Menu
Menkop dan UKM: Pelaku UMKM Harus Tahan Banting   - DWP KemenkopUKM Berbagi Peduli Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Garut - MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi - Kemenhub Siap Antisipasi Pergerakan Saat Libur Panjang Agar Tak Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 - Libur Panjang Pekan Depan, Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20 Persen - Pentingnya Memperkuat Posisi UMKM dalam Rantai Pasok - Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU

KemenkopUKM Gelar Pelatihan Untuk Tingkatkan Ekspor Produk UKM Babel

Oktober 15, 2020 | koperasi dan ukm

Bangka:(Globalnews.id) – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam setiap kesempatan selalu menekankan kepada jajarannya untuk melakukan jemput bola terhadap pelaku Koperasi dan UKM yang mempunyai potensi ekspor. Bahkan, mereka harus difasilitasi.

Oleh karena itu, Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenkopUKM Arif Rahman Hakim menggelar kegiatan pelatihan akses pasar berbasis ekspor yang dilaksanakan di Hotel Santika, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/10).

Tujuan pelatihan di Bangka Belitung adalah untuk mendorong UMKM yang mempunyai produk unggulan, sehingga memanfaatkan peluang-peluang pasar melalui ekspor.

“Berdasarkan hasil monitoring di lapangan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai komuditas unggulan untuk ekspor,” kata Arif, dalam sambutannya.

Arif menyebutkan bahwa pihaknya wajib hukumnya untuk hadir bila satu daerah terdapat komoditas unggulan tetapi pasarnya belum difasilitasi. Di Bangka Belitung, terdapat potensi yang cukup menjanjikan, antara lain lidi nipah berikut produk turunannya, nanas, dan kopi.

“Kita hadir untuk meningkatkan kapasitas pelaku koperasi dan UKM yang punya potensi untuk ekspor,” tandas Arif.

Arif tak menampik ada pendapat yang mengatakan bahwa pasar dalam negeri juga terbuka luas. “Tentu itu benar, namun kita melihat produknya. Ada beberapa produk dalam negeri berlimpah namun di pasar luar negeri pemain dan barangnya terbatas. Hal-hal seperti ini yang harus kita raih, karena kita bisa menjadi pemain utama dalam ekspor tersebut,” jelas Arif.

Memang, ekspor sektor pertanian masih cukup rendah, yaitu hanya menyumbang US$0,35 miliar juta atau 2,54% saja dari total Ekspor Non Migas. “Artinya, inilah peluang emas yang harus diraih untuk dapat meningkatkan ekspor di sektor pertanian,” imbuh Arif.

Diakui pula, kelemahan Koperasi dan UKM salah satunya adalah akses pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. “Kami pun secara khusus mendatangkan expert di bidang ekspor, yang hadir adalah pelaku UKM yang sudah malang melintang dalam ekspor,” kata Arif.

Sementara untuk pasar dalam negeri, pihaknya menghadirkan LKPP (Belanja Pengadaan) dan Pasar Digital (PaDi) dari Kementerian BUMN, serta pakar dalam digital marketing.

Tak lupa, Arif menekankan bahwa UMKM yang eksis mampu bertahan dan beradaptasi dengan pandemi New Normal adalah Koperasi dan UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital, baik melalui media sosial maupun marketplace yang ada.

Saat ini, KemenkopUKM sudah membangun kolabolasi dengan marketplace. Antara lain, Blibli.com, Lazada, Shoppe, Bukalapak, Tokopedia, untuk pertanian/peternakan dengan sayur box, tanihub, ternaknesia.

Ekspor Lidi Nipah

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Osman Djohan mengatakan pihaknya telah melakukan ekspor lidi nipah ke negara Nepal. “Pelepasan ekspor perdananya dilakukan langsung Menteri Koperasi dan UKM pada Juli 2020 lalu,” kata Erzaldi.

Untuk itu, Erzaldi berharap, dari 669 Koperasi dan kurang lebih 180 ribu UKM di Babel dapat mengikuti untuk melakukan ekspor. Pasalnya, banyak potensi produk yang dapat dijual ke luar negeri. Misalnya, olahan hasil makanan laut, rempah-rempah, dan handycraft.

Bagi Erzaldi, kehadiran KemenkopUKM melakukan pelatihan di Provinsi Bangka Belitung. Kehadiran KemenkopUKM bagi Pemerintah Provinsi Bangka Belitung merupakan berkah sekaligus bentuk kepedulian dan secercah harapan bagi pelaku UMKM.

“Diharapkan bagi pelaku UMKM yang mempunyai produk unggulan berorientasi ekspor, mampu meningkatkan kapasitas keterampilan dan keahliannya. Sehingga, menjadi penggerak perekonomian dan pemerataan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkas Erzaldi.(Jef)

Related For KemenkopUKM Gelar Pelatihan Untuk Tingkatkan Ekspor Produk UKM Babel