Menu
Komitmen KemenkopUKM Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Warteg untuk Tingkatkan Produktivitas Usaha - Tahun 2021, LPDB-KUMKM Juga Fokus Kembangkan Koperasi Syariah - MESKI PANDEMI, KINERJA 2020 PELINDO 1 TETAP POSITIF - SEMARAK HUT KE-71, BTN GELAR LOMBA KARYA TULIS DAN FOTO JURNALISTIK BTN siapkan hadiah total sebesar Rp171 juta - 2021, LPDB-KUMKM Dampingi Koperasi Potensial Melalui Inkubator Wirausaha - Sriwijaya Air Dampingi Keluarga Penumpang Tabur Bunga di Lokasi Musibah SJ-182 - LPDB-KUMKM Bantu Koperasi Bertahan di Masa Pandemi - MenKopUKM Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM agar Pasar Ekspor Meningkat - KemenKopUKM Fokus Kembangkan Enam Program pada 2021 - AKTIF DI PERGAULAN INTERNASIONAL, KEMENHUB HADIRI PORT STATE CONTROL COMMITTEE MEETING KE-31 SECARA VIRTUAL

KemenkopUKM Gandeng Grab untuk Mempercepat Transformasi Digital UMKM

September 1, 2020 | koperasi dan ukm

Jakarta:(Globalnewa.id)- Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggandeng Grab Indonesia dalam mempercepat program transformasi digital UMKM di Indonesia. Saat ini, UMKM yang sudah melek digital baru sekitar 13% dari total 64 juta UMKM, atau sekitar 8 juta UMKM.

“Jelas itu bukan pekerjaan mudah dan pemerintah tidak bisa melakukan itu sendiri. Artinya, kita harus bersinergi dengan pelaku platform digital,” kata Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki pada acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Grab Indonesia, secara daring di Jakarta, Selasa (01/09).

Teten melanjutkan, dalam hal ini pemerintah akan lebih banyak membantu dari ekosistem dan penyediaan infrastruktur untuk mendukung digitalisasi ekonomi.

“Karena, yang dibutuhkan UMKM itu tidak hanya edukasi, kurasi, dan inkubasi saja. Lebih dari itu, UMKM butuh on-boarding di platform digital,” ucap Teten.

Oleh karena itu, Teten mengungkapkan bahwa program pelatihan yang digulirkan harus terhubung dengan ekosistem digital. “Pelatihan yang dijalankan KemenkopUKM harus terintegrasi dengan ekosistem digital agar hasilnya lebih terukur,” jelasnya.

Menurut Teten, digitalisasi terbilang penting karena UMKM banyak yang tidak memiliki tempat berjualan di lokasi strategis. “Jadi, ketika terhubung dengan platform digital, maka UMKM akan memiliki akses pasar yang lebih luas,” tukas Teten.

Teten berharap, UMKM yang sudah on-boarding di platform digital harus produktif dan bertahan lama. Hal ini berkaitan dengan kemampuan UMKM dalam manajemen usaha, merespons permintaan pasar, meningkatkan kapasitas produksi, dan akses ke pembiayaan.

“Saya yakin, kerja sama dengan platform digital Grab ini akan memudahkan akses pasar, standarisasi produk, pengembangan produk, hingga ke akses pembiayaan,” imbuh Teten.

Teten menekankan bahwa kerja sama dengan Grab lebih banyak positifnya dan memberikan manfaat bagi UMKM. “Bukan untuk membesarkan usaha besar. Pola pikirnya jangan terbalik,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenady mengatakan, MoU ini akan menjadi payung dari sejumlah program yang akan dijalankan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dan meringankan beban UMKM terdampak COVID-19.

“Kami juga mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Beli Kreatif Lokal dengan membantu UMKM on-boarding ke platform Grab. Kita sudah menyambut sekitar 170 ribu UMKM dan 32 ribu pedagang tradisional di platform kami,” pungkas Neneng.(jef)

Related For KemenkopUKM Gandeng Grab untuk Mempercepat Transformasi Digital UMKM