Menu
Ketat! 20 Inovator Lolos Tahapan Pahlawan Digital UMKM - STIP Proaktif Periksa Kesehatan Taruna di Pandemi Covid-19 - MenkopUKM Ajak Perguruan Tinggi Rancang Disain Pengembangan Start Up - Koperasi Diminta Segera Manfaatkan Subsidi Bunga Non KUR Bagi Anggota - UU Cipta Kerja Terobosan Bagi UMKM - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Raih Sertifikat Inisiasi Koridor Sehat dari IIAC - STIMULUS SEKTOR PROPERTY DUKUNG PENINGKATAN PDB INDONESIA - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Untuk Tingkatkan Ekspor Produk UKM Babel - MenkopUKM: UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM dalam Rantai Pasok - SeskemenkopUKM: Filosofi Jabatan Fungsional Untuk Memperkuat Kelembagaan

KemenkopUKM Gandeng Starup Teknologi Agriculture dan Techfin Pembiayaan Guna Dorong Digitalisasi UMKM

Juli 15, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggandeng sejumlah startup di bidang technologi agriculture dan perikanan serta Starup pembiayaan guna mendorong digitalisasi UMKM.

Sejumlah Starup yang akan melakukan kolaborasi program dan kegiatan dengan KemenkopUKM itu antara lain dari Tanihub, Aruna, Ternaknesia, Hara, Alami, Modal Rakyat, Sayur Box, dan Ekosis

“Beberapa dari mereka sudah sering bertemu di sini, kita di sini ingin membangun bisnis model lebih jelas. Teman-teman (startup) ini dengan aplikasi digitalnya, sudah menjadi agregator untuk produk-produk petani berlahan sempit dan nelayan kecil,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai berdiskusi dengan para startup di kantornya, Jakarta, Rabu, (15/7).

Ia melanjutkan, melalui platform digital yang dimiliki startup seperti Tanihub, Aruna, dan Sayurbox, para UMKM dapat berbisnis dan membangun rantai perdagangan secara baik. “Tadinya produk UMKM kecil-kecil, nggak efisien, dan sulit terhubung ke market. Sekarang lewat aplikasi, bisa masuk ke market di dalam dan luar negeri,” tuturnya.

Teten menjelaskan, di setiap kementerian sebenarnya sudah ada program pelatihan dan subsidi kepada UMKM. Termasuk program pembagian lahan dan lainnya, namun karena tidak dibangun dalam bentuk bisnis model, maka integrasi ke pembiayaannya menjadi kurang maksimum.

“Jadi kami minta mereka membantu membuat bisnis model itu untuk kerja sama. Kita akan buat team work supaya bisa saling kolaborasi. Lalu karena mereka sudah punya aplikasi digitalnya, maka pemerintah nggak harus masuk di situ, kita ingin menjadi support system,” tutur Teten.

Dirinya pun menyatakan, pemerintah menargetkan tahun ini sebanyak 10 juta UMKM bisa terhubung ke ekosistem digital. Saat ini sudah 8 juta UMKM yang masuk ke ekosistem tersebut. “Saya yakin gabung dengan mereka (startup), bisa lebih dari 10 juta UMKM masuk digital,” tegas dia.

Bangun Ekosistem Digital

Sementara itu VP of Corporate Services Tanihub Astri Purnamasari menambahkan, pihaknya mencoba membuat satu ekosistem digital di bidang pertanian, supaya UMKM masuk ke ekosistem ini. Ia berharap, pemerintah dan startup dapat bekerja sama demi mendukung UMKM.

“Diharapkan kita membuat bisnis proses atau flow, di mana semua yang dilakukan pemerintah dan startup pertanian bisa menjadi satu kerja sama ekosistem. Sehingga saling mendukung satu sama lain,” jelasnya.

Kemenkop, lanjutnya, telah memiliki kegiatan pendidikan,permodalan, serta pasar untuk UMKM pertanian. Hanya saja semua masih manual dan tidak terintegrasi ke sistem digital.

“Maka startup Indonesia mencoba membuat pertanian Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita kolaborasi biar Indonesia punya ketahanan pangan,” tegas dia. Menurut Astri, Indonesia sudah memiliki modal pertanian.

Selanjutnya, startup bertugas mempercepat Indonesia memiliki ketahanan pangan.”Kami harap dengan support pemerintah, semua yang kami lakukan bisa berjalan lebih baik. Kita coba buat pangan Indonesia terjaga dengan startup di bidang pangan,” pungkasnya. (jef)

Related For KemenkopUKM Gandeng Starup Teknologi Agriculture dan Techfin Pembiayaan Guna Dorong Digitalisasi UMKM