasilitas pendampingan, Abdul menegaskan bahwa KUMKM juga harus memperkuat kemitraan dengan usaha besar. “Harus mengedepankan prinsip-prinsip saling membutuhkan, memperkuat, menguntungkan, dan mempercayai,” tegasnya.

Melalui kemitraan, kata Abdul, KUMKM diharapkan bisa mendapat pembelajaran baik di bidang pemasaran, manajemen, pemanfaatan teknologi dan juga diharapkan bisa merubah mind set KUMKM dalam mengembangkan usahanya yang berbasikan permintaan pasar.

Adapun, produk-produk KUMKM yang difasilitasi dalam kegiatan kemitraan usaha yaitu memiliki prospek pasar untuk disinergikan dengan usaha besar dan bergerak di berbagai sektor, seperti makanan, minuman, produk olahan, fesyen, craft, home deco/home ware.

Sementara untuk kriteria produknya yaitu memilkkk prospek pasar, berkualitas, memiliki kapasitas produksi yang memadai, dan kemasan yang baik, serta diutamakan yang sudah memiliki legalitas.(jef)

 

Related For Kemenkop UKM Akan Terapkan Aplikasi untuk Bantu Analisis Kinerja KUMKM