Global News Indonesia
Menu
BNI Rintis “Aku Saudagar Muda” Cetak Siswa SMK Berjiwa Bisnis - Kemenkop dan UKM bersama TopKarir Atasi Masalah Pengangguran di Indonesia - BNI Berikan Solusi Keuangan Menyeluruh Bagi Semen Indonesia Group - Dua Ruas Tol yang Dibiayai BNI Diresmikan - Program Perhutanan Sosial, Dukungan BNI Sentuh 2.000 an Petani Jabar - Menteri Puspayoga Ajak Lulusan Unas Jadi Pengusaha - IPB : Koperasi Berperan Atasi Kemiskinan dan Kesenjangan - Menkop dan UKM : Jadilah Social Entrepreneur, Jangan Wirausaha Kapitalis - Perkuat Ekspor RI, BNI Rangkul Mitra Bisnis di Amerika Serikat - Dilatih Bisnis Out of The Box, UMKM Priangan Dipacu Untuk Naik Kelas

Ketua MPR Beri Tiga Solusi Penguatan Koperasi

April 11, 2017 | koperasi dan ukm

IMG-20170410-WA0010

BANDUNG:(Globalnews.id)- Keberadaan koperasi di Indonesia harus diperkuat sebab koperasi merupakan wujud sistem ekonomi Pancasila. 

Hal itu ditegaskan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam pembukaan semiloka Koperasi Pemuda Indonesia,  Senin (10/4) di Bandung.  Acara juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.

Zulkifli mengatakan UUD 1945 dalam pasal 33 ayat 1 menyatakan Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. “Oleh sebab itu, soku guru perekonomian kita yang paling tepat adalah koperasi. Koperasi jangan dibiarkan mengalami tarung bebas melawan liberalisme dan kapitalisme,” tegasnya.  

Untuk itu, Zulkifli menyarankan agar  koperasi ikut dalam segala hal yang menguasai kebutuhan hidup orang banyak.  Hal itu akan menunjukkan keberpihakan negara terhadap koperasi.  

Dia menuturkan ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk memperkuat koperasi,  yaitu 1. Mengembalikan pengelolaan sembilan bahan pokok ke Bulog, dan Bulog melakukan kerjasama dengan koperasi untuk sumber produksi dan dalam hal distribusi; 2. Melibatkan koperasi dalam semua proyek-proyek pemerintah daerah; dan 3. Membantu permodalan dan manajemen koperasi bekerjasama dengan bank.  “Jika ketiga hal ini dilakukan,  saya yakin koperasi akan tumbuh pesat sehingga kesejahteraan meningkat,” tegasnya.  

Menteri Puspayoga juga mengatakan koperasi merupakan amanat dari UUD 1945. Karena itu,  pemerintah melakukan koperasi pemberdayaan dan pembenahan melalui Reformasi Koperasi.  

Dia menegaskan bentuk koperasi yang hendak dicapai pemerintah adalah koperasi yang sehat,  berkualitas dan berdaya saing.  “Pemerintah tidak mengarahkan sebanyak-banyaknya lembaga koperasi,  tetapi yang banyak harus anggotanya.  Itu indikator koperasi berkualitas. Dengan kualitas koperasi lebih mudah dibina dan diawasi, ” tegas Puspayoga. 

Dengan keberpihakan juga, pemerintah melaksanakan reforma agraria dengan mendistribusikan lahan-lahan perkebunan bagi koperasi.  Tahun 2017 ditargetkan redistribusi lahan akan diterima 400 koperasi dengan luas lahan 590.000 ha.  

Puspayoga melanjutkan,  untuk meningkatkan mutu koperasi,  pihaknya sedang memperbanyak Lembaga Sertifikasi Profesi Koperasi. Diharapkan LSP Koperasi akan berdiri di semua provinsi.  (jef)

Related For Ketua MPR Beri Tiga Solusi Penguatan Koperasi